
" Aku tidak pernah kenal dekat denganmu, dan sepertinya kau juga telah menyakiti Oyen. Bilang dia bukan siapa-siapa, dia juga sudah lama mengenal diriku. Dia adalah teman terbaikku, orang yang selalu ada di sampingku setelah Oyen pergi meninggalkanku. Kisahku dan Oyen berhenti di saat kami masih SMP kelas 3, tetapi aku bertemu dengannya sejak aku memasuki SMA. Sedangkan engkau, aku tidak pernah berkenalan secara resmi dengan. Dan bahkan aku tidak pernah akrab padamu, jadi jangan bersikap seperti orang yang paling tersakiti." ucap Damar kemudian segera membawa Gina pergi dari tempat tersebut.
" Jangan tinggalkan aku Damar." teriak Safira tetapi Damar tidak menoleh dan terus berjalan pergi meninggalkan tempat tersebut.
Kini Hana terus pulang kampus, Hana memutuskan ingin bertemu dengan sang Ayah. Ia pun segera pergi ke kantor sang ayah, kini ia diantar oleh Arfi. Semua mata memandang ke arah Hana dan juga Arfi, banyak orang yang mengatakan kalau Hana dan Arfi adalah pasangan yang cocok.
" Selamat siang Mbak." ucap Hana dengan lembut.
" Selamat siang Mbak, ada yang bisa saya bantu?" tanya Tata yang tidak mengetahui siapa sebenarnya Hana.
" Saya ingin bertemu dengan Pak Yuda." jawabnya.
" Apakah sudah membuat janji terlebih dahulu?" tanya resepsionis itu dengan sopan.
" Belum ada buat janji Mbak." jawabannya yang memang belum ada membuat janji.
" Kalau seperti itu, tidak bisa menemui Pak Yuda ya Mbak. Kebetulan Pak Yuda nya juga sedang sibuk, mungkin lebih baik mbaknya membuat janji dulu sama Pak Yuda." usul resepsionis tersebut yang bernama Tata.
Tiba-tiba saja Wina pun hadir, sontak saja iya kaget dengan kehadiran Hana. Ia pun sangat cemas, ia pun langsung mengambil alih manajer resepsionis.
" Selamat siang nona Hana." ucapin nah dengan tersenyum.
" Selamat siang juga Mbak Wini." jawab Hana dengan tersenyum.
" Mbak pasti mau menemui Pak Yuda ya, kalau begitu mari saya ntar ke ruangannya." ucap Wini dan membuat Tata kebingungan.
" Maaf mbak Wini, Pak Yuda nya sedang sibuk. Jadi nggak akan mungkin bisa diganggu sama siapapun, lagian sih mbaknya belum ada buat janji." jelaskan Tata.
" Kau ini aneh Tata, untuk apa nona Hana membuat janji. Lagian dia ke sini juga ingin bertemu dengan ayahnya, dan kalau kau menghalangi pertemuan nona dangan dengan Pak Yuda. Makanya jangan salahkan aku, jika kau mendapatkan sanksi. Kali ini aku hanya mengingat kamu saja, tetapi hal ini jangan sampai terulang kembali." ucap Wini dan Tata pun kaget mendengar hal tersebut.
" Maksud Mbak Wini, Mbak Hana Ini anaknya Pak Yuda?" tanya Tata untuk memastikan.
__ADS_1
" Apakah masih kurang jelas apa yang aku katakan tadi, sekarang jangan ganggu. Dan ingat satu hal lagi, kalau nona Hana datang langsung persilakan ia masuk ke dalam ruangan Pak Yuda." ucapnya mengingatkan Tata.
" Baik Mbak." jawabnya.
Wini dan Hana pun segera pergi keruangan Yuda, alangkah kagetnya Hana ketika melihat Yuda sedang bersama dengan seseorang. Ia pun ingin pergi, tetapi sang ayah langsung memanggilnya. Dan akhirnya ia pun bertemu dengan tamu sang Ayah.
" Hana, kesini sayang." ucapnya.
" Baik Ayah." jawabnya dengan tersenyum.
" Jadi ini anakmu yang namanya Hana, ternyata cantik juga ya." ucap pria itu.
" Tentu saja cantik, siapa dulu bapaknya." ucap Yuda menyombongkan diri.
" Dari dulu kau tidak pernah berubah ya Yuda, kau selalu saja menyombongkan dirimu." ucap pria itu dengan menggelengkan kepalanya.
