Derai Yang Terbendung

Derai Yang Terbendung
Hana 99


__ADS_3

" Yang dikatakan oleh Lucky benar Ayah, Hana sangat merasa tidak nyaman kalau lucky harus mengikuti." ucapnya.


" Tidak ada penolakan, Ayah tidak ingin hal ini terjadi lagi kepadamu. Hal ini sudah terjadi kepadamu lebih dari sekali, dan itu membuat Ayah sangat tidak tenang." jelas Yuda.


" Ta-tapi Ayah." ucapnya yang terhenti.


" Tidak ada tapi-tapian, Ayah tau ada Dafa di sisimu. Tetapi saat ini Dafa sedang tidak berada di sisimu, dan Ayah tidak tahu harus percaya kepada siapa. Saat ini hanya Lucky yang dapat dipercaya, jadi kamu tidak boleh memberontak." ucap Yuda dengan tatapan sinis.


" Maaf kalau saya lancang, tetapi bukannya selain Dafa ada orang lain yang menjaga dirimu ya?" tanya Lucky yang sempat mendengarkan kabar tersebut.


" Mengapa aku baru teringat akan hal itu ya, ayah kan sudah mengutus bodyguard untuk menjaga aku. Dan bahkan Bunda juga mengutus seseorang, kalau sekarang nambah Lucky. Hidupku semakin tak tenang, sangat banyak yang mengawasi diriku." ucap Hana yang menghilangkan kepalanya dan Marcel pun kini menata karya Yuda.


" Uda ngutus bodyguard pakai miulan aku lagi, nanti lama-lama putri kecilku ini tak betah. Gimana kalau kamu pindah aja ke rumah Papa, Papa jamin hal seperti itu tidak akan terjadi." ucap Marcel yang justru memanfaatkan kesempatan.


" Kalau itu sih kemauan Papa, jujur saja hal itu pasti membuat aku tidak nyaman. Secara Papa tahulah kebiasaanku di rumah seperti apa, dan pastinya aku tidak akan bisa melakukan kegiatanku seperti biasa." ucap Lucky.


" Mengapa kamu tidak nyaman?" tanya Marcel yang berpura-pura tidak tahu.


" Kamu tidak usah banyak beralasan, bilang saja kalau kamu malu pada Hana." ucap Marcel dan Lucky pun hanya tersenyum saja.


" Kau ini bagaimana Marcel, pastinya anakmu akan malu. Apalagi kau memiliki tiga orang Putra, aku yakin mereka tidak akan nyaman ketika ada seorang wanita yang hadir dan menginap di rumah mereka." jelas Yuda.

__ADS_1


" Untuk apa mereka malu, lagian Hana kan ada saudara mereka. Jadi nggak ada gunanya malu, toh mereka ada hubungan saudara." jelas Marcel dan Yuda pun hanya menggelengkan kepalanya saja.


" Kau ini udah pernah peka dari dulu, hal yang kau katakan ini sangat berbeda dengan yang terjadi saat ini. Bila mereka adalah saudara kandung, maka mereka akan biasa saja dan bahkan sangat menyayangi wanita itu. Tetapi ini sangat berbeda, Hana adalah putriku dan kau mencoba untuk mengangkatnya sebagai putrimu. Walaupun bisa dikatakan mereka sebagai kakak adik, tetapi mereka tidak memiliki hubungan darah." jelas Yuda.


" Yang dikatakan Om Yuda adalah benar Papa, aku yakin bukan aku saja yang tidak merasa nyaman. Dan lagian pastinya Hana juga tidak akan merasa nyaman, seorang wanita pasti memiliki banyak pantangan. Contohnya tidak boleh membuka aurat di depan lelaki yang bukan mahramnya, walaupun Papa sudah menganggapnya seperti putri Papa dan begitu juga sebaliknya. Tetapi akan lebih sah jika ayah menikah dengan mamanya Hana terlebih dahulu, barulah Hana akan nyaman ketika membuka aurat di depan Papa karena Papa sudah termasuk mahramnya." jelas Lucky dan membuat Marcel memiliki ide.


" Mendengar penjelasanmu tadi Papa jadi memiliki ide." ucap Marcel dengan tersenyum.


" Oh tidak, jangan bilang Papa mau menikah dengan mamanya Hana." tebak Lucky.


