Derai Yang Terbendung

Derai Yang Terbendung
Hana 34


__ADS_3

" Saya hanya ingin mengenal Hana dan juga keluarganya bunda, kalau saya sudah kenal bunda. Saya tidak perlu menjemput di depan gang." ucapnya, dan bunda mengancungi jempol pada Dafa tetapi tidak ia perlihatkan.


" Apa jemput di depan gang, apa jangan-jangan kau pernah me jemput Hana di depan gang?" tanya bunda dengan sorot mata yang menyeramkan.


" Nggak bunda, aku hanya membicarakan hal yang sering terjadi." jawabnya dengan sedikit gemetaran, sedangkan bunda tertawa hingga terbahak melihat ekspresi wajah Dafa.


" Anak mudah kau sangat pemberani, siapa namamu?" tanya bunda dan dengan sigap Dafa pun menjawabnya.


" Nama saya Dafa bunda." ucapnya dengan tersenyum.


" Dafa ya, nama yang bagus. Saya harap kau juga pemuda yang baik, dan dapat menjadi pelindung putri saya saat saya tidak bersama dengannya." ucap bunda Mawar dengan menepuk pundak Dafa.


" Insyaallah bunda, saya akan berusaha menjaga Hana. Sebisa yang saya bisa, dan menjalankan amanah dari bunda." jawabnya dengan sopan.


" Eh tunggu, Hana cuma pacaran bunda. Eh ini kenapa ceritanya seperti Hana mau menikah." ucapnya yang kesal melihat tingkah bundanya dan juga Dafa.


" Gak apa-apa sayang, biar bunda yakin sama dia. Kan siapa tau kau akan terus bersama dengannya sampai menikah." ucap sang bunda dan membuat keduanya tersipu malu.


" Ih bunda apaan sih." ucapnya kemudian langsung pergi ke kamarnya dan meninggalkan Dafa bersama dengan bunda Mawar.


" Nak Dafa, yang bunda bilang tadi adalah kebenaran. Jujur kau adalah pacar pertama Hana, jadi jangan kau sakiti hati Hana. Atau kau akan berurusan langsung dengan bunda." ucap bunda dengan nada mengancam.


" Siap laksanakan bunda." jawabnya dengan tersenyum.


" Bunda, saya izin pulang ya. Kebetulan sudah sore, orang tua saya juga pastinya nyariin." ucapnya dengan bersalah dengan bunda Mawar.


" Ya sudah, hati-hati ya nak Dafa." jawab sang bunda, kemudian Dafa pun pulang ke rumahnya.


Dafa pun langsung melakukan kendaraannya dengan cepat, dan dalam sekejap Dafa pun sudah sampai di rumahnya. Kini Dafa sudah melihat wajah kakaknya yang tampak sedang marah, dan ia yakin kalau ia pasti akan dimarahi oleh kakaknya itu. Dafa pun tetap berusaha tenang, meskipun ia sudah ketakutan karena melihat wajah sang kakak.

__ADS_1


" Cepat masukkan motormu dan kemudian jumpai kakak di dalam." ucap sang kakak dengan sorot mata yang menyeramkan.


Dafa hanya mengangguk saja, kemudian sang kakak langsung masuk ke dalam, sedangkan Dafa memasukkan kendaraannya ke dalam garasi. Setelah memasukkan kendaraannya, ia pun langsung masuk ke dalam untuk bertemu dengan sang kakak. Belum saja ia duduk, sang kakak sudah menatapnya dengan sangat tajam.


" Dari mana saja kau, jam segini baru pulang?" tanya sang kakak.


" Da-dari." ucapnya yang bingung.


" Uda nggak usa di jawab, pasti kau habis main sama teman mu. Kan uda kakak bilang kalau main itu ingin waktu, lain hal nya kalau kau tadi bersama dengan pacarmu. Kakak tidak akan marah, dan akan mendukung mu. Ya walaupun itu sangat tidak mungkin karena sampai sekarang kau masih jomblo." ucapnya yang tidak pernah ada bosannya.


" Ets jangan salah, hari ini aku jalan-jalan sama pacar ku." ucapnya dan membuat kakak kaget sampai menyemburkan minuman yang ia minum.


