Derai Yang Terbendung

Derai Yang Terbendung
Hana 93


__ADS_3

Semuanya pun mengerjakan tugas dari dosen tersebut, sedangkan Gina karena ia tidak memiliki buku kini ia mendekat ke Damar. Bagi Damar ia tidak masalah untuk berbagi buku dengan Gina, karena Gina adalah sahabatnya.


Banyak mata yang memandang tidak suka, karena Damar memiliki paras yang cukup tampan dan juga merupakan populer di kampusnya. Apalagi damar adalah anak dari pemilik yayasan, dan hal tersebut membuat ia sangat digemari oleh para mahasiswa.


Mereka semua hanya menatap tidak suka, tetapi tidak satupun dari mereka yang angkat suara. Mereka semua takut kalau Damar akan bertindak, dan hal itu pasti akan berdampak buruk bagi mereka. Karena itu mereka tidak ingin mencari masalah dengan Damar, dan mereka sudah mulai menyusun ide untuk mengerjai Gina.


Jam pembelajaran kini telah selesai, damar dan juga Gina gini pergi ke kantin. Damar yang sudah lama mengenal Gina, ia pun segera memesan makanan yang biasanya dipesan oleh Gina. Sontak saja mahasiswa dan mahasiswi yang berada di kantin menjadi kaget, karena ternyata Damar sudah menghafal kebiasaan Gina.


Dan hal tersebut membuat banyak gosip miring telah beredar, gosip itu mengatakan kalau damar dan Gina ternyata sudah menjalin hubungan. Hal itu bukan tanpa dasar, karena ada seorang mahasiswa yang mengirimkan bukti kalau Damar sudah mengetahui kebiasaan Gina. Itulah yang menjadi bukti di mata publik, dan Gina pun menjadi sorotan di kampus tersebut.


" Kenapa aku merasa mereka memperhatikan kita?" tanya Gina yang baru saja menyadari situasi.


" Sudahlah enggak usah dipikirkan." ucapnya dan membuat kita menjadi penasaran.


" Mengapa kau berbicara seperti itu, sebenarnya apa yang terjadi?" tanyanya yang masih diliputi rasa penasaran.


" Ya tentunya mereka heran lah, orang dingin sepertiku mengapa bisa dekat dengan dirimu. Karena mereka tidak mengetahui kalau kita sudah lama kenal, mereka hanya mengetahui kalau kau adalah mahasiswa baru di kampus ini." ucapnya dan Gina pun mengangguk.


" Aku tidak percaya kalau kau adalah orang yang dingin." ucapnya dengan melihat Damar keseluruhan.


" Itu semua karena kau sudah lama mengenal diriku, coba saja jika kau baru mengenalku. Pastinya pendapatmu tentang diriku adalah orang yang sangat dingin, padahal menurutku sih aku itu B aja." jelasnya.

__ADS_1


" Aku masih tidak percaya dengan hal itu, tetapi kau mengatakannya seperti hal itu adalah kebenarannya. Aku masih bingung harus mempercayainya atau tidak, tapi pandangan mereka kepadaku sangat tajam." ucap Gina yang merasa risih.


" Aku tidak pernah berbohong kepadamu Gina, jadi apa yang kau katakan adalah kebenarannya." ucapnya jujur.


" Ya kamu emang gak boleh berbohong sama aku, kita itu udah sahabatan dari SMA. Jadi menurutku nggak ada yang harus dirahasiakan dari aku, begitu juga sebaliknya." ucap Gina dan Damar pun mengangguk.


" Yang kau katakan memang benar, tetapi sebenarnya aku masih menyimpan sebuah rahasia. Dan sebenarnya aku tidak tahu harus memulai bercerita dari mana, karena kisah ini tidak ada yang tahu satu orang pun." jelasnya.


" Memangnya kau memiliki rahasia apa?" tanya Gina yang penasaran.


" Sebenarnya aku jatuh hati kepada seorang wanita, dan aku sudah jatuh hati kepada dirinya sejak aku masih duduk di bangku SMP. Tetapi aku dan dia harus berpisah, karena dia memilih pindah ke kota lain pada saat itu. Semenjak saat itu aku tidak pernah lagi bertemu dengan dirinya, dan sebenarnya sampai saat ini aku masih menyimpan rasa itu." jelasnya dan membuat Gina tersentak.


