
" Nama saya Hana Tante." jawabnya dengan gugup.
" Hana ya, kau kenal dengan Dafa dari mana?" tanya ummi kembali masih dengan sorot mata yang tajam.
" Sa-saya kenal Dafa, dari MPLS di kampus Tante dan kebetulan kita juga satu jurusan." ucapnya dengan tersenyum terpaksa, karena ia sebenarnya merasa takut dengan ummi dari Dafa.
" Masa MPLS, kalau begitu kalian belum lama kenal ya?" tanya ummi untuk memastikan.
" I-iya Tante." jawabnya.
Ummi yang sudah tidak tahan, akhirnya ia pun tertawa. Dan kini Hana menjadi bingung, karena tiba-tiba saja sikap ummi Dafa berubah. Tiba-tiba saja, Cahaya pun pulang.
" Ummi, ummi uda pulang. Akhirnya, Cahaya rindu banget sama ummi." ucapnya yang kini berada di dalam pelukan umumnya.
" Eh jangan gitu, lagi ada tamu." ucap ummi, dan Cahaya langsung mengedarkan pandangannya untuk mencari sosok yang disebut dengan tamu oleh ummi nya.
" Hana, ngapain kau di sini?" tanyanya.
" Kakak kenal sama pacarnya Dafa?" tanya ummi.
" Kenal, eh tunggu dulu. Tadi ummi bilang apa?" tanyanya untuk memastikan apa yang ia dengar.
" Dia pacar Dafa kak." jawab ummi dan sontak saja Cahaya kaget.
" Hana pacar Dafa, bukannya kau pacar Wildan ya?" tanya Cahaya, dan kini sorot mata ummi sangat tajam.
" Nggak Kak, kak Wildan itu kakakku." jelasnya dan membuat Cahaya kebingungan.
" Kau adik Wildan, nggak mungkin ah. Ya memang sih Wildan pernah bilang kalau dia punya adik perempuan, tapi adiknya itu tingkah bersama bundanya." jelas Cahaya.
__ADS_1
" Iya memang aku adiknya kak Wildan kak, dan aku memang tinggal sama bunda. Kalau kakak nggak percaya ini ada foto aku sama bunda dan kak Wildan." ucapnya dengan menunjukkan fotonya di handphone.
Ummi terkejut ketika melihat foto bunda Mawar, ia langsung memeluk Hana. Dan tanpa ia pun menangis, Hana dan Cahaya yang melihatnya. Mereka berdua pun kebingungan. Mereka menjadi panik karena ummi menangis.
" Ummi kenapa?" tanya Cahaya.
" Ummi nggak apa-apa, ummi cuma nggak nyangka aja bisa ketemu sama anak dari Mawar. Dan ummi juga kaget, ternyata Wildan adalah anak dari Mawar juga. Karena dulu ummi nggak bisa datang di acara nikahannya." jelas ummi dan membuat keduanya kaget, terutama Cahaya.
" Tante kenal sama mama ku?" tanya Hana yang penasaran.
" Tentu dong sayang, ummi sahabatan sama bunda mu. Tapi ummi kehilangan bunda mu, tidak pernah kontak selama bertahun-tahun." jelas ummi sambil mengelus kepala Hana.
" Wah, kalau gitu bisa reuni dong." ucap Bayu yang baru saja muncul.
" Apaan si kau Bay, oh iya adikmu mana?" tanya ummi, karena tidak melihat Bayu bersama dengan Dafa.
" Bayu, kau ini ada-ada aja. Ayo sekarang kita buka pintunya, kau lupa ya Dafa kan punya riwayat sakit asma." ucap ummi yang khawatir.
Sontak saja Bayu langsung teringat, dan ia langsung berlari menuju ke gudang. Ia pun langsung membuka pintu gudang, dan benar saja Dafa sudah pingsan di dalam gudang. Ummi pun langsung cemas, dan langsung meminta Cahaya untuk menghubungi dokter.
Tidak butuh waktu lama, akhirnya dokter pun tiba, dokter langsung memeriksa keadaan Dafa. Setelah selesai, dokter pun memberitahu keadaan Dafa. Dan Alhamdulillahnya keadaan Dafa baik-baik saja, tetap dokter memperingatkan agar semua lebih berhati-hati dalam menjaga Dafa.
