
" Nggak usa kak, nggak enak ngerepotin." ucapnya.
" Gpp Hana, ayo naik." perintah Wildan.
Dengan pertimbangan yang panjang, akhirnya Hana menurut. Dan mau di antar oleh Wildan, karena melihat jam. Tidak mungkin ojek langganannya akan datang.
" Iya deh kak." ucapnya, langsung naik ke kendaraan Wildan.
" Akhirnya tu anak berhasil." ucap Rio yang masih mengamati dari kejauhan.
" Woy, lagi lihat apa sih?" tanya Tina yang baru saja muncul, dan membuat Rio kaget.
" Tina, ngagetin aja." ucapnya.
" Ya maaf, tapi kau lihat apa si. Sampai serius kali?" tanyanya kembali.
" Melihat perkembangan mereka." ucapnya dengan menunjuk ke arah gerbang.
" Wah gercep kali dia, pasti kau kan yang ngajarin." ucapnya dengan menyenggol bahu Rio dan tersenyum.
" Iya dong, siapa dulu gurunya. Hehehe." jawabnya dengan tawa yang keras.
" Ye dasar, di puji dikit aja langsung terbang." ucapnya yang kemudian meninggalkan Rio.
Rio pun langsung mengejar Tina, karena seperti Tina merasa kesal dengannya. Ia terus berusaha mengejar Tina, tetapi Tina tidak berbalik dan terus berjalan meninggalkan Rio.
...----------------...
" Rumah Hana yang disana kak." ucapnya yang masih berada di kendaraan Wildan.
Wildan pun langsung menghentikan kendaraan di hadapan rumah Hana. Dan sontak saja, dalam sekejap Hana menjadi pusat perhatian tetangganya. Dan tetangga itu pun membicarakan Hana sambil lewat di depan rumah Hana.
" Baru aja masuk kuliah, uda punya pacar. Anak zaman sekarang, pada nggak tau diri." sindir tetangga itu.
Hana yang mendengar itu pun, merasa tidak enak. Dan ia pun meminta Wildan untuk pulang. " Maaf ni kak, kayaknya kakak langsung pulang aja ya." ucap Hana dengan selembut mungkin agar tidak menyinggung perasaan Wildan.
Wildan yang sudah mendengar ucapan tetangga tadi, ia pun mengerti dan mengangguk pertanda setuju dengan apa yang dikatakan oleh Hana. Ia tau kalau Hana tidak berniat untuk mengusirnya, tetapi omongan tetangga sangat kejam. Dan pastinya sangat menyakitkan untuk didengar, Wildan pun tidak ambil pusing dengan itu.
" Yauda aku pulang, tapi kau masuk dulu ya." ucapnya dengan lembut.
Hana pun langsung mengangguk, dan segera berjalan kearah pintu rumahnya. Setelah memastikan Hana sampai di rumah dengan aman, Wildan pun segera melajukan kendaraannya. Kini ia memutuskan untuk pergi ke rumah Rio sahabatnya.
__ADS_1
...----------------...
" Eh anak bunda uda pulang, gimana kuliah?" tanya sang bunda.
" Alhamdulillah baik Bun, hanya ada sedikit kesulitan saja." jawabnya dengan menghelan napas.
" Masalah apa dek, bisa bunda bantu. Jangan bilang kau di bully?" tanya Bunda yang cemas.
" Nggak bunda, adek nggak di-bully." jawabnya yang kini duduk di meja makan.
" Terus kenapa dong, wajah Putri Bunda kenapa harus ditaku?" tanya sang Bunda yang penasaran.
" Biasa Bun, tetangga kita." jawabnya setelah meminum air yang ada di meja.
" Memangnya, tetangga kita kenapa dek?" tanya bunda kembali.
" Jadi gini Bun, tadi adek pulang diantar sama senior adek di kampus…" jelasnya yang tiba-tiba saja dipotong oleh bunda.
" Loh kok bisa dek, terus apa hubungannya sama tetangga kita?" tanya bunda kembali yang masih bingung.
" Tadi pas tadi di depan rumah, ada tetangga kita yang lewat Bun. Eh dia bilang, "baru masuk kuliah aja udah pacaran." pas di depan wajah adik Bun." jelasnya dengan tampang kesal.
