
" Nggak ya dek, kakak nggak ada nyuruh mereka publish. Tapi Kakak memang bilang kalau mereka harus cepat mengklarifikasinya." jelas Wildan kepada Hana.
" Ya sama aja kak." ucapnya.
" Ya bedah la dek." ucapnya membela diri.
" Yauda deh terserah, tapi aku jadi penasaran sama pelaku dari semua ini…au sakit." ucap Hana dari sebrang telepon, dan dalam sekejap Wildan pun menjadi cemas dengan keadaan Hana.
" Adek kau nggak apa-apa?" tanyanya untuk memastikan.
" Nggak kak, adek nggak kenapa-kenapa kok." balasnya.
" Syukurlah, tapi tadi suara apa ya dek?" tanyanya.
" Oh tadi ada orang yang jalan nggak hati-hati, jadi dia nabrak adek kak." jelasnya.
" Oh gitu ya dek, syukurlah. Kalau gitu kakak matikan dulu ya." ucapnya.
" Yauda kak." ucapnya, kemudian sambungan telepon pun terputus.
" Hem, lihat aja kau Hana." batin seorang wanita yang sempat menabrak Hana tadi.
Dafa pun tiba-tiba saja datang, ia berniat mengajak Hana untuk makan di kantin.
" Dasar Sasimo (Sana-sini mau), kayak gitu kau kok bisa suka Wildan. Kayaknya ku foto, terus sebarin ke grup seru ni." batin perempuan itu.
Dalam sekejap Hana menjadi pusat perhatian, karena berita tidak benar dari Angel. Banyak mahasiswa dan mahasiswi yang menghujat Hana, tetapi banyak juga yang membela Hana. Wildan yang mendapatkan banyak pesan dari teman-teman seperjuangannya di organisasi, ia pun segera membukakan karena ia penasaran.
Dan benar saja, banyak teman-temannya yang melontarkan pertanyaan yang menurut Wildan kaget. Dan banyak juga dari mereka yang mengatakan hal yang aneh-aneh tentang Hana, Wildan pun menjadi teringat dengan Rio dan juga Tina. Tetapi kali ini yang menjadi sasaran adalah ia.
Dengan cepat, Wilda pun segera mempublikasikan hubungannya dengan Hana. Dan dalam sekejap berita itu membuat jagat maya kaget, dan Wildan juga mengunggah beberapa foto bukti hubungannya dengan Hana dan juga bukti karena Dafa dan Hana berpacaran. Bahkan Wildan juga memberikan kalau kedua sudah di jodohkan sejak kecil, dan berita itu membuat jagat maya menjadi semangkin ramai.
...----------------...
" Wah, nggak nyangka kalau si Hana itu adik Wildan. Pantas saja waktu si Angel membully Hana dulu, Wildan sampai marah besar." ucap seseorang dan tanpa sengaja Angel pun mendengar itu, dan ia pun menghampiri orang tersebut.
__ADS_1
" Apa tadi kau bilang." ucap Angel yang masih tidak percaya.
" Hana itu adik Wildan." ucapnya dengan santai.
" Nggak usa ngomong yang aneh-aneh deh." ucapnya dengan sorot mata yang tajam.
" Ngapain ngomong yang aneh-aneh, orang itu kenyataannya. Kalau tidak percaya lihat aja di forum kampus." ucap pemuda itu, kemudian langsung pergi meninggalkan Angel.
Angel yang penasaran dengan apa yang dikatakan oleh orang tersebut, ia pun segera membuka forum kampus. Dan alangkah kagetnya ia, ketika ia membaca berita tentang Hana. Ia pun dalam seketika menjadi panik, ia menjadi takut kalau sampai Hana dan Wildan mengetahui kalau ialah yang melakukannya dan telah menghancurkan nama mereka.
" Hadu bagaimana ini, kayaknya aku harus buat rencana. Agar si Wildan tidak mengetahuinya." ucapnya yang panik.
Sangking paniknya Angel, ia sampai lupa untuk menghilangkan bukti. Ia sangat gugup, dan ketakutan. Ia takut kalau Wildan akan semangkin membencinya, karena ternyata orang yang ia sakiti adalah adik dari orang yang ia suka.
...----------------...