" Siapakah dia sebenarnya?" tanya Gina yang berpura-pura menutupi kesedihannya.


" Lalu mengapa kau menceritakan hal ini kepadaku?" tanyanya yang tidak mengerti.


" Kau masih ingat dengan awal pertemuan kita, pada saat aku melihat dirimu dulu aku seperti melihat dirinya. Kau memiliki sifat dan karakter yang sama dengannya, namun itu dulu pada saat awal kita bertemu. Seiring berjalannya dengan waktu, sifat dan karakter kau sudah sangat berbeda dengan dirinya. Tetapi aku masih tetap menjaga hubungan pertemanan kita, karena ya aku yakin kau pasti bisa menjadi dirimu yang seperti dulu. Dan beberapa hari ini, aku merasa kau sudah mulai kembali seperti kau yang dulu. Aku rasa kedatangan Ayah tirimu membawa nilai yang sangat positif untuk dirimu, dan aku berharap kau akan bisa terus seperti ini." jelasnya dengan tersenyum.


" Yang kau katakan memang benar Damar, kehadiran Ayah tiriku membawa nilai yang sangat positif untuk diriku. Dan saat ini aku ingin bertanya sesuatu kepada dirimu, bagaimana jika dia kembali kepada dirimu. Apakah kau akan kembali berada di sampingnya, dan kemudian kau akan melupakan hubungan pertemanan kita?" tanya Gina yang sebenarnya sudah menangis di dalam hatinya.


" Aku tidak akan mungkin bersama dengannya Gina, aku baru saja mengetahui kabar tentang dirinya. Saat ini ia berada di kota ini, dan saat ini pula dia sudah memiliki pendamping. Rasa cintaku kepadanya sudah tidak akan mungkin sampaikan kembali, karena di hatinya sudah ada orang yang menempati." jelas Damar.

__ADS_1


" Kalau memang seperti itu jalan ceritanya, izinkan aku untuk mengisi kekosongan di hatimu." ucapnya dan membuat Damar tersentak.


" Apa maksudnya Gina?" tanyanya yang tidak mengerti.


" Izinkan aku untuk menggantikan wanita itu, izinkan aku untuk membalas rasa itu. Lupakanlah dia, dan gantikan lah namanya dengan namaku." jelasnya.


" Aku tidak akan mungkin bisa seperti itu Gina, selama ini aku sudah menganggap mu seperti adikku sendiri. Oleh karena itu kita tidak mungkin menjalin hubungan lebih dari kata itu, aku tidak ingin hubungan persahabatan kita hancur. Awalnya yang kita sangat dekat, lalu lama-lama kita terasingkan." jelas Damar.


" Katakan saja kalau wanita itu masih ada di hatimu, atau katakan saja kalau kau sudah menemukan tambatan hati yang baru. Itu akan membuat hatiku tidak terasa sakit, tetapi hal yang kau katakan barusan jujur saja membuat hatiku terasa sangat sakit." jelas Gina.


" Maafkan aku Gina, saat ini aku masih berusaha untuk melupakannya. Tetapi aku memang tidak bisa menerimamu menjadi tambatan hatiku, karena aku sudah menganggap mu seperti adikku sendiri. Dan aku tidak ingin menyakiti hatimu, walaupun awalnya kita akan tampak sangat bahagia. Tetapi suatu saat pasti kita akan merasa terasingkan, hal itu akan terjadi setelah kita tidak menjalin hubungan pacaran kembali. Dan aku sangat tidak mau hal itu terjadi, karena aku sangat merasa nyaman bersama denganmu." jelasnya.


" Jangan pernah katakan rasa nyaman, jika kau tidak mau mendampingi diriku." ucapnya.


" Maafkan aku Gina, tetapi aku memang tidak bisa menerima perasaanmu. Dan aku harap kau dapat mengerti keputusan yang ku ambil, dan aku bisa jamin kalau aku memang tidak bisa merasakan rasa itu lagi. Karena sebenarnya aku sudah dijodohkan, dan dalam waktu dekat aku akan bertunangan dengan dirinya." jelasnya.


# Ikuti terus kelanjutannya dan jangan lupa like, share, komen serta selalu dukung nafras ya teman-teman. Dan baca juga karya-karya nafas yang lain.


1. Naura Abyasya


2. Rela Walau Sesak

__ADS_1


3. Sepahit Sembilu


4. Azilla Aksabil yang


__ADS_2