" Kau kan sudah mengenalku Marcel, jadi biasa lah." ucap Yuda.
" Ya untungnya aku sudah mengenalmu, seandainya aku nggak kenal sama kamu. Mungkin saat ini aku sudah emosi besar, dan mungkin kamu sudah ku bakuhantamkan." jelas Marcel.
" Ya itu kan misalnya aja, ya kali kita bertengkar di depan anakmu. Endingnya nggak tepat banget." jelas Marcel.
" Nah itu kamu ngerti Marcel, Oh iya sayang. Kenalin ini temannya Ayah, namanya Marcel." ucapnya memperkenalkan Marcel kepada Hana.
" Halo Om Marcel." ucapnya dengan tersenyum.
" Halo juga Hana sayang, Om seneng banget bisa ketemu kamu hari ini. Biasanya Om cuma bisa dengar tentang kamu, dan ternyata kamu memang sesuai dengan apa yang diceritakan oleh kamu. Dan kalau kamu mau tahu rahasia-rahasia tentang ayah kamu, kamu bisa hubungi Om secepatnya. Om tahu banyak rahasia tentang ayah kamu, karena Om sudah berteman sejak SMA." jelasnya dan membuat Hana penasaran dengan sosok Ayahnya di masa lalu.
" Jangan macam-macam kau ya Marcel, aku nggak mau kau meracuni anakku." ucap Yuda dengan tatapan sinis.
" Waduh, aku takut ni." ucapnya dengan ekspresi takut.
" Nggak usa akting kau ya Marcel." ucapnya.
__ADS_1
Hana tersenyum melihat tingkah Yuda dan Marcel, ia sangat senang karena melihat tingkah Ayahnya. Sudah lama ia tidak melihat senyuman di wajah Ayahnya, terutama semenjak Ayahnya menikah dengan Tami yang merupakan Ibu tirinya.
" Kenapa tertawa sayang?" tanya Marcel.
" Tingkah Om dan Ayah sangat lucu." jelasnya dan keduanya pun langsung tertawa.
" Anakmu ini sangat lucu ya, aku jadi ingin ia menjadi menantuku." ucapnya.
" Kalau soal itu nggak bisa, putriku ini sudah memilih pacar." jelasnya.
" Ya sudahlah, ternyata aku terlambat bertemu dengan putrimu." ucapnya dengan ekspresi tidak enak.
" Walaupun kau tidak bisa dijadikan putriku sebagai menantumu, setidaknya kau masih bisa menganggap putriku seperti putrimu sendiri." jelas Yuda dan Marcel pun tersenyum.
" Yang kau katakan ada benarnya juga, kalau begitu mulai hari ini kamu jadi anak-anak angkat Om ya. Dan mulai hari ini juga kamu panggil Om dengan sebutan Papa." ucapnya dan membuat Hana tersentak.
" Ya nggak secepat itu juga kali Marcel, lihat putriku sampai kebingungan." ucap Yuda dengan menggelengkan kepalanya.
" Ya maaf Yuda, habisnya aku sangat ingin memiliki seorang Putri. Aku sudah lama menikah, tetapi aku tidak kunjung memiliki seorang Putri. Yang aku miliki justru tiga orang Putra, dan tingkah mereka itu jujur saja membuat aku sering kesal." jelasnya.
" Bicara mengenai Putramu, aku jadi penasaran dengan nama ketiga Putramu itu." ucap Yuda yang memang penasaran.
" Oh iya aku melupakannya, aku belum pernah memberitahu nama Putraku kepadamu. Putra pertamaku bernama Yuprat, kemudian Putra keduaku bernama Deon, dan Putra ketiga ku bernama Luki." jelas Marcel.
" Tak kusangka mereka memiliki nama yang cukup unik, apalagi nama Putra pertama." jelas Yuda.
" Aku kan memang harus mencari nama yang sangat unik, karena aku tidak ingin nama putraku ada di nama orang lain. Tetapi sayangnya eksplatasiku tidak sesuai dengan kenyataan, ternyata ada orang yang menggunakan nama yang sama dengan Putra aku." jelasnya.
# Ikuti terus kelanjutannya dan jangan lupa like, share, komen serta selalu dukung nafras ya teman-teman. Dan baca juga karya-karya nafas yang lain.
1. Naura Abyasya
2. Rela Walau Sesak
__ADS_1
3. Sepahit Sembilu
4. Azilla Aksabil Husna