Wildan dan teman-temannya pun berusaha untuk menyelidiki siapa dalang di balik semuanya, karena Wildan sudah marah. Wildan tidak suka karena adiknya jadi terlibat masalah, dan membuat adiknya bersedih.
" Wil, sudah ketemu id nya. Dan id nya terletak di sekolah kita." ucap Bima.
" Yang benar kau, kalau begitu kau bisa tau nggak siapa orangnya." ucap Wildan.
Akhirnya mereka pun menemukan siapa dibalik semuanya, Bima sangat terkejut ketika mengetahui siapa orang itu. Dan ia tidak bisa berkata apa-apa, dan langsung meminta Wildan untuk melihatnya sendiri.
" Wil, mending kau sendiri yang lihat. Aku nggak tau harus bilang apa." ucapnya, dan Wildan pun langsung melihat nama yang tertulis.
" Sudah ku tebak, dan ternyata benar dia orangnya." ucap Wildan dengan tampang kesal.
" Aku nggak percaya, kalau ternyata dia bisa berbuat seperti ini. Maaf ya Wil, aku tidak bisa memperingatkannya." ucap Bima.
" Sudahlah Bima, ini semua salah Angel. Jadi kau tidak bersalah, jadi jangan pernah merasa bersalah." ucap Wildan dan kemudian mereka langsung berpelukan.
" Walau bagaimanapun aku tetap bersalah karena Angel itu sepupu ku." ucapnya yang sebenarnya sangat malu untuk mengakui Angel sebagai sepupunya.
" Sudahlah, jangan dibahas lagi. Semuanya tidak ada sangkut pautnya dengan mu, jika kau masih menyalahkan dirimu. Aku akan melupakan pertemanan kita, dan meninggalkan mu." ancam Wildan.
__ADS_1
" Eh iya, jangan dong. Kalau tidak ada kau, siapa dong yang mau ngajarin aku disaat aku tidak mengerti pelajaran." ucapnya dengan jujur.
" Ya cari aja orang lain, kalau nggak sama si Dolly aja." ucap Wildan.
" Tidak…jangan la Wil, bisa-bisa aku nggak berbetuk manusia lagi nanti." ucapnya dengan membayangkan jika ia bersama dengan Dolly.
...----------------...
" Siapa sih yang lagi ngomongin ekeh, kan ekeh jadi bersin." ucapnya dengan gaya gemulainya.
" Mungkin ayang mu." ucap seorang wanita dengan tersenyum.
" Eh bisa jadi, kalau memang dia yang ngomongin. Ekeh senang banget, tapi itu nggak mungkin. Kan dia selalu nolak ekeh." ucapnya dengan sorot mata sedih.
" Udalah jangan sedih." ucapnya.
" Ya kalau dia mau sama mu, itu artinya dia juga nggak normal." batin wanita itu.
...----------------...
" Kau pasti ngeri kan membayangkannya, hehehe." ucap Wildan dengan tertawa.
" Ya gilo la, aku masih normal ya. Ya kali aku jeruk makan jeruk." ucap Bima dengan kesal, kemudian mengejar Wildan
Keduanya pun berlarian, hingga mereka merasa lelah.
" Uda Bim, aku capek. Dan sekarang aku harus cari adikku, pasti dia sedang sedih." ucap Wildan yang kelelahan.
" Yauda, sana cari adikmu. Aku yakin dia pasti membutuhkanmu sebagai kakaknya." ucap Bima.
" Ok Bim, sebelum thanks ya." ucap Wildan kemudian langsung pergi meninggalkan Bima.
Wildan pun segera menelpon Dafa, ia yakin saat ini adiknya Hana pasti sedang bersama dengan Bima. Dan ia yakin, adiknya juga sedang bersedih karena berita yang sudah beredar. Walaupun beritanya sudah mulai mereda, tetapi adiknya pasti masih sangat terpukul.
" Halo Dafa, kalian dimana?" tanya Wildan yang langsung to the point.
__ADS_1
" Aku sedang di rumah, kakak tenang saja. Saat ini Hana sedang bersama dengan ummiku." ucapnya dan membuat Wildan sedikit tenang.
" Syukurlah kalau begitu, kau memang bisa dipercaya. Kalau gitu aku titip Hana dulu ya, biar aku memberi pelajaran pada dalang dibalik semuanya." ucapnya.