Darah Campuran

Darah Campuran
Eps. 50 Bertemu Nenek


__ADS_3

Jauh di negeri Istana Samudera Dewata sana tampak Raja Agastya yang sekarang merasa bersedih dan menyadari kesalahannya pada putri satu-satunya karena haus kekuasaan.


Kini setelah dia menyesali kesalahannya pada putrinya itu dia berusaha mencari pokok itu ke segala pelosok penjuru. Namun meskipun sudah lama melakukan pencarian, tidak membuahkan hasil juga.


Sudah lima tahun lebih Raja Agastya mencari keberadaan Putri Zoya namun sampai saat ini belum menemukan putri yang di carinya itu. Dan akhirnya dia menghentikan pencarian setelah selalu gagal menemukan keberadaan putrinya.


Suatu ketika Ratu Arni pergi ke suatu tempat yang jauh untuk mengunjungi teman lamanya, Ratu Bellen yang ada di kerajaan Taman Surga.


Ratu Bellen merupakan teman masa kecilnya dan cukup dekat dengannya. Mereka bersahabat sejak kecil sampai sekarang.


Kedatangannya ke sana selain untuk berkunjung juga untuk merefresh pikiran sedihnya setelah lama kehilangan Putri Zoya.


Beberapa saat kemudian Ratu Arni tiba di kerajaan Taman Surga. Ratu Bellen langsung menyambut kedatangan sahabat yang sudah ia anggap seperti adiknya sendiri itu.


“Kau sudah datang... ayo masuk. Sudah lama tidak berjumpa denganmu.” ucap Ratu Bellen memeluk Ratu Arni karena rindu sudah hampir sepuluh tahun mereka tidak bertemu.


Ratu Arni balas memeluk Ratu Bellen. Suara tawa riang terdengar saat mereka bertemu.


Tak lama kemudian mereka masuk ke ruang pribadi Ratu Bellen. Di sana tampak putri dari ratu Bellen keluar saat melihat ibunya masuk bersama ratu.


Ratu Arni tampak termenung melihat gadis itu yang mengingatkannya pada sosok putrinya.


“Cleo... ke sini sebentar nak. ini teman ibu Ratu Arni dari istana Samudera Dewata yang sudah Ibu anggap seperti saudara. beri salam kepada Ratu dulu sebelum kau meninggalkan tempat ini.” panggil Ratu Bellen saat putrinya melewatinya.


Putri Cleo segera berbalik dan memberi salam pada Ratu Arni.


“Kau cantik sekali nak... mirip dengan ibumu saat dia masih muda.” ucap Ratu Arni sambil menyentuh bahu Putri Cleo yang membuatnya kembali teringat pada sosok Putri Zoya dan merindukannya.

__ADS_1


setelah mengucapkan salam pada Rado Arni Putri Cleo meninggalkan ruangan itu karena tidak mau mengganggu urusan ibunya.


Sekarang di ruangan itu hanya ada ratu Arni dan Ratu Belen saja. karena lama tidak berjumpa mereka berdua pun akhirnya berbincang-bincang lama dan tidak terasa ternyata waktu sudah melewati siang.


Ratu Arni yang merasa sudah lama ada disitu akhirnya berpamitan untuk segera pulang agar dia tidak sampai ke istana petang hari.


Ratu Belen mengantar Ratu Arni sampai ke depan pintu gerbang istana dan baru kembali setelah kereta kuda yang membawa temannya itu hilang dari pandangannya.


Di perjalanan pulang Ratu melewati pinggiran kota. Karena dia merasa gerah dia membuka tirai di keretanya dan melihat pemandangan serta jalanan yang dilewati kereta itu.


Pandangannya kemudian tertuju pada sebuah rumah makan yang berdiri di tepi jalan itu. Ratu melihat rumah makan itu bernama Orion. Hal itu mengingatkannya pada nama cucu yang pernah disampaikan oleh suami putrinya yang juga bernama Orion.


“Kusir... tolong menepi sebentar. Aku ingin mampir ke rumah makan itu dulu.” ucap Ratu Arni pada kusir yang masih menjalankan kereta kuda.


“Baik Yang Mulia Ratu...” jawab kusir itu lalu menghentikan kereta kuda dan menepi.


