Derai Yang Terbendung

Derai Yang Terbendung
Hana 64


__ADS_3

" Kasihan banget ya Hana, pasti dia kecapean. Sampai pingsan begitu, aku jadi merasa bersalah deh." ucap seorang mahasiswi yang baru saja lewat.


" Bukan ngkau saja, aku juga merasa bersalah. Seandainya kita tidak berbondong-bondong menemuinya, pastinya ia tidak akan kelelahan. Dan ia tidak akan pingsan, aku jadi kasihan deh sama Hana. Dia sungguh orang yang baik, dia gadis yang pintar dan juga cantik. Pantas aja Dafa bisa suka sama dia, aku sih berharap mereka bisa lebih dari pacaran." jelas mahasiswi itu.


" Aku sih juga berharap begitu, mereka adalah pasangan yang sangat cocok. Keduanya sama-sama baik dan juga pengertian." jelas mahasiswi itu.


" Maaf, yang kalian ceritakan itu luhana Clarissa bukan?" tanya Gina.


" Pertanyaanmu aneh-aneh saja, memangnya ada Hana yang lain di kelas kita selain dia. Kau ini ya Gina, makanya banyak belajar. Jangan melamun mulu, nanti nilaimu hancur baru nangis." ucap mahasiswi itu yang kesal kemudian pergi meninggalkan Gina.


" Aku itu nanya sopan ya, jawabnya juga sopan dong." bentak Gina.


" Seperti itu kau bilang sopan, lalu yang tidak sopan seperti apa?" katanya mahasiswa itu kemudian pergi meninggalkan Gina.


" Apa sih dia, orang itu uda sangat sopan." ucapnya.


" Ternyata memang masih bagusan Hana, mudah-mudahan aja Hana tidak rusak di buat dia." ucap mahasiswi itu.


" Selalu saja, apa-apa Hana yang dipuji. Lagian juga masih lebih baikan aku, dan sebentar lagi Hana juga akan keluar dari rumah ayah. Dan dia nggak akan bisa mengimbangi aku yang sudah menjadi anak orang kaya, sedangkan dia anak terbuang." ucap Gina yang kesal.


" Kau dengar apa yang dia bilang kan?" tanya intan.


" Ternyata ia sangat mengerikan, bahkan Hana yang tidak mengetahui apa-apa pun ia jadikan kambing hitam. Sungguh aku sangat kasihan dengan Hana, kalau seperti ini pastinya kak Wildan tidak akan membencimu karena ia sangat menyayangi Hana." ucap Kalisa dengan tersenyum.


" Ya begitulah, kalau begitu kita harus segera jalankan rencana kita. Tapi kita tidak usa yang berat-berat, karena aku yakin di kampus ini pasti banyak juga yang tidak suka dengan Gina. Jadi kita tidak perlu susah-susah, kita cukup seperti di belakang saja." jelas intan.


" Yang kau bilang benar, kita tidak perlu seperti itu dan coba kau lihat ternyata mereka juga sudah mulai menghujat Gina." tunjuk Kalisa kepada para mahasiswi yang sempat membicarakan tentang Gina.


" Siapa sih yang nggak kesal sama dia, dia itu bodoh alias gak tau apa-apa. Tapi dia justru menjelek-jelekkan orang yang pintar, semua orang kan bisa menilai. Jadi dia mendapat amukan dari semuanya, sudah tidak tahu apa-apa bukannya minta bantuan malah mau hujat." ucap Intan dengan menjalankan kepalanya.


" Itulah karakter dia, tidak pernah mau disalahkan. Tapi selalu menyalahkan orang lain, bahkan atas kesalahannya sendiri. Sebenarnya dia cantik, tapi sayang hatinya busuk." jelas Kalisa.

__ADS_1


" Tetapi dengan sikapnya yang seperti ini, kita tidak akan pernah merasa menyesal. Karena kita hanya membalas apa yang telah dia lakukan, karena apa yang dia lakukan sudah sangat menyakitkan. Dia hanya merasakan malu, tetapi kita kehilangan orang yang kita cintai." ucap Intan yang sudah dilanda emosi.


