
" Harus dong, kalau tidak aku akan memisahkan kalian." ucapnya dengan tatapan sinis.
" Yauda kalian lanjut aja, ummi mau lihat Hana." ucap ummi.
" Saya boleh ikut untuk lihat Hana tidak ummi?" tanyanya.
" Tentu saja Wildan, kau itu kakaknya. Jadi kau lebih berhak atas Hana, ummi disini hanya menjaganya. Tetapi yang memiliki tanggung jawab atas Hana sepenuhnya adalah kau." ucap ummi kemudian melangkah kakinya pergi.
Wildan pun merenungi apa yang dikatakan oleh ummi, dan kini Wildan semangkin bertekad untuk melindungi Hana. Karena kini ia memiliki tanggung jawab, dan tanggung jawab itu sangat berat. Karena tanggung jawab itu, mengenai nyawa seseorang.
" Nak Wildan, ayo katanya mau ikut lihat Hana." ucap ummi.
Wildan pun segera berlari mengejar ummi, kemudian mereka langsung pergi ke kamar dimana Hana sedang tidur. Wildan tersenyum melihat adiknya tidur dengan sangat nyenyak.
" Makasih tante, kalau nggak ada tante aku nggak tau Hana gimana Semarang. Mungkin tante juga tau, saat ini bunda sedang tidak ada. Dan jujur aku nggak enak mau ganggu bunda." jelasnya.
" Ya sudah, lagian ada ummi. Jadi kau tenang saja, sekarang mending kau urus tentang si Angel. Urusan Hana biar tante aja yang urus." ucap ummi dengan menepuk pundak Wildan.
" Tante tenang aja, urusan Angel sudah aman. Jadi kejadian seperti ini tidak akan terjadi lagi." ucapnya dan ummi pun tersenyum.
" Ok kalau begitu, berhubung bunda mu sedang tidak ada di rumah. Jadi untuk malam ini nak Wildan bisa menginap disini, Dafa tolong bawa Wildan ke kamar…" ucap ummi yang tiba-tiba saja terhenti.
" Wildan biar tidur di kamar ku aja ummi." ucap Bayu yang baru saja tiba.
" Ya sudah, ummi serahkan sama kalian. Terserah Wildan mau tidur dikamar Bayu ataupun Dafa." ucap ummi, kemudian pergi meninggalkan mereka.
" Hei, kalian ngapain di kamar ku?" tanya Cahaya yang baru saja tiba.
" Aku tadi mau lihat Hana." jawabnya dengan menatap ke arah Hana, dan Cahaya pun juga mengikuti arah pandangan Wildan.
" Oh gitu, yauda sana. Lagian Hana juga sedang tidur." ucap Cahaya, dan mereka pun segera keluar. Kemudian Cahaya langsung membaringkan tubuhnya disamping Hana.
" Kau pasti sangat menderita, aku janji akan membalas penderitaan mu Hana." Batin Cahaya.
Cahaya masih saja memikirkan tentang kejadian yang dialami oleh Hana, dan kini tekatnya untuk mencari tau siapa dalang semangkin kuat. Ia sangat tidak terima, baginya Hana sudah seperti adiknya sendiri. Tanpa sadar, akhirnya Cahaya pun terlelap.
...----------------...
" Ayo masuk." ucap Bayu mempersilahkan Wildan.
" Iya." jawabnya dengan melangkahkan kaki menuju ke kamar.
" Ni, ganti dulu." ucap Bayu dengan melemparkan sebuah kaos dan juga celana pendek.
" Ok." ucapnya kemudian langsung pergi menuju kamar mandi. Tidak lama setelah itu, Wildan pun keluar dari kamar mandi.
__ADS_1
" Bay, apa benar yang dikatakan oleh ummimu?" tanya Wildan.
" Memang ummi ku bilang apa?" tanya Bayu.
" Kau pernah pacaran dengan orang yang menghalalkan segala cara agar bisa pacaran dengan mu." ucap Wildan.
" Ya benar, dan aku juga menyesalinya. Dan bahkan ia juga pernah menyakitinya adikku." ucap Bayu.
" Ternyata benar ya yang dikatakan oleh ummimu, lalu dia siapa?" tanya Wildan.
" Aku nggak akan ceritakan siapa dia, tapi dia memang sangat tega." ucapnya.
" Ya sudah la, tapi aku jadi penasaran." ucapnya.