" Benar sekali, kamu setuju kan?" tanya Marcel dengan tersenyum.


" Ya ampun Papa, jalan pikiranmu sudah tertebak. Kalau aku sih terserah papa aja, lagian aku juga tidak tega melihat Papa sendirian. Tapi apakah Papa yakin tante Mawar mau sama papa, tante Mawar itu cantik, baik, pintar, dan tentunya banyak yang suka." jelas Luki dengan melihat Papanya dari ujung rambut hingga ujung kaki.


Hana yang melihat hal itu ia pun tertawa, iya sangat senang melihat Marcel seperti itu. Wajah marah Marcel justru membuatnya tertawa, baginya hal itu bukanlah menyeramkan melainkan lucu. Marcel yang mendengar tawa dari Hana, kini ia pun mengalihkan pandangannya ke hadapan Hana. dan entah mengapa, kini yang muncul adalah wajah mantan istrinya.


" Ada apa sebenarnya ini, mengapa tawanya sama seperti engkau." batin Marcel sambil mengingat istrinya.


" Ada apa dengan Papa?" tanya Lucky yang melihat wajah papanya memucat.


" Papa tidak apa-apa, Papa hanya merasa seperti melihat Mamamu." ucapnya.

__ADS_1


" Papa pasti sangat merindukan mama ya, Lucky tahu papa sangat merindukannya. Tetapi jangan pernah tunjukan sifat itu di luar rumah Papa, karena hal itu akan membuat Lucky semakin tersakiti. Lucky telah gagal menjaga amanah dari Papa, dan Lucky tidak ingin Papa menjadi sedih." ucapnya yang langsung memeluk Marcel.


" Ini semua bukan salahmu, semua ini adalah kecelakaan. Dan kamu juga tidak bisa memprediksi terjadinya, jangan pernah salahkan dirimu. Karena semuanya hanya akan menjadi penyesalan saja, tenangkan dirimu Lucky." ucap Marcel.


Hana kini menjadi penasaran dengan sosok Mama Lucky, dan apa yang sebenarnya terjadi kepada sosok sama Mama. Hingga kini Lucky bisa menjadi seperti ini, ia jadi berniat untuk menyelidiki hal tersebut. Tetapi entah kenapa terbesit rasa takut di dalam hatinya, ia takut niatnya justru akan tambah menyakiti Marcel. Melihat Marcel yang bersedih saja sudah membuatnya ingin menangis, dan ia tidak ingin melihat Marcel menangis lagi.


" Ada apa Hana, mengapa kamu juga ikut bersedih?" tanya Yuda yang melihat putrinya tanpa sadar berderai air mata.


" Ada nggak apa-apa Ayah." jawabnya dengan ada berat sehabis menangis.


" Mengapa sekarang aku merasa yang Ayah dan anak itu Papa dan juga Hana ya." ucap Lucky yang melihat keduanya berdarah air mata.


" Apaan sih kamu." ucap Hana yang tidak suka dengan penuturan Lucky.


" Aku ngomong beneran Hana, setelah diperhatikan ternyata kamu agak mirip loh sama mama aku. Apa jangan-jangan kita Anak yang ditukar." ucapnya dan suasana pun menjadi tegang.


" Nggak usah macam-macam deh lucky, ini itu bukan sinetron. Mikirnya kamu itu kejauhan banget, kasihan lo Papa." ucap Hana yang langsung mencubit lengan lucky.


" Marcell, kayaknya anakmu ini nggak terima banget dilahirkan sama keluargamu ya. Sampai-sampai ia ingin masuk ke keluargaku, apa sebahagia itukah keluargaku?" ucap Yuda yang tidak percaya.


" Mungkin karena aku sering sibuk, dan dia mengira kalau hidup di keluargamu akan sangat enak. Terutama jika ia hanya tinggal berdua dengan bundanya, tapi dia tidak memikirkan apa yang akan dirasakan ketika hanya tinggal berdua." ucap Marcel dan keduanya pun tertawa.

__ADS_1


" Hidupku tak sebahagia yang kau kira Lucky, dan aku rasa lebih nyaman hidup bersama dengan papamu. Walaupun papamu sering sibuk, setidaknya ia selalu ada di sampingmu." jelas Hana yang berderai air mata.


__ADS_2