
Orion masih diam mematung tak menjawab pernyataan Cinta dari Galen. Belum hilang asa shock-nya saat Ariel menyatakan cinta padanya kini giliran Galen yang menyatakan cinta padanya. Bibirnya terasa kelu saat dia ndak menjawabnya.
Dadanya kembali berdebar hebat saat lelaki itu semakin mendekati dirinya.
“Orion Katakan padaku apa jawabanmu... ?” desak Galen kembali bertanya karena tak ada jawaban yang keluar dari bibir gadis itu.
Galen yang tak sabar mendengar jawabannya semakin maju, namun Orion meletakkan dua tangannya di dada lelaki itu untuk menahan tubuhnya agar tidak melangkah maju lagi.
Hatinya bergejolak menahan rasa yang ada di dadanya karena tak bisa mengungkapkan yang sebenarnya dia rasakan.
“Galen... bagiku kau memang menarik. Tapi maaf aku tak bisa bersamamu...” jawabnya setelah lidahnya tidak terasa kelu lagi sambil menundukkan kepala untuk menghindari tatapan lelaki itu.
“Apa karena Ariel ? Apa kau menyukai dia ?” tanyanya lagi untuk memperjelas dan melihat gadis itu menggelengkan kepala.
“Bukan... bagiku Ariel sudah ku anggap seperti kakakku sendiri karena dia selalu ada saat aku sedang kesusahan.” jawabnya menjelaskan pada lelaki itu.
“Jadi sebenarnya kau ada rasa padaku tapi tak mau menjalin hubungan dengan ku ? Apa alasannya ?” tanyanya lagi sekolah mengintimidasi gadis itu.
Orion tampak bingung dan tak bisa berkata apa-apa. Dia berusaha mencari alasan yang tepat agar tidak menyinggung perasaan lelaki itu. Dia tak mungkin bilang jika sebenarnya ibunya melarang dirinya berhubungan dengan seorang manusia meskipun dia menaruh perasaan pada Galen.
“Maaf Galen... aku hanya belum siap menjalin suatu hubungan. Selama ini aku belum pernah terpikirkan untuk menjalin suatu hubungan dengan seseorang.” jelasnya berharap lelaki itu bisa mengerti apa yang ada di hatinya. Namun malah sebaliknya lelaki itu lebih intens menunjukkan perasaannya pada Orion.
“Aku bisa menunggumu Orion sampai kau siap. Aku hanya ingin selalu berada di dekat mu.” ucapnya bersikeras yang membuat garis hitam tak bisa berkelit lagi.
“Galen aku...”
Galen memegang tangan Orion dan menempelkannya ke dadanya agar gadis itu bisa mendengar detak jantungnya saat ini yang bergemuruh. Dia lalu memegang dagu Orion dan mendekatkan bibirnya pada bibir Orion.
Galen mulai mencium lembut bibir Orion untuk menunjukkan perasaannya pada gadis itu. Sementara Orion hanya memejamkan mata dan dia pun akhirnya membalas ciuman lelaki itu karena dia tak bisa membohongi dan menutupi perasaannya pada lelaki itu meskipun dia sudah berusaha keras untuk menjauh.
Mereka berdua pun hanyut dalam ciuman dan baru mengakhiri ciuman saat buket mawar terlepas dari tangan Orion.
__ADS_1
“Apa yang sudah kulakukan... kenapa aku menyambut cuman Galen ? Ibu maafkan aku... aku tak bisa membohongi hatiku...” batinnya menunduk dengan muka yang memerah menahan rasa malu dan jantung masih berdebar keras.
“Jadi artinya kau mau menjadi kekasihku ?” tanyanya lagi sambil menggenggam tangan Orion yang masih tertunduk.
“Galen... hah... aku sebenarnya seorang...” Galen menutup bibir gadis itu dengan jari telunjuknya agar tidak melanjutkan perkataannya.
“Galen... tolong kau tidak mengerti. Ibuku...” Galen tak mau mendengarkan perkataan Gadis itu lagi dan membenamkan kepala Orion dalam pelukannya.
“Aku tahu alasanmu tak ingin bersama ku pasti karena kau berpikir ku adalah seorang Anubis dan ibu mu tidak menyetujui hubungan kita.” batinnya mencoba memahami isi hati gadis itu.
“Orion... asal kau mau berada di sampingku kita akan menghadapi bersama masalah yang akan menghampiri kita.” ucapnya berbisik lembut di telinga Gadis itu dan membuatnya semakin menyerah untuk menolak cinta Galen.