...----------------...
" Hacim, Sepertinya ada yang sedang membicarakan ku." ucapnya.
...----------------...
" Sudahlah jangan dibicarakan lagi, aku sudah tidak mau membahas tentang dia. Dan aku ingin mengenalkan ngkau dengan pacar ku yang baru, dia baik dan cantik. Dan kau harus tau, dia juga yang menyadarkanku dari cewek itu." ucap Bayu dengan tersenyum dan membayangkan wajah Dea pacarnya.
" Cie yang lagi bucin, jadi gimana uda dapat restu belum?" tanya Wildan.
" Sudah." jawabnya dengan tersenyum.
" Iya restu dari sini, bahkan langsung di suruh nikah sama Abi dan ummi." ucapnya dan membuat Wildan kaget.
" Wah kalau gitu kenapa nggak langsung nikah aja." ucap Wildan.
" Pengennya sih gitu, tapi pacar aku masih kuliah." jelasnya.
" Kalau seperti itu selesaikan dulu lah, baru lanjut. Tapi aku jadi penasaran dengan pacar kakak itu, jadi kapan nih mau dikenalin ke aku?" tanya Wildan yang penasaran.
" Kalau besok gimana, kau bisa apa tidak?" tanya Bayu.
" Boleh aja, kabarin aja." jawabnya.
Tidak lama setelah itu, terdengar suara dering telepon. Dan ternyata yang menelpon adalah Dea, yang merupakan pacar Bayu. Kini Wildan menjadi seperti obat nyamuk, tetapi ia mencoba untuk tidak memperdulikannya. Dan Ia pun segera tertidur, karena masih banyak tugas yang harus ia kerjakan esok hari.
...----------------...
Hari yang cerah Hana terbangun karena mendengar suara panggilan dari Cahaya, ia pun membuka matanya. Dengan samar-samar ia melihat wajah Cahaya, dan ia pun menjadi kaget.
" Aaaa…" Teriaknya.
__ADS_1
" Apaan si Hana, aku kan jadi kaget." ucap Cahaya.
" Ya habis kakak buat kaget aja." ucapnya.
" Ya maaf, habis kau sepertinya tidurnya sangat nyenyak. Jadi aku harus bangunin kau, kau pasti juga akan kaget waktu melihat jam." ucap Cahaya.
" Oh iya, soal itu sekarang jam berapa ya kak?" tanyanya.
" Sekarang jam 7." ucap Cahaya dan membuat Hana tambah kaget.
" Kakak bercanda kan?" tanyanya.
" Aku nggak lagi bercanda Hana, kalau nggak percaya kau bisa lihat sendiri." ucapnya dengan menunjuk ke arah jam.
" Apaaa…" teriak Hana ketika melihat jam.
" Uda nggak usa teriak, sekarang mending kau mandi!" perintah Cahaya.
" Baik kak." jawabnya kemudian langsung melangkahkan kakinya menuju kamar mandi, sedangkan Cahaya turun duluan kemeja makan.
" Mana hana?" tanya ummi.
" Masih mandi Ummi." jawabnya.
" Jam segini kok masih mandi?" tanya ummi.
" Kakak nggak tegah bangunin Hana ummi, jadi Hana baru bangun." ucapnya.
" Yauda gpp, lagian Hana juga perlu menenangkan diri." balas ummi.
" Hana mana?" tanya Wildan yang baru saja turun bersama dengan Bayu.
" Nyariin aku ya." ucap Hana yang kini berada di tangga.
" Akhirnya muncul juga, dari mana aja?" tanya Wildan.
" Aku kesiangan, hehehe." ucapnya sambil tertawa.
" Kok bisa-bisanya kau sampai kesiangan." ucap Wildan dengan tatapan sinis.
" Nggak usa banyak omong, ya wajarlah dia kesiangan. Kau kan tau masalah yang ia hadapi, dan aku juga nggak tega bangunin." ucap Cahaya dan membuktikan semuanya terdiam.
" Uda jangan ribut lagi, sekarang sarapan dulu. Kalian apa nggak masuk kuliah." ucap ummi, dan kini semaunya pun duduk dan menyantap sarapan yang sudah disediakan.
" Wah masakan ummi enak banget." ucap Hana.
__ADS_1
" Harus dong, nggak jauh bedakan dari masakan bunda mu?" tanya ummi dan Hana hanya mengangguk dan tersenyum.