
" Kau ini ya beb, di hati ku tetap kau yang no 1." ucap Dea dan semua langsung memasang wajah tidak enak.
" Untuk kakak yang cantik dan ganteng, tolong jangan buat kami jadi obat nyamuk." ucap Faldo.
" Nggak mau jadi obat nyamuk, ya pergi aja lah." ucap Bayu, dan Faldo pun merasa kesal.
" Udalah beb, walaupun bagaimanapun dia itu kakak ku." ucap Cahaya.
Tidak lama setelah itu Dafa dan Hana pun datang, mereka langsung duduk di tempatnya kembali. Dan mereka langsung menyantap makanan yang ada.
" Sepertinya kalian lapar." ucap Bayu.
" Hana juga makan, wajahmu seperti sedang lapar. Tapi kenapa kau tidak mau makan?" tanya Cahaya.
" Tidak, kakak-kakak semua saja yang makan. Aku sudah kenyang." jawab Hana, Dafa yang mendengar itu pun langsung menghentikan makannya.
" Kenapa beb?" tanya Dafa.
" Nggak apa-apa, lanjut aja makannya!" ucap Hana.
" Beb." panggil Dafa.
" Makanlah!" serunya dengan tersenyum.
" Ada apa dengan Hana?" batin Dea.
...----------------...
Pak Yuda pun segera pulang, ia langsung ke dalam mobilnya.
" Ayo kita ikuti ayahku." ucap Wildan.
" Ayo." jawab Rio.
Keduanya pun mengikuti pak Yuda, hingga tiba-tiba saja mobil pak Yuda berhenti di sebuah rumah kecil. Pak Yuda langsung menekan bel rumah itu, dan akhirnya keluar seorang pemuda.
" Wil, kau kenal dengan pemuda itu?" tanya Rio, dan Wildan pun mengelengkan kepalanya.
" Lalu dia kira-kira siapa ya?" tambah Rio.
" Ya mana ku tau." ucap Wildan.
Mereka berdua terus saja memperhatikan rumah itu, hingga akhirnya pak Yuda pun pergi. Mereka berdua pun segera mendatangi rumah itu, dan kemudian memanggil pemuda itu.
" Mas." panggil Wildan.
__ADS_1
" Kamu Wildan kan?" tanya pemuda itu