Ratu Arni segera turun dari kereta kuda dan berjalanan ke rumah makan itu. Dari luar terlihat rumah makan itu ramai pengunjung. Sebenarnya dia tidak merasa lapar tapi entah kenapa rasanya dia ingin sekali masuk ke rumah makan itu sekedar untuk memuaskan rasa penasarannya.


Saat itu kursi di sana penuh dan hanya ada kursi kosong di sudut ruangan. Ratu berniat duduk di sana sambil menunggu pesanan nya datang. Di sana dia melihat ada seorang gadis yang duduk terlebih dulu. Tapi gadis itu tidak memesan makanan dan hanya minum saja sambil membaca sebuah buku.


“Nak... bolehkah aku duduk di sini?” tanya Ratu Arni pada gadis cantik berambut panjang itu.


Orion yang saat itu sedang membaca membaca buku, langsung menutup bukunya dan menatap pengunjung yang baru datang itu.


“Oh... iya silahkan duduk, nenek. apa nenek sudah dilayani oleh pelayan di sini?” tanya gadis itu ramah menyapa pengunjung yang barusan datang lalu berdiri.


“Sudah nak...” jawabnya sambil tersenyum pada gadis itu.

__ADS_1


“Oh...baik kalau begitu. Jika nenek akan memesan menu lagi aku akan bantu nenek menyampaikan pesanan nenek pada pelayan...” ucap Orion duduk kembali sambil tersenyum ramah pada nenek yang duduk di depannya itu.


Beberapa saat kemudian pesanan datang. Orion tetap duduk di sana sambil meneruskan membaca bukunya.


Ratu Arni mulai menyantap makanan yang dipesannya sambil terus menatap gadis yang duduk di depannya itu. Baginya gadis itu mengingatkannya pada putrinya yang di rindukannya.


“Nak kau cantik sekali...” ucap Ratu Arni tiba-tiba saat menatap lekat-lekat sesosok gadis muda di depannya itu.


Orion tersenyum mendengar pujian yang dilontarkan nenek itu padanya.


“Terima kasih nenek...” balasnya sambil menaruh kembali buku yang dibaca kemeja.


“Kau mengingatkanku pada putriku nak. Paras mu mirip sekali dengan putriku saat berusia sama sepertimu sekarang.” ucapnya terus memandangi gadis muda di depannya itu yang terlihat mirip sekali dengan Putri Zoya dengan tatapan sedih.


Melihat tatapan sedih dari nenek itu membuat Orion pun penasaran pada putri yang diceritakannya.


“Berarti putri nenek sekarang mungkin sudah berkeluarga ya...” tanyanya penasaran.


“Ya nak... putri ku sudah menikah dan memberi ku seorang cucu perempuan. Tapi nenek sudah lama sekali tidak pernah bertemu dengan mereka karena nenek tidak menyetujui hubungan putri nenek sebelumnya. Sejak saat itu Putri nenek meninggalkan nenek dan menikah dengan lelaki pilihannya. Bahkan nenek tidak pernah melihat cucuku nenek sampai sekarang.” ucapnya lagi dan merasa sedih sekali mengingat kejadian itu dan tak terasa air mata menetes di sudut matanya.


Orion merasa tersentuh mendengar cerita dari nenek yang ada di depannya. Dia jadi berpikir apakah dia juga punya sosok nenek yang merindukan cucunya seperti itu ? begitu dirindukan dan dinantikan. Seandainya saja dia bertemu dengan neneknya, pasti dia akan senang sekali.


Gadis itu mengambil tisu yang ada di meja dan menyerahkan pada nenek yang duduk di depannya itu.


“Terima kasih nak... mungkin akan menyenangkan jika mempunyai cucu sepertimu.” ucapnya menerima tisu dan menghapus air matanya.


“Semoga nenek segera bertemu dengan putri dan cucu nenek dan segera berkumpul lagi serta tak pernah berpisah lagi dengan mereka berdua.” ucap gadis itu tulus pada wanita tua yang tidak menghabiskan makanan yang di pesannya itu.

__ADS_1


Beberapa saat kemudian Ratu Arni berpamitan pada gadis yang duduk dengannya itu. Entah kenapa Orion ingin mengantar nenek itu keluar dari rumah makan sampai ke pintu keluar. Dia merasa iba sekali melihat nenek yang bersedih karena kehilangan Putri dan cucunya.


BERSAMBUNG...


__ADS_2