“Baiklah jika kau terus memaksa ku.” ucap Orion berbisik lembut di telinga Galen.
Pagi hari berikutnya, Ariel tidak datang ke rumah Orion untuk menjemputnya dan berangkat bersama ke Akademi.
“tok... tok... tok.”
“kriek...”
Putri Zoya membuka pintu dan dia terkejut saat melihat yang datang bukanlah Ariel, namun Galen.
“Galen...? Mencari Orion ? Ayo masuk... Orion masih di kamar mandi.” jawabnya mempersilahkan Galen masuk dan memintanya duduk dulu.
Putri Zoya duduk menemani Galen dan timbul pertanyaan dalam benaknya Kenapa akhir-akhir ini areal jarang datang menjemput putrinya.
Tak lama kemudian Orion datang setelah selesai bersiap. Dia juga tidak mengira jika yang datang adalah Galen bukan Ariel.
Galen segera berdiri karena lama lagi kelas akan dimulai.
“Ayo kita berangkat sekarang.” ajak Orion setelah melihat jam dinding yang ada di ruangan itu. Mereka berdua pun segera keluar rumah setelah berpamitan pada Putri Zoya.
__ADS_1
Segera setelah Orion dan Galen keluar, Putri Zoya pun keluar rumah. Di luar Iya masih melihat Galen yang berjalan bersama Orion. namun sekali lagi dia terkejut saat melihat lelaki itu menggandeng putrinya.
“Hah... Orion... Ibu tak ingin kau mengulangi kisah hidup yang sama seperti ibu.” ucapnya lirih lalu berbalik dan segera berjalan menuju ke rumah makan. Dia hanya berharap suatu saat hubungan mereka berdua akan berakhir.
Beberapa saat kemudian mereka berdua tiba di pintu gerbang akademi dan terlihat mereka berdua masih bergandengan tangan saat berjalan.
Ariel yang baru datang dan berada tak jauh dari mereka berdua melihat Orion yang sedang tersenyum menatap sambil memegang tangannya.
“Apa ?! Orion kau menolak ku dan ternyata sekarang kau menjalin hubungan dengan si brengsek itu !” ucapnya sambil mengepalkan tangan dan menahan emosinya. Nafasnya menjadi tak teratur melihat mereka berdua terlihat sangat dekat. Karena tak kuat melihat pemandangan itu Ariel pun pun mencari jalan lain agar tidak bertemu dengan mereka berdua.
Siang hari saat jam istirahat, Ariel segera keluar kelas dan mencari Galen. Dia berjalan menyusuri jalan dan melihat lelaki itu berjalan keluar dari kelasnya dan akan menuju ke kelas Orion.
“Galen... ayo kita bicara.” ucapnya menghentikan langkah Galen.
“Kau lagi... ada apa kau menghalangi jalanku ?” tanyanya pada Ariel.
Ariel melihat ke sekitar yang ternyata ramai dia pun menarik anak itu dan pergi dari Jaranan itu suatu tempat yang yang tidak ramai.
Ariel membawa Galen ke lapangan yang ada di belakang akademi.
“buk...”
Galen mendorong tubuh Ariel karena tak terima lelaki itu menarik tubuhnya secara kasar. Dan Hal itu membuat amarah Ariel semakin memuncak.
“Galen katakan padaku, Apakah sudah menjalin hubungan dengan Orion ?” tanyanya dengan emosi dan menarik kerah Galen.
“Apa urusannya denganmu ?” tanyanya balik sambil menyingkirkan tangan Ariel dari tubuhnya.
“Aku tahu kau tidak tulus mencintai Orion dan kau mempunyai maksud tersembunyi padanya. Kau jangan sampai mempermainkan dia, atau aku tak akan melepaskan mu !” bentak Ariel. Dia pun kembali mendekat dan mulai melepaskan pukulan pada Galen.
“Kau tahu apa ?!” balas kalender yang menjadi emosi dengan tindakan Ariel. Dia pun menahan pukulan yang dilancarkan oleh lelaki itu padanya. Sebenarnya dia tak ingin berkelahi dengan Ariel namun lelaki itu terus melancarkan pukulan dan memaksanya untuk melakukan serangan balik agar dirinya tak terluka. Dan perkelahian diantara mereka berdua terjadi kembali.
__ADS_1
BERSAMBUNG...