" Tapi kan adik jadi nggak enak bun, uda adek numpang. Eh senior adek malah dapat kata-kata nggak enak." jelasnya yang merasa tidak enak pada seniornya tersebut.
" Ya mau gimana lagi dek, tapi senior adek nggak marah kan?" tanya bunda untuk memastikan.
" Ntahlah Bun, tadi sih senior adek itu nggak ngomong apa-apa. Cuman dia langsung pergi, setelah dia mematikan adek masuk ke dalam." jelasnya sambil mengingat kejadian tadi.
" Ya udah nggak usah dipikirin dek, besok kamu bawain kue aja. Bilang sebagai permintaan maaf, atas kejadian hari ini." usul sang Bunda.
" Ide Bunda bagus juga, kalau gitu besok adek bakal bawa kuenya deh. Doain ya Bun biar diterima, karena kalau diterima berarti kakak senior adek nggak marah." jelasnya.
" Iya sayang, bunda doain. Yauda sekarang mandi sana, bau lebus." ucap bunda dengan menutup hidungnya.
Hana pun langsung berlari menuju kamarnya dan segera mandi, karena dia memang tau kalau dia memang bau.
...----------------...
Kini Wildan telah sampai di rumah Rio, ia tidak perlu mengetuk pintu dan ia segera masuk ke rumah. Dan dia pun bertemu dengan Mami Rio.
" Halo Tante." ucapnya dengan tersenyum.
__ADS_1
" Halo Wildan, Rio ada di kamarnya. Langsung masuk aja sana." ucap Mami Rio mempersilahkan.
Wildan pun segera menuju ke kamar Rio, dan ketika ia sampai. Ia melihat Rio yang sedang melamun, dan ia pun langsung mengagetkan Rio.
" Woy, ngelamun aja." ucap Wildan.
" Wildan, ngagetin aja kau. Uda selesai urusan mu sama Hana?" tanya Rio.
" Ya ini makannya aku mau cerita." ucapnya.
" Yauda sini duduk, aku jadi penasaran ni." ucapnya yang memang sudah tidak sabar.
" Jadi gini, tadi kan aku nganter dia sampai depan rumahnya..." ucapnya yang terhenti.
" Terus gimana?" tanyanya.
" Kan aku masih cerita, jadi jangan dipotong dulu." ucapnya yang kesal.
" iya-iya maaf." ucapnya dengan ekspresi menyesal.
" Jadi tadi pas aku baru sampai rumah dia, ada tetangga yang lewat. Dan asal kau tahu ya, mereka malah julitin aku dan Hana. Dan jujur aku kesel banget sama mereka, untung aja ada Hana, kalau nggak udah habis mungkin mereka sama aku." jelasnya ya memang sudah kesal.
" Wah-wah ngeri banget, itu tetangga apa tetangga?" kini Rio juga ikut kesal.
" Lah kenapa kau emosi, kan aku dan Hana yang di julitin?" tanyanya yang heran melihat tingkah sahabatnya.
" Sebagai sahabatmu, aku juga akan marah kalau kau di apa-apain." jelasnya kemudian mereka berpelukan.
" Thanks ya Rio, kau memang sahabat terbaikku. Tapi kalau dipikir-pikir kayaknya jelitanya bermanfaat juga deh." ucapnya dan mencoba mulai menyusun rencana.
" Memang mau dimanfaatin gimana?" tanya Rio yang lagi dengan jalan pikiran sahabatnya itu.
" Ya coba kau pikir, kali ini oke dijulitin. Tapi kalau berikutnya pasti kan enggak, karena mereka pasti mengira aku pacarnya." jelasnya dan mendapat angkutan dari Rio.
" Eh iya juga ya, kalau gitu aku doain deh. Mudah-mudahan dengan ini, kau bisa semakin dekat dengan Hana." ucapnya.
" Amin." Teriak mereka serentak, dan membuat Mami Rio kaget dan langsung masuk kamar Rio.
" Kalian berdua, Ada apa sih mami sampai kaget." ucapkan Riska, yang merupakan Mami Rio.
Keduanya pun tidak menjawab, mereka hanya tertawa mendengar ucapan dari Maminya. sang Mami pun bertanya-tanya, ada apa dengan anaknya dan juga sahabatnya itu. Karena bukanya menjawab, mereka justru tertawa lebar.
__ADS_1