
" Iya benar rasanya hampir sama, Hana jadi kangen sama bunda." ucapnya.
" Oh iya ummi punya kabar gembira, nanti sore bundamu akan pulang." ucap ummi dan Hana pun tersenyum.
" Yang bener ummi?" tanya Hana.
" Iya sayang, kau ini baru berpikir satu hari saja sudah sangat rindu ya."ucap ummi dan Hana hanya tersenyum.
" Seseorang yang tidak pernah jauh dari orang tuanya, pasti akan sangat merindukannya bila tidak bertemu." jelas Wildan.
" Sekarang udah main Belah adiknya mulu ya, padahal dulu selalu mendukung kita." ucap Bayu.
" Ya udahlah Kak, kayak kakak nggak gitu aja." ucap Cahaya dan Bayu hanya tersenyum.
" Yang kau katakan memang benar Ca, di manapun yang namanya seorang kakak pasti akan membela adiknya." ucap Bayu dengan mengelus kepala Cahaya.
" Ya sudah kalian cepat, nanti terlambat." ucap ummi, kemudian mereka pun segera berangkat.
...----------------...
Saat ini Rio sedang berada di rumah Tina, ia sedang menjemput Tina. Sejak mereka mempublikasikan tentang hubungan mereka, keduanya tidak lagi bersembunyi. Dan bahkan mereka dengan santai bersikap layaknya seorang kekasih di depan umum, tanpa perlu memikirkan perkataan siapapun.
Keduanya telah sampai di kampus, kini keduanya menjadi pusat perhatian. Tetapi keduanya tampak tidak memperdulikan sekitar, dan keduanya langsung masuk ke sekretariat. Dan kebetulan di sana sudah ada Wildan, mereka pun duduk di meja yang berada di dekat Wildan.
" Hai Wildan, selamat pagi." ucap Tina dengan tersenyum.
" Tampaknya kalian sedang bahagia?" tanya Wildan yang melihat raut wajah keduanya.
" Yang kau katakan memang benar, dan tampaknya kami harus berterima kasih pada Angel. Awalnya kami ragu untuk mempublikasi hubungan kami, tapi berkat berita yang ia buat kami pun akhirnya mempublikasikannya. Dan kini kami merasa bahagia, karena kami tidak perlu bersembunyi lagi." jelas Tina.
" Ya benar, ini adalah berkah tersembunyi." ucap Rio.
" Syukurlah kalau kalian merasa begitu." ucap Wildan.
" Oh iya Wil, keadaan Hana bagaimana?" tanya Rio yang khawatir.
" Kalian tenang saja, Hana tidak apa-apa. Dan kebetulan hari ini dia juga uda masuk." jelasnya.
" Syukurlah kalau begitu, oh iya kemarin aku lihat di forum. Kau mempublikasikan hubungan kau dan Hana yang merupakan kakak adik kandung, dan juga kau menuliskan kalau Dafa adalah pacar Hana." ucap Tina.
" Ya begitulah." Jawabnya singkat.
__ADS_1
" Lalu sikap Angel gimana waktu mengetahui kalau Hana itu adikmu?" tanya Tina.
" Ya dia lucu tau nggak, dia berubah. Bahkan ia sempat menyebut Hana dengan sebutan adik ipar." jelas Wildan yang kesal.
" Lalu kau bagaimana, apakah kau akan memaafkannya?" tanya Tina yang masih penasaran.
" Kalian kan kenal dengan ku, aku akan memaafkan jika dia hanya menyakitiku saja. Tapi kali ini ia menyakiti orang yang paling aku sayangi, dan aku tidak bisa terima itu." ucapnya dengan mengepalkan tangannya.
" Iya, kami tau tentang itu. Dan yang dilakukan oleh Angel memang sudah sangat keterlaluan." ucap Rio yang juga marah.
" Sudahlah jangan emosi, aku yakin setelah ini pasti Angel akan mendekati Hana." ucap Tina.
...----------------...
" Halo adik ipar." ucapnya dengan tersenyum.
" Kak Angel, mau ngapain kakak?" tanyanya dengan ekspresi takut.
" Kok menjauh, aku nggak akan apa-apain kau. Kan kau calon adik ipar ku." ucapnya dengan tersenyum.
