Derai Yang Terbendung

Derai Yang Terbendung
Hana 94


__ADS_3

" Kau tidak usah beralasan dijodohkan, bilang saja kalau kau memang tidak ingin bersama denganku melebihi persahabatan." jelas Gina.


" Aku tidak berbohong Gina, aku memang sudah dijodohkan oleh kedua orang tuaku. namanya Lidya, dia adalah anak dari sahabat mamaku." jelasnya.


" Apa, secepat itu." ucapnya.


" Ya begitulah." ucapnya.


" Lalu kau menerimanya?" tanyanya yang penasaran.


" Aku tidak bisa menolaknya, karena keluarga mereka sudah berjasa pada keluarga ku. Hanya ia saja yang bisa menghentikan perjodohan ini, tapi sampai sekarang aku masih belum pernah bertemu dengannya." jelasnya.


" Kau ini aneh, kau yang dijodohkan. Tapi kau nggak pernah bertemu dengannya, bagaimana kalau kau tidak cocok dengannya?" ucapnya yang khawatir.


" Aku pasrah aja, toh lagian aku hanya akan menjalani hubungan di atas kertas dengannya." jawabnya.


" Apa maksudmu?" tanyanya yang tidak mengerti.


" Ya aku hanya menjalankan hubungan di atas kertas, karena hubungan kami tidak akan bertahan lama. Itu si yang ada di dalam pikiran ku saat ini, karena aku juga tidak yakin akan bisa hidup bersama dengannya." jelasnya.


" Kalau kau berkata hal seperti itu, bukankah lebih baik kamu tidak menjalin hubungan dengan dia. Dan lebih baik kau mencari seseorang yang memang mau bersama denganmu, yang hatinya telah terisi dengan namamu." ucap Gina.

__ADS_1


" Yang kau katakan memang benar Gina, tetapi semuanya tidak semudah dengan apa yang kau katakan. Akan sangat sulit untuk membatalkan semuanya, dan mungkin ini memang adalah jalan yang terbaik untukku. Aku sih berharapnya dia mau bersama denganku, dan kami tidak hanya akan menjalani hubungan di atas kertas saja." jelas Damar.


" Kalau itu memang sudah menjadi keputusanmu, aku tidak akan ikut campur dengan urusanmu. Aku berharap hidupmu dengan dia akan bahagia, tetapi kau masih akan tetap bersahabat denganku bukan?" tanyanya yang merasa takut kehilangan Damar.


" Sampai kapanpun aku akan tetap menjadi sahabatmu, dan aku akan selalu berusaha melakukan yang terbaik untuk dirimu. Karena hanya kau saja yang dapat mengerti ku, kita sudah mengenal sejak masih duduk di bangku SMA. Dan karena itu aku juga sudah lebih nyaman bersama dengan dirimu daripada yang lainnya, bahkan bersama orang tuaku saja terkadang aku masih kurang nyaman." jelas Damar dan membuat Gina tersentuh.


" Aku sudah mengetahui semua kisah kehidupanmu Damar, jangan pernah ceritakan kisah ini kepada orang lain. Aku yakin kisah ini pastinya sangat menusuk, dan kisah ini juga yang telah merubah mu menjadi Damar yang pernah aku kenal. Walaupun kini sikap dan tingkah lakumu sudah tidak seperti dulu, tetapi aku yakin jika ada yang mengetahuinya maka mereka akan menghujatmu. Karena Damar yang saat ini sangat jauh berbeda dengan Damar yang ku kenal dulu, dan akan sangat sedikit orang yang mau menerima masa lalu mu." jelas Gina dan Damar pun mengangguk.


" Yang kau katakan memang benar Gina, tetapi suatu hari nanti aku tetap harus menceritakan masa laluku. Aku harus menceritakannya kepada seseorang yang akan mendampingiku, karena akan lebih baik jika dia mengetahuinya dariku daripada dia mengetahuinya dari orang lain. Dan aku yakin, jika ia mengetahuinya dari orang lain maka akan timbul pertengkaran yang cukup sangat besar." jelasnya.


" Yang kau katakan memang benar, dan aku berharap kau akan menemukan pendamping yang bisa menerimamu apa adanya. Yang mau menerima masa lalu mu, dan bisa mengerti tentang kehidupan masa lalu mu." ucap Gina dengan tersenyum.


