Darah Campuran

Darah Campuran
Eps. 72 Kondisi Aman


__ADS_3

Hari ini adalah hari pelelangan ketiga dan merupakan hari pelelangan terakhir. Di hari itu terlihat jumlah pengunjung lebih banyak dari hari sebelumnya. Dan acara kali ini terlihat lebih ramai daripada dua hari sebelumnya.


Hari ini Orion kembali melihat acara pelelangan bersama dengan Ariel. Mereka berdua berjalan menuju ke area penonton berada. Saat berjalan, Orion merasa melihat banyak orang asing yang tidak dilihatnya di hari sebelumnya berlalu lalang di sana. Karena masih merasa takut dan mengira jika masih ada amulet yang memata-matai dirinya, dia pun mencengkeram lengan Ariel kuat-kuat.


“Ariel... siapa lelaki itu... kenapa dia dari tadi terus melihat ku ?” bisik Orion lirih sambil melirik lelaki yang memakai topi dan kacamata yang berjalan melewatinya.


Ariel menatap lelaki yang di ceritakan oleh Orion dan malah tersenyum saat menatap lelaki itu.


“Kau tak usah khawatir. Dia bukan amulet yang menyamar tapi dia werewolf dari wilayah bagian utara.” ucapnya menjelaskan pada gadis itu dan terus berjalan dengan tenang.


Mereka berdua akhirnya tiba di area penonton. Kali ini mereka memilih tempat duduk paling belakang. Orion sengaja memilih bangku paling belakang karena tidak ingin ada orang lain yang mengawasi dirinya seperti sebelumnya.


Saat duduk dia kembali melihat ada beberapa orang asing yang terlihat mencurigakan duduk agak jauh di sebelahnya dan memperhatikan dirinya. Dia kembali khawatir jika dirinya kembali di awasi.


Sesaat dia menyadari seorang lelaki yang berpenampilan aneh mengawasi dirinya.


“Ariel menurutku hari ini begitu banyak orang yang mengawasi ku.” ucapnya lagi sambil menghindari beberapa pandangan dari orang yang masih melihatnya itu.


Ariel melihat orang yang di maksud oleh Orion dan menatapnya lama seperti berbicara dari jarak jauh. Setelah itu tak ada orang yang menatap Orion.


“Itu hanya perasaan mu saja. sekarang lihat tak ada kan yang memperhatikan mu ?” tanya Ariel kembali duduk dengan tenang do podium itu.


Benar yang dikatakan Ariel, Orion melihat ke sekeliling dan tak ada lagi seseorang yang menatapnya. Dia pun kembali duduk dengan tenang dan dan melihat acara pelelangan Yang sebentar lagi akan dimulai.


Pasukan werewolf kiriman dari bagian utara dan bagian selatan datang pada hari ini untuk mengamankan dan menjaga acara pelelangan selama berlangsung. mereka menyebar ada sebagian yang membaur dengan para pengunjung, ada juga sebagian yang berjaga di luar dan ada juga yang belum menampakan dirinya.

__ADS_1


Sementara itu di lain tempat.


Pengawal Bruno menyiapkan pasukan kecil yang berjumlah sepuluh ribu pasukan yang sudah siaga di suatu tempat tanpa sepengetahuan dari Raja Agastya.


Pasukan kecil bentukan Bruno itu akan segera bergerak kapan saja saat lelaki itu memberikan perintah pada mereka.


Anggota tim siluman juga ada di istana bulan dingin dan ikut siaga apabila sewaktu-waktu pengawal Bruno meminta mereka untuk bergerak.


Mereka tampak sedang berdiskusi di aula Bulan Kembar.


“Tuan Bruno kapan kita mulai bergerak ?” tanya Krish padanya yang sudah tak sabar ingin berduel dengan werewolf.


Bruno merasa senang melihat anggota tim siluman yang bersama untuk memulai pertarungan.


“Tunggu... kita harus menunggu dulu jika mereka menyerang baru kita keluarkan pasukan kita, tapi jika tak ada serangan lebih baik kita tidak memulai pertarungan ini.” ucap pengawal Bruno. Krish tampak kecewa dengan keputusan pengawal kepercayaan Raja Agastya itu. Karena dia sebenarnya ingin merasakan kembali menikmati bertarung Setelah sekian lama sudah tidak ada pertarungan.


