Darah Campuran

Darah Campuran
Eps. 70 Terkepung


__ADS_3

Orion segera mundur setelah melihat Paman Fredy dan temannya mengurusi amulet yang memata-matai dirinya.


Flash back


Saat berjalan bersama Ariel menuju ke toilet. Lelaki itu berbisik lirih pada Orion.


“Setelah kau masuk ke toilet aku akan meninggalkanmu sebentar. aku akan memanggil ayah dan yang lainnya untuk segera kesini meringkus penyusup itu. Kau hanya perlu menunggu disini dan memancingnya agar mendekat padamu. Jangan takut dan tetap tenang aku akan segera kembali.” bisiknya di telinga Orion yang di angguki oleh gadis itu.


Kembali ke lokasi Orion berada saat ini.


Ariel yang kembali bersama ayahnya segera menghampiri Orion dan mengajaknya pergi dari sana. Mereka berjalan dengan cepat keluar dari tempat itu dan menuju kembali ke area penonton tempat pelelangan berlangsung.


Orion dan Ariel kembali ke kursi tempat mereka duduk tadi.


“Huft...” Orion menghembuskan nafas dengan lega setelah dia berhasil menjadi umpan untuk memancing amulet itu mendekatinya dan kembali dengan selamat.


“Yang tadi itu nyaris saja... Aku tidak tahu apa yang akan dia lakukan pada ku jika kalian tidak datang tadi. Tapi bagaimana paman Fredi sekarang ya ?” tanyanya Orion yang teringat kembali pada Ayahnya Ariel.


Ariel tampak tenang dan sama sekali tidak mengawatirkan ayahnya.


“Ayah pasti baik-baik saja dengan paman Sully. Amulet itu yang harus waspada dengan mereka berdua.” ucapnya sambil tersenyum menatap gadis itu. mereka berdua lalu duduk tenang dan kembali menyaksikan jalannya pelelangan yang belum berakhir.


Di lain tempat Fredi dan Sully masih menghadang Pangeran Galen.


“Anak muda... kau mau ke mana ? Itu toilet wanita.” ucap Fredi yang berjalan menghampiri sang pangeran yang memang salah arah menuju ke toilet wanita karena gagal fokus dari arah depan.


“Ah ya... kalau begitu aku akan pergi ke toilet pria.” jawabnya singkat sambil menatap werewolf di depannya itu.


Pangeran Galen mukanya sedikit pucat setelah melihat Fredi yang menurutnya curiga pada dirinya.


“Apa mereka tahu penyamaran ku... padahal aku sudah menggunakan bubuk ajaib... bagaimana dia bisa tahu... yang penting sekarang bagaimana caranya aku bisa kabur dari sini dengan selamat.” batin Pangeran Galen sambil berbalik lalu berjalan menuju ke toilet pria.


Namun langkahnya kembali dihentikan oleh seorang lelaki di depannya.

__ADS_1


“Bocah... kenapa aku merasa kau begitu berbeda dan tidak pernah bertemu dengan dirimu sebelumnya... kau werewolf dari mana ?” tanya Sully yang berusaha memancing dengan pertanyaan.


“Gawat... aku di hadang lagi oleh satu werewolf. Aku lengah... semakin gawat saja kalau begini. Aku harus segera kabur dari sini...” batin Pangeran Galen sambil memikirkan cara mengelabui orang itu.


“Maaf tuan... perutku sakit sekali nanti kita bisa bicara lagi permisi.” ucapnya yang pura-pura sakit perut sambil memegangi perutnya.


Pangeran Galen segera berjalan cepat dan tak mempedulikan lelaki itu yang masih mengajaknya bicara.


Melihat target incaran mereka berusaha kabur, Fredi dan Sully langsung bergerak cepat mereka mengepung target dari arah depan dan belakang.


“Mau lari kemana kau bocah ?” ucap Fredi dan Sully bersamaan.


Pangeran Galen yang sudah terkepung oleh dua werewolf itu berpikir cepat dalam keadaan mendesak.


“Boom...”


Pangeran Galen melemparkan bom asap yang telah dipersiapkannya sejak awal dan akan menggunakannya jika dalam keadaan genting.