" Kak Bayu, jorok tau." teriak Dafa yang terkena semburan dari kakaknya itu.


" Aku nggak salah denger kak?" tanya kembali untuk memastikan.


" Apa yang nggak salah, kakak salah tau karena uda nyembur aku." ucapnya yang kesal.


" Iya kakak nggak salah denger kok." jawabnya.


" Dia cewek apa cowok, jangan buat malu ya." ucap Bayu memperingati adiknya.


" Ya cewek la kak, kalau nggak percaya aku akan bawak dia ke sini besok." ucap Dafa yang sudah kesal karena di kira pacaran dengan cowok oleh sang kakak pertama.


" Ok, kalau gitu kakak tunggu kedatangannya. Dan awas aja kalau dia itu cowok, aku hajar habis-habisan kau." ancam Bayu, kemudian langsung meninggalkan Dafa.


" Ai kak Bayu ini, jadi kotor semua. Kayaknya aku harus segera mandi, basah semua soalnya. Dan aku harus hubungi Hana, agar dia mau datang ke sini untuk membantu." ucapnya sambil menaiki tangga menuju ke kamarnya.


...----------------...

__ADS_1


Bayu kini sedang berada di kamarnya, dan ia pun menghubungi Abi dan uminya. Ia pun menceritakan kalau adiknya bungsunya itu akan membawa pacarnya pulang.


" Hala, assalamualaikum Abi, ummi." ucapnya untuk mengawali pembicaraan.


" Waalaikumsallam Bayu, ada apa nak. Apakah Cahaya dan Dafa membuat masalah?" tanya sang bunda yang langsung pada intinya.


" Nggak ummi, mereka nggak buat masalah. hanya saja, putra bungsu Abi dan ummi akhirnya mendapatkan pencerahan." ucapnya yang membuat kedua orangtuanya bingung.


" Maksudmu apa Bayu, Abi dan ummi nggak ngerti?" tanya Abi yang tiba-tiba bersuara.


" Begini Abi, si Dafa akhirnya punya pacar." ucap Bayu dan membuat kedua orangtuanya kaget.


" Apa, Abi sama ummi nggak salah denger kan?" tanyanya untuk memastikan.


" Iya Abi sama ummi nggak salah denger kok, katanya dia mau bawak pacarnya besok ke rumah." jelasnya.


" Ok, kalau gitu Abi sama ummi pulang besok pagi. Abi dan ummi sangat penasaran seperti apa pacarnya, seperti yang kau tau. Dia kan nggak pernah mau pacaran, dan ini adalah momen langkah." ucap ummi dengan gembira.


" Ok ummi, kalau uda sampai bandara telepon Bayu aja ya. Nanti Bayu jemput." ucapnya.


" Iya Bayu, nanti ummi telpon. Assalamualaikum." ucap ummi kemudian mematikan sambungan telepon.


Abi dan ummi langsung merapikan barang-barangnya untuk pulang, karena mereka sudah tidak sabar untuk melihat pacar dari putra bungsunya yang sangat tidak suka dekat dengan cewek itu. Dan hal inilah yang sangat mereka nantikan, setelah selesai merapikan barang-barang. Abi langsung memesan tiket pesawat untuk pulang dari aplikasi.


Setelah cukup lama ngecek, akhirnya mereka mendapatkan pesawat pulang pagi. Dan mereka sangat senang karena bisa bertemu dengan calon menantu mereka, karena pesawat mereka akan tiba siang hari. Dan mereka sangat tidak sabar, bahkan mereka mulai membayangkan wajah calon menantunya itu yang bisa menaklukkan putra bungsunya.


...----------------...


Setelah mandi, Dafa pun langsung menelpon Hana untuk memberikan taukan pada Hana. Kalau ia sangat membutuhkan bantuan Hana, untuk datang kerumahnya besok. Karena ia masih tidak terima di bilang pacaran sama cowok.

__ADS_1


" Oh iya hampir saja lupa, aku harus telepon Hana. Kalau nggak, besok aku pasti akan jadi bahan tertawaan kak Bayu. Dan itu sangat memalukan." ucapnya kemudian mengambil teleponnya genggamannya yang sedang ia charger karena baterai sempat habis.


" Halo Hana." ucapnya untuk mengawali telepon.


__ADS_2