“Tetua bagaimana... apakah kita akan bergerak dan mulai mengerahkan semua pasukan kita?” tanya Fredi pada tetua Casper di ruangan khusus yang ada di sana.


Tetua Casper sempat melihat jalannya acara pelelangan masih berjalan dengan lancar seperti biasanya. Dia tidak menemukan keberadaan amulet yang ada di tempat itu.


“Kurasa kita tidak perlu mengerahkan pasukan kita sekarang karena aku tidak melihat ada amulet yang menyusup ke tempat ini. Sebenarnya kita harus menghindari peperangan besar yang terjadi antara werewolf dan amulet seperti puluhan tahun yang lalu dan memakan banyak korban jiwa. Aku tak mau itu terulang kembali kali ini. Tahan semua pasukan dan siagakan pada tempatnya. Tunggu perintah selanjutnya dariku.” ucap tetua Casper panjang lebar pada mereka.


Fredi dan Sully pun langsung keluar dari ruangan khusus itu sebelum ada yang melihat mereka dan kembali membaur ke tengah para warga.


Salah satu dari mereka mencari pasukannya membaur di tengah para penonton acara pelelangan. dan memerintahkan untuk keluar dari area penonton karena dirasa keadaan di situ aman.

__ADS_1


Beberapa lama setelahnya area pengunjung yang tadinya padat penonton sekarang mulai berkurang. Satu per satu penonton yang merupakan pasukan kiriman dari bagian utara dan bagian selatan meninggalkan area itu.


Orion melihat beberapa bangku yang kosong ditinggalkan oleh penonton menjadi bertanya-tanya.


“Kenapa tiba-tiba penonton di sini jumlahnya berkurang banyak setelah tiba-tiba bertambah ? Kemana mereka semua pergi ? Apakah ada sesuatu yang terjadi di sini... ?” batin gadis itu sambil melihat beberapa orang yang keluar dari area penonton entah kemana mereka pergi setelahnya. Padahal acara pelelangan kali ini merupakan acara puncak dan sangat seru, tapi malah beberapa orang pergi tidak melihatnya.


“Ariel... kemana orang-orang itu pergi ? Kenapa mereka pergi di tengah acara ?” tanyanya pada lelaki itu yang terlihat tenang dari tadi dan terlihat menikmati jalannya acara pelelangan.


“Ah... aku tidak tahu Orion. Mungkin mereka memang ada urusan lain.” jawab anak itu dengan tenang seolah tidak terjadi apapun meskipun dia sebenarnya tahu jika para pasukan itu mendapatkan panggilan untuk segera berkumpul.


Di luar tempat pelelangan berlangsung, Fredi sudah berdiri di sana menunggu pasukan yang lainnya yang belum berkumpul.


Beberapa saat kemudian semua pasukan sudah berkumpul dan siap siaga di tempatnya. Mereka semua menunggu perintah lanjutan dari atasan untuk beraksi.


Sampai sore hari mereka bersiaga di tempat, namun acara pelelangan kali ini berjalan lancar dan tak ada satupun penyusup atau amulet yang masuk ke tempat itu.


Sully segera mencari tetua Casper untuk melaporkan hal itu.


“Tetua sepertinya kondisi kali ini aman. Karena tak ada tanda kemunculan dan pergerakan amulet di sini.” ucapnya menjelaskan pada tetua Casper dengan berbisik karena mereka ada di area penonton pelelangan.


“Turunkan pengamanan kali ini. Bubarkan pasukan karena sebentar lagi acara akan berakhir. Sepertinya amulet tidak berniat mengibarkan bendera perang dengan kita.” ucapnya lirih sambil tersenyum. Sully hanya mengangguk lalu segera menyusul Fredi yang di luar area pelelangan.


Dia menyampaikan apa yang diperintahkan oleh tetua Casper padanya. Dan seketika dia membubarkan semua pasukan yang sudah berbaris rapi di sana.


Sementara itu hal yang sama juga terjadi di negeri amulet. Setelah lama menunggu dan tidak ada tanda-tanda kemunculan ataupun penyerangan dari para werewolf, Bruno pun membubarkan semua pasukan yang telah disiagakan nya.

__ADS_1


BERSAMBUNG....


__ADS_2