Setelah asap menghilang, Fredi dan Sully yang sebelumnya kerepotan karena adanya asap yang menganggu penglihatan mereka baru menyadari jika terjadi mereka telah lolos.


“Sialan bocah itu... bisa kabur dari kita berdua !” ucap Fredi yang tampak kesal karena kehilangan targetnya. Begitu juga dengan Sully yang lengah sampai dia bisa tertipu oleh akal bulus bocah tengik itu.


Sully berlari mencari target yang lepas itu sambil menoleh ke belakang.


“Fredi ayo cepat cari amulet itu. Aku yakin dia masih di sekitar sini. dia pasti belum jauh dari sini.”


Tanpa menjawab, Fredi pun segera berlari mengikuti temannya itu untuk mencari target mereka.


“Lebih baik kita berpencar saja.” ucap Fredi memberi saran.


“Baiklah...” jawab Sully.


Mereka kemudian berpencar untuk mencari lelaki yang mengenakan topi hitam tadi. Fredi menyisir di lokasi area penonton acara pelelangan. Sedangkan Sully menyisir di jalanan keluar area lokasi pelelangan.

__ADS_1


“Itu kan....”


Jauh dari pintu keluar acara pelelangan, Sully melihat topi hitam seperti yang dipakai anak muda tadi tergeletak di tanah dan mengambilnya.


“Iya benar ini topi milik bocah tengil itu. Dia pasti masih ada di sekitar sini.” ucapnya yang merasa geram. Dia pun segera berlari melihat orang-orang yang ada di sekitarnya.


Dari kejauhan Pangeran Galen yang melihat topinya terjatuh dan akan mengambil nya mengurungkan niatnya setelah melihat salah satu lelaki yang tadi akan menangkapnya berada tak jauh darinya.


“Gawat... aku tidak boleh ketahuan kali ini. Cepat sekali lelaki itu mengejar ku sampai ke sini.” batinnya lalu segera menatap kedepan dan bergerak dengan cepat melewati orang yang berlalu lalang di sekitarnya.


Sully menghentikan orang-orang yang melewatinya dan dicurigainya sebagai amulet yang kabur itu. Namun ternyata mereka bukanlah target yang dicari.


Tiba-tiba dia melihat seseorang yang mencurigakan dan ia berusaha mengejarnya dengan cepat namun sayang dia kehilangan jejak.


“Argh.... ke mana bocah brengsek itu pergi ?” ucapnya sambil mengepalkan tangan erat dan emosi yang memuncak.


Pangeran Dian berhasil keluar dari tempat itu dengan menyisip diantara orang-orang yang keluar melalui pintu keluar.


“hosh... hosh... untung saja aku bisa kabur. agar segera kembali sekarang sebelum mereka kembali menemukan ku.” ucapnya setelah mengatur nafasnya di luar pintu gerbang.


Pangeran Galen menoleh ke belakang setelah dia merubah penampilannya ke wujud aslinya. dia Lalu segera melompat ke udara dan melesat dengan cepat pergi dari tempat itu meskipun dia masih merasa kelelahan akibat menghindari kejaran dari dua werewolf tadi.


Fredi yang tidak menemukan sosok yang mencurigakan di area penonton acara pelelangan menyusul dan mencari Sully yang ada di area pintu keluar.


Lelaki itu melihat rekannya yang berdiri sambil mengatur nafasnya yang terengah-engah.


“Apa kau berhasil menemukan bocah itu ?” tanyanya menghampiri Sully dan menepuk bahunya. Sully yang masih mengatur nafasnya hanya menjawabnya dengan menggelengkan kepala.


Tanpa banyak tanya, Fredi pun segera berlari keluar ke pintu gerbang untuk mencari Pangeran Galen. di luar sana dia mencium aroma amulet yang kuat namun tak ada siapapun disana.


“Bajingan.... !! bocah itu berhasil lolos dari sini !” ucapnya yang marah setelah menemukan bubuk ajaib Kembali di dekat dinding pintu gerbang.


BERSAMBUNG....

__ADS_1


__ADS_2