Derai Yang Terbendung

Derai Yang Terbendung
Hana 102


__ADS_3

Kini tiba-tiba saja telepon Lucky pun berdering, ia pun langsung mengangkat telepon tersebut setelah melihat nama yang tertulis.


" Halo Papa." ucapnya untuk mengawali pembicaraan.


" Kau dimana sekarang, Papakan memintamu untuk menjemput Hana." ucap Marcel dari sebrang telepon.


" Lucky ada di rumah Hana Pa." jawab Marcel.


" Lalu kenapa lama sekali." ucapnya.


" Lucky, boleh Bunda yang bicara sama Papa mu?" tanya Mawar.


" Oh tentu boleh Bunda" jawabnya dengan menyerahkan handphonenya pada Mawar.


" Halo Mas, ini Mawar." ucapnya.


" Eh iya, maaf ya kalau tidak sopan." ucapnya yang kini melembut.


" Tidak apa-apa Mas, hanya saja tidak ada memberitahukan apa-apa dan langsung main menjemput saja. Apa Mas nggak berfikir, misalnya kalau Hana sedang tidak ada di rumah bagiamana?" ucapnya dan Marcel pun memikirkannya.


" Maaf, aku salah. Lain kali aku nggak akan mengulanginya lagi, dan akan menginformasikan terlebih dahulu." jelasnya.


" Yuada kalau begitu, Hana masih mau sarapan Mas. Nanti setelah sarapan ia baru pergi." ucap Mawar.


" Yauda gak apa-apa." jawab Marcel dan Mawar pun segera mengembalikan handphone kepada Lucky.


" Papa sudah dengar kan?" tanya Lucky.


" Iya-iya, secepatnya langsung bawa Hana ke rumah." jawab Marcel kemudian langsung mematikan sambungan telepon.

__ADS_1


" Papa sangat menyebalkan." ucap Lucky.


" Memangnya ada apa dengan Papamu?" tanya Wildan.


" Papa langsung mematikan sambungan telepon, dan ia tidak mau mendengarkan lagi apa yang ingin ku bicarakan." ucap Lucky dan semuanya pun menggelengkan kepalanya.


" Yang sabar ya Lucky, apalagi tadi Papamu juga sedang emosi bukan. Jadi maklumi saja ya." ucap Mawar.


" Iya Bunda, Lucky juga sudah terbiasa dengan sikap Papa. Tetapi, tetap saja secepatnya Lucky harus membawa Hana ke rumah, karena sepertinya Papa sudah sangat merindukan Hana." jelasnya.


" Nanti Bunda akan ngomong sama Papamu, agar kamu tidak dimarahi oleh papamu. Dan sepertinya Papamu sangat menyayangi Hana ya, padahal baru ketemu kemarin." jelas Mawar.


" Ya begitulah bunda, aku juga tidak tahu mengapa Papa bisa sangat dekat dengan Hana. Padahal mereka baru bertemu kemarin, hal ini memang sangat aneh Bunda. Padahal ketika bertemu dengan sepupuku saja Papa tidak pernah seperti itu, tetapi entah mengapa Papa bisa seperti itu kepada Hana. Kalau menurutku lebih baik Bunda menikah saja dengan Papa, agar tidak ada yang perlu dibingungkan lagi." jelasnya dan membuat Wildan terkejut.


" Kalau ngomong, jangan sembarangan ya Lucky. Kamu jangan membuat Bunda bingung, yang kamu katakan memang masuk akal. Tetapi kamu membuat Bunda sangat timbang, jadi jangan mengatakan hal yang belum tentu terjadi." ucap Wildan dengan tatapan sinis.


" Sudahlah kalian jangan bertengkar, daripada kalian ribut. Lebih baik coba kalian lihat Hana, saat ini ia sedang makan dengan sangat lahap. Dan yang membuat Bunda sangat bahagia adalah dia, untuk hal yang kamu katakan tadi itu akan Bunda pikirkan terlebih dahulu. Tetapi kamu jangan mengutamakannya kepada Bunda saja, karena Bunda tidak ingin mendapat harapan palsu." jelas Mawar kemudian langsung pergi menghampiri Hana.


" Kalau aku sih setuju saja, yang terpenting bundaku memang mau menerimanya. Tetapi aku tidak akan terima jika papamu menyakiti bundaku, bila bundaku sampai terluka aku akan menghabisi papamu." ucapnya dan membuat Lucky gemetaran.


