
Kedua orang tua Orion akhirnya pulang kembali ke Villa jantung emas setelah kehilangan jejak yang mereka lacak.
“Sayang... ayo kita pulang dulu. Besok kita cari lagi Orion.” ucap Raja Diaz mengajak istrinya yang tak mau pergi bersamanya dan ingin mencari Orion sendiri sampai ketemu.
“Tapi Orion... aku khawatir dia...” balas wanita itu tak tenang memikirkan apa yang terjadi pada putrinya.
“Jangan meremehkan putri kita. Dia punya darah spesial dan aku yakin dia bisa menjaga dirinya sampai kita berhasil menemukannya.” balas Raja Diaz menguatkan dan membujuk istrinya.
Ratu Zoya pun akhirnya bersedia pulang bersama suaminya.
Keesokan paginya Raja Diaz mengerahkan semua pasukannya untuk mencari keberadaan Orion. Dan berita hilangnya Orion dengan cepat menyebar ke seluruh penjuru negeri amulet.
Di lain tempat, lelaki berambut putih yang membawa tubuh orang yang masih pingsan tiba di sebuah kerajaan. Dia masuk ke istana dan menghadap pada rajanya.
“Raja Berry... aku berhasil menangkap gadis berdarah saxion.” ucap lelaki itu saat menghadap sang raja sambil menurunkan tubuh Orion ke lantai.
Sang raja bangkit dari singgasananya dan maju untuk melihat Orion.
“Jadi ini... gadis berdarah campuran itu... bagus sekali kerjamu.” jawab sang raja setelah wajah Orion.
“Raja Berry lalu apa yang akan kita lakukan pada gadis ini ?” tanya lelaki tadi.
“William... kau ikat dan kurung dia dulu. Kita baru akan mengambil darahnya saat malam bulan darah.” jawab Raja Berry.
“Baik Raja Berry...” jawab pengawal itu lalu membawa kembali Orion yang masih pingsan dan membawanya ke sel.
Di dalam sel, William mengikat tangan Orion dengan rantai lalu keluar dari sel dan menguncinya.
Tiga jam kemudian Orion baru sadar dan membuka matanya.
__ADS_1
“Dimana aku...” gumamnya melihat ke sekitar di mana tiba-tiba dia berada di dalam sebuah sel dalam kondisi terikat.
“Apa yang sebenarnya terjadi padaku ?” batinnya sambil mengingat-ingat kembali apa yang telah terjadi.
“Aku ingat sekarang. Ada seseorang yang membawaku saat aku tenggelam di lautan. Ya lelaki yang sebelumnya pernah mengejar ku yang menangkap diri ku.” gumam nya setelah berhasil mengingat semua kejadian sebelumnya.
“klak... klak...” Orion berusaha melepaskan ikatan rantai dari tangannya.
Belum lepas ikatan rantai di tangannya lelaki yang menangkap Orion datang.
“Kau sudah bangun rupanya...” ucap William berdiri di depan sel menatap Orion sambil tersenyum lebar.
“Siapa kau... ?Apa tujuan mu menangkap ku ? Aku tidak pernah punya urusan denganmu sebelumnya !” ucap Orion lantang menatap balik lagi berambut putih itu.
“Oh...Oh... kau masih belum tahu rupanya. Intinya kau hanya perlu menunggu waktumu saja gadis cantik sampai saat bulan darah tiba dan kau akan menjadi persembahan klan kami...” jawab William menjelaskan.
“Klan apa... ? Persembahan apa... ? Woy lepaskan aku sekarang juga !” teriak Orion namun kalau kita tidak menjelaskan lebih detail dan segera pergi meninggalkannya.
Sementara itu di lain tempat tepatnya di istana Cawan Suci. Kabar tentang diculiknya orang yang akhirnya terdengar sampai ke telinga Galen.
Lelaki itu sedang berjalan melewati para pengawal yang tengah bercakap-cakap.
“Putri Orion dari Kerajaan Bulan Dingin kabarnya diculik oleh seseorang dan sampai sekarang belum diketahui siapa penculiknya.” ucap seorang pengawal pada temannya.
“Naas sekali nasib putri itu. Baru saja harga amulet bisa menerima identitasnya, sekarang dia di culik..hiss... his...” balas pengawal lain kemudian berlalu.
“Apa... Putri Orion di culik ?” batin Galen terkejut mendengar kabar itu. Entah kenapa tanpa dia ketahui tiba-tiba dia merasa khawatir sekali pada gadis itu.
“Oh... kenapa aku ini jadi memikirkan dia... aku juga sudah bertunangan dan sebentar lagi akan menikah. Dia bukanlah urusanku !” batin Galen mencoba untuk mengingkari apa yang ia rasakan saat ini.
__ADS_1
Satu minggu berlalu dan pencarian Orion masih dilakukan sampai sekarang. Seorang pengawal datang menghadap Raja Diaz dan memberikan laporan padanya.
“Yang Mulia Raja... tim kami sudah berhasil mengindetifikasi siapa penculik Putri Orion.” ucap pengawal itu.
“Katakan pada ku siapa yang telah menculik putriku ?” tanya Raja Diaz berdiri dari kursi singgasana.
“Ampun Yang Mulia... dari cicak dan aroma kami berhasil mengidentifikasi jika penculiknya bukanlah amanat dari negeri ini melainkan amulet dari klan hitam.”
“Apa... klan hitam ? Cepat lakukan penyelidikan lagi dan temukan di mana tempatnya !” ucap lelaki itu memerintah pengawalnya.
“Baik Raja Diaz...” jawab pengawal itu singkat kemudian segera meninggalkan istana.
Sementara itu raja Diaz tampak semakin besar dan khawatir sekali pada putrinya.
“Jika benar yang menculik Orion adalah amulet klan hitam, sudah pasti mereka punya niat jahat pada putri ku.” gumam lelaki itu tidak tenang.
“Di mana letak amulet klan hitam...” gumam Raja Diaz berpikir dan mencari tahu kira-kira siapa yang mengetahui tempat dan keberadaan amulet klan hitam.
“Benar... aku harus mencoba menanyakannya pada kakek Taylor.” gumam lelaki itu kemudian segera keluar dari istana dan menuju ke villa sang kakek yang berada di daerah terpencil.
Beberapa saat kemudian Raja Diaz tiba di sebuah villa yang terdapat di tengah hutan belantara.
“tok... tok.... kakek...”
Dari dalam Kakek Taylor mendengar suara seorang memanggilnya segera menuju ke pintu dan membukanya.
“Diaz... lama sekali kau tidak berkunjung ke rumah kakek. Apa yang membawamu ke sini ?” tanya kakek Taylor lalu mengajak Raja Diaz untuk masuk ke dalam.
Di dalam rumah mereka berdua duduk di sebuah kursi dan Raja Diaz menyampaikan maksud kedatangannya pada kakeknya.
__ADS_1
BERSAMBUNG....