" A-adik ipar?" ucapnya yang kaget.
Intan yang merupakan wakil ketua HMPS, ia pun langsung memfoto kejadian itu dan langsung mengirim ke Cahaya. Cahaya sangat kaget ketika mendapat kiriman foto itu, ia pun segera meneruskan pesan dari intan kepada Wildan. Dan Wildan yang kaget pun segera menelpon Cahaya, karena ia tidak ingin terjadi sesuatu kepada adiknya.
" Halo Ca, itu pesan dari siapa?" tanyanya dengan nada panik.
" Itu pesan dari Intan, dan sekarang aku sedang menuju ke lokasi kejadian." ucapnya dengan cepat, karena ia sedang berlari.
" Yasudah, kalau begitu kita ketemu di tempat. Aku sangat khawatir dengan adikku, begitu sampai langsung kabari ya!" ucap Wildan.
" Iya, aman itu. Lagian Hana kan juga calon adik ipar ku." ucapnya kemudian sambungan telepon pun terputus.
" Aku harus segera sampai kesana." ucapnya dengan berlari.
...----------------...
" Wildan, apa yang terjadi pada Hana?" tanya Tina yang juga khawatir.
" Kalian lihat ini." ucapnya dengan menunjukan foto Hana bersama dengan Angel, dan keduanya pun kaget.
" Ya ampun, kira-kira dia mau apa ya. Ayo aku juga ingin melihat kondisi Hana." ucap Tina, kemudian mereka pun segera pergi ke tempat kejadian.
__ADS_1
...----------------...
" Singkirkan tanganmu dari adikku." ucap Cahaya yang baru saja tiba.
" Adik mu, kau ini selalu saja mengganggu. Aku nggak akan biarkan kau merebut Wildan dari ku." ucapnya dengan tatapan sinis.
" Aku nggak ada hubungan sama Wildan, aku cuma nggak mau kau menyakiti Hana." ucapnya.
" Hala, kau bohong kan. Kalau kau nggak ada hubungan sama Wildan, terus kenapa kau bilang Hana adikmu. Nggak usa ngeles deh, aku nggak akan percaya dengan tipu muslihat mu." ucapnya, dan kemudian langsung menarik tangan Cahaya.
" Angel sakit, lepaskan aku." keluhnya.
" Angel, lepaskan pacarku." ucap Faldo yang baru saja tiba.
" Apa dia pacarmu, kalau begitu kau saja yang menghukum nya. Karena dia ingin merebut Wildan dari ku, aku juga malas mengotori tangan ku sendiri." ucapnya yang ketus.
" Hahaha, kau kira pacarku mau sama Wildan. Dia uda punya aku yang ganteng ini, iya kan sayang." jawabnya.
" Kau nggak usa sombong, kan bisa ada dia tiba-tiba bosen sama mu. Dan kemudian jadian deh sama Wildan, jadi kau harus memberinya pelajaran." ucapnya yang masih dengan suara kuat.
" Angel, kau nggak usa menambahkan duri di dalam hubungan kami. Jangan asal bicara ya kau." ucap Faldo yang sudah semangkin marah pada Angel.
" Aku nggak asal bicara, buktinya tadi dia menyebut adik Wildan sebagai adiknya." jawabnya.
" Syukurlah aku tidak terlambat, kau nggak apa-apa kan beb. Kak Faldo aku mau mengamankan Hana, aku titip kakakku ya." ucapnya kemudian langsung membawa Hana pergi.
" Eh, apa-apaan ini?" tanya Angel yang kebingungan.
" Kemana adikku?" tanya Wildan yang baru saja tiba.
" Sudah di bawah pergi oleh Dafa." jawab Cahaya.
" Syukurlah, adikmu memang bisa diandalkan." ucap Wildan dengan memberikan jempol.
" Tentu dong, adik siapa dulu." ucapnya dengan bangga.
" Ye dasar, kebiasaan kau Cahaya. Nggak berubah dari dulu, sudahlah Faldo kau bawah Cahaya pergi dari sini. Atau kejadian lalu akan terulang." ucap Wildan.
Dan tiba-tiba saja Faldo pun mengingat kejadian di waktu SMA.
Kejadian apa ya kira-kira?
__ADS_1