Tanpa disadari, ternyata Lucky sudah merekam perkataan dari mawar dan juga Wildan. Dan ia pun segera mengirim rekaman itu kepada sang papa, kini Marcel sedang mendengarkan rekaman itu. Dan ia pun menjadi sangat bahagia, dan berniat menyusun rencana. Ia pun langsung mengumpulkan kedua Putranya, untuk menceritakan rencananya.


Kini ketiganya berkumpul di ruang utama, Yuprat dan Deon merasa sangat bingung. Keduanya sudah sangat menantikan apa yang ingin disampaikan oleh Marcel, kini mereka saling pandang dan sudah sangat menantikannya.


" Kalau boleh tahu ini ada apa ya Pa?" tanya Deon yang penasaran.


" Sebenarnya Papa ingin meminta izin kepada kalian, kalau Papa ingin menikah lagi." jelasnya dan membuat keduanya terkejut.


" Memangnya Papa mau menikah dengan siapa?" tanya Yuprat yang penasaran.

__ADS_1


" Rencananya Papa ingin menikah dengan seorang wanita bernama Mawar, dia adalah mantan istri dari Yuda. Atau lebih tepatnya Ibu kandung dari Wildan, bagaimana menurut kalian?" jelasnya.


" Apakah tante Mawar itu sudah setuju?" tanya Deon.


" Papa belum menanyakannya kepada Mawar, hanya saja kedua anaknya sudah setuju. Dan Wildan meminta untuk kepastian, karena ia tidak ingin Bundanya itu bersedih kembali." jelasnya dengan tersenyum.


" Bisakah kami bertemu dulu dengan Tante Mawar?" tanya Yuprat.


" Kalau gitu Papa akan segera mengaturnya, agar dalam waktu dekat kalian bisa bertemu dengan Mawar." jelasnya dan keduanya pun menunggu.


" Sepertinya Papa sedang menunggu seseorang?" tanya Deon yang memperhatikan Marcel selalu melihat ke arah pintu.


" Sebenarnya hari ini Papa mengundang anak Mawar datang, karena Papa merasa sangat nyaman dengannya. Dan itu juga alasan mengapa Papa ingin bersama dengan Mawar, karena Papa tidak ingin berpisah dengan anak ini." jelasnya dan membuat dua putranya itu pun penasaran.


" Anak tante Mawar berarti Wildan." ucap Yuprat.


" Yang Papa maksud bukanla Wildan, tetapi anak musuh mereka yang bernama Hana. Entah kenapa Papa merasa nyaman dekat dengan gadis itu, dan Papa tidak ingin berpisah dengannya." jelasnya.


" Ternyata anak tante Mawar yang membuat Papa nyaman adalah anak perempuan, kami jadi penasaran dengan anak itu. Kira-kira apa sih yang membuat Papa bisa nyaman dengannya, dan apakah kami juga bisa merasakan hal yang Papa rasakan?" jelas Deon yang memang sangat penasaran.


Tiba-tiba saja bel pun berbunyi, Marcel pun segera berlari ke arah pintu. Dan sesuai dengan tebakannya, ternyata Lucky dan Hana lah yang telah tiba. Marcel pun langsung memeluk Hana, Hana awalnya canggung karena melihat kedua orang pemuda di belakang Marcel.


" Ternyata gadis ini cukup cantik, dan sepertinya aku merasa tidak asing dengan wajahnya. Wajahnya membuat aku ingin segera memeluknya, dan entah mengapa wajah gadis ini ada kemiripan dengan Mama." batin Yuprat.


" Kak Yuprat, entah mengapa aku merasa iya ada kemiripan dengan Mama." ucap Deon dengan sedikit berbisik.


" Aku kira awalnya hanya aku saja yang merasakannya, ternyata kau juga merasakannya. Kalau begitu kita harus menyelidiki siapa gadis ini, dan apa kamu mungkin tebakan kita tentang Lucky di masa lalu benar." jawab Yuprat.


" Kamu kenapa sayang?" tanya Marcel yang melihat Hana seperti tidak nyaman dan kemudian ia pun segera melihat ke arah belakang.

__ADS_1


" Kamu tidak perlu takut dengan mereka sayang, mereka adalah Putra. Yang di sebelah kanan adalah anak pertama Papa namanya Yuprat dan yang sebelah kiri adalah Putra kedua Papa namanya Deon." jelasnya.


__ADS_2