" Mudah-mudahan saja Lidya adalah orang yang baik, dan aku harap kau bisa hidup bahagia dengan dia. Tetapi tunggu dulu, apakah kau akan melanjutkan ke jenjang pernikahan dalam waktu dekat?" tanya Gina yang baru menyadarinya.


" Aku masih belum mengetahui hal tersebut, tetapi kemungkinan besar hal itu akan terjadi. Tetapi masih ada kemungkinan, Kalau kami akan melanjutkan ke jenjang berikutnya setelah lulus dari kuliah." jelasnya.


" Mudah-mudahan saja kalian akan melanjutkan jadi berikutnya setelah lulus kuliah, karena bila kalian melanjutkan dia jam pernikahan saat ini. Maka otomatis aku harus menjauh dari dirimu Damar, karena aku tidak ingin mengganggu hubungan kalian." jelasinnya yang masih tidak ingin kehilangan Damar.


" Kenapa kau berkata seperti itu, kita kan masih bisa tetap berteman?" tanyanya yang penasaran dengan jawaban Gina.


" Aku bisa mengatakan hal tersebut, karena aku tidak ingin dianggap sebagai pelakor. Okelah istrimu mengetahui kalau kita bersahabat, tetapi kita tidak tahu apa yang akan dikatakan oleh mata publik tentang hubungan kita. Tentunya di dunia ini sangat banyak orang jahat, dan bisa saja tanggapan dari mereka menghancurkan hubungan pernikahanmu. Dan di sanalah mereka menjadikan aku sebagai kambing hitam, karena mereka mencap aku sebagai pelakor." jelasnya den Damar pun memikirkan perkataan Gina.

__ADS_1


" Yang kau katakan emang ada benarnya juga, memang lebih baiknya kami melangsungkan ke jenjang berikutnya setelah perkuliahan selesai. Dan setelah itu mungkin aku bisa sanggup berpisah denganmu, karena aku masih ingat perpisahan kita yang beberapa bulan membuat aku sangat bersedih." jelasnya dan membuat Gina pun sempat tersentuh tetapi ia pun segera mengingat apa yang dikatakan Damar sebelumnya.


" Bisa tidak jangan membuat aku baper, aku sedang berusaha untuk melupakan rasa cintaku kepadamu. Kalau kau mengatakan hal-hal manis kepada diriku, bisa saja aku akan dulu kembali dan melupakan niatku." bentaknya yang sedikit kesal.


" Maafkan aku Gina, sebenarnya sih aku tidak masalah untuk bersanding dengan dirimu. Tetapi aku tidak bisa menentang permintaan kedua orang tuaku, entah kenapa aku selalu merasa lemah kalau sudah berhadapan dengan mereka. Padahal sejak dulu mereka selalu menyakiti diriku, dan tidak pernah memperdulikan kehidupanku di luar sana." jelasnya yang tanpa sadar berderai air mata.


" Sudahlah Damar, sudah cukup kau memikirkan hal tersebut. Lebih baik kau melupakannya untuk sejenak saja, bagaimana kalau sepulang kuliah nanti kita jalan-jalan. Yah hitung-hitung melupakan rasa stress ku, atas penolakan yang telah kau lakukan barusan." ucapnya yang kesal tetapi Damar hanya tertawa.


" Maafkan aku ya, aku tidak bisa menjadi seseorang yang selalu berada di sampingmu hingga kita menua bahkan terpisah oleh takdir." jelasnya dan Gina pun mengangguk.


" Sudahlah tidak usah dibahas lagi, nanti kalau aku bersedih memangnya kamu mau tanggung jawab. Aku yakin kalau aku bersedih kamu pasti akan pergi meninggalkanku, atau kalau tidak kamu akan meledekku terus-menerus karena kamu mengatakan kalau aku menangis hidungku sangat jelek." jelasnya dengan mengingat momen-momen kebersamaan mereka di masa SMA.


# Ikuti terus kelanjutannya dan jangan lupa like, share, komen serta selalu dukung nafras ya teman-teman. Dan baca juga karya-karya nafas yang lain.


1. Naura Abyasya


2. Rela Walau Sesak


3. Sepahit Sembilu


4. Azilla Aksabil Husna

__ADS_1


__ADS_2