Hana kini berada di kamar Dafa, ia sedang menjaga Dafa. Karena ummi sedang mengantar dokter keluar, sebenarnya Hana masih penasaran dengan keadaan Dafa. Tapi ummi tidak memperbolehkan Hana untuk mengetahui keadaan Dafa, dan justru meminta untuk menjaga Dafa.
Hana terus menunggu Dafa, tanpa sadar ia pun tertidur. Kini ummi berjalan memasuki kamar Dafa, ummi sangat senang dengan Hana. Karena Hana sangat perhatian dengan Dafa, ummi jadi tidak tega memberi tahukan kepada Hana penyakit Dafa. Walaupun hanya Abi dan ummi saja yang tau fakta tentang penyakit Dafa, tetapi Cahaya dan Bayu masih terus membantu untuk menjaga adik kecilnya. Meski mereka tidak mengetahui penyakit yang di derita oleh adiknya.
Ummi menghampiri Hana dan Dafa, saat ummi melangkah Dafa pun terbangun. Dan sontak saja ummi langsung berlari untuk memeluk putranya, ummi bahkan sampai melupakan Hana yang sedang tidur di samping Dafa. Akhirnya Hana hampir terjepit, untung Dafa langsung menyadari keberadaan Hana. Bila tidak, nta apa yang akan terjadi pada Hana.
Merasakan ada suara keributan, akhirnya Hana pun terbangun. Ketika ia melihat wajah Dafa, ia pun langsung memeluk Dafa. Sontak saja ummi merasa menjadi obat nyamuk, dan akhirnya. Memutus untuk keluar dari sana, dan meninggalkan keduanya.
__ADS_1
" Dafa kau sudah sadar." ucapnya dengan menangis dan memeluk Dafa.
Dafa pun kaget, karena ia tidak pernah melihat Hana menangis. Dan kini Hana menangis karena dia, ia menjadi merasa bersalah. Sebab sudah membuat Hana menangis.
" Hana aku nggak apa-apa, jangan nangis ya. Aku minta maaf, karena sudah membuat mu menangis." ucapnya dengan wajah yang teduh.
" Untuk kau minta maaf, aku masih bisa melihat mu saja aku sangat bahagia. Dafa tolong jangan tinggalkan aku ya." ucapnya yang kini masih berada di pelukan Dafa.
" Ok aku janji nggak akan ninggalin kau, tapi kau harus berhenti menangis." ucapnya dengan mengelus kepala Hana.
Hana pun berhenti menangis, dan pun tersenyum bahagia. Tiba-tiba perut Dafa berbunyi, yang menandakan kalau Dafa sedang lapar. Sontak saja Hana tertawa mendengar suara perut Dafa, dan hal membuat mereka penasaran. Dan akhirnya mengintip apa yang dilakukan Dafa dan Hana.
" Yauda aku ambilkan makanan ya." ucapnya dan ingin segera pergi ke bawah, tetapi tiba-tiba langkahnya terhenti. Karena tangannya di genggam oleh Dafa.
" Ada apa?" tanyanya kembali.
" Aku nggak mau makan, kecuali..." ucapnya dengan ragu.
" Dafa sayang, kecuali apa?" tanyanya dan membuat Dafa tersipu malu, dan ummi dan juga kedua kakaknya pun tertawa melihat tingkah Dafa. Walaupun sama-sama karena mereka mengintip.
" Aku mau makan masakan mu." ucapnya dengan tersipu.
" Ok nggak masalah, ada request sesuatu?" tanya Hana.
" Nggak ada, yang penting masakan kamu." ucapnya.
" Yauda aku pergi dulu ya, nanti kalau uda siap ku bawak ke sini." ucapnya dengan melangkahkan kakinya keluar kamar.
Semuanya yang mengintip di pintu, mereka pun kocar-kacir. Karena Hana ingin keluar, untung saat Hana keluar sudah tidak ada siapa-siapa di sana, Hana pun langsung menemui ummi yang datang seperti seolah-olah sedang lewat padahal tadinya sedang bersembunyi.
__ADS_1