" Yang kau katakan sangat benar, dan aku tidak bisa menerimanya. Seharusnya kini aku masih bersama sang paman, tetapi kini pamanku telah pergi untuk selamanya. Orang yang paling dekat denganku setelah kedua orang tuaku, tetapi kini ku tak memiliki tempat peraduan dan hanya bisa dilema sendiri." jelas Kalisa dengan meneteskan air mata.


" Sudahlah, intuk apa kita menyesal. Ini semua sudah jalannya, sekarang tinggal kita jalankan rencana kita." jelas Intan dengan menghapus air mata Kalisa.


" Yang kau katakan memang benar, aku akan mengirimkan SMS kepada orang yang telah kita siapkan." jawab Kalisa dan Intan pun mengangguk.


...----------------...


" Laksanakan perintah." ketik Kalisa di dalam chatnya.


" Baik bos." balas chat tersebut.


...----------------...


" Ayo kita kembali ke fakultas, semuanya sudah aman terkendali. Kita tinggal menunggu hasilnya saja, dan aku yakin ia pasti akan ketakutan." jelas Kalisa.


" Tampaknya kau sedang sangat bahagia?" tanya Nasyifa yang merupakan teman sekelasnya.


" Iya aku sedang sangat bahagia." jawab Intan dengan tersenyum.


" Aku jadi penasaran, kira-kira apa yang membuatmu sangat bahagia?" tanya Nasyifa dengan memicingkan matanya.


" Biar aku aja yang jawab, tentunya Intan sangat senang dong. Karena ia baru saja bertemu dengan sang kekasih." jawab Kalisa dan membuat semuanya kaget.


" Apa…" ucap mereka yang serentak karena kaget.


" Aku tidak senang salah dengarkan?"ucap pinka yang tidak percaya.


" Berita ini asli kok, dan mungkin siang nanti sang kekasih juga akan menjemput. Ya kan Intan." ucap Kalisa dengan menyenggol bahu Intan.

__ADS_1


" Apaan sih kau, jangan bahas itu di sini kenapa. Nggak enak tahu kalau mereka udah tahu, aturan biarin aja jadi tetap rahasia." ucap Intan.


" Kau tidak enak Intan, kalau punya kabar bahagia bagi-bagi dong." ucap Nasyifa dengan tersenyum.


" Biarin aja, yang penting aku happy." ucapnya dengan tersenyum.


" Sudahlah Nasyifa, seperti yang sudah dikatakan oleh Kalisa tadi. Pastinya nanti siang kita sudah akan bertemu dengannya, dan kita bisa melihat sendiri bagaimana penampilannya." ucap Pinkan.


...----------------...


Wildan kini sedang berada di sekretariat presiden mahasiswa, ia sedang duduk dan melamun. Ia sebenarnya tidak pernah merasakan hal seperti yang ia rasakan ketika ia bersama dengan Intan.


" Apakah ini yang namanya jatuh cinta." gumamnya dengan tatapan kosong dan mengingat kejadian tadi.


" Woy, kau kenapa?" tanya Rio yang mengagetin karena ia melihat tingkah Wildan yang menurutnya sangat aneh.


" Eh kau rupanya, kirain tadi siapa?" ucap Wildan.


" Kau kenapa?" tanya Rio.


" Rio, jatuh cinta itu rasanya bagaimana sih?" tanyanya dan membuat Rio kaget.


" Aku nggak salah denger kan?" tanya Rio dengan memukul-mukul pipinya.


" Nggak Rio, aku sedang serius ini." jawabnya.


" Memangnya kau suka dengan siapa?" tanya Rio yang penasaran.


" Sebenarnya tadi aku bertemu dengan adik tingkat kita, dia mahasiswi fakultas teknik. Dan ntah kenapa, jantungku berdetak dengan sangat cepat." jelasnya.


" Oh ya, memangnya jantungmu berdetak dengan sangat cepat saat apa?" tanya Rio.

__ADS_1


" Saat aku tidak sengaja bersentuhan dengannya, tetapi aku masih bingung. Apakah ini yang dinamakan cinta?" tanyanya dan Rio pun tertawa dengan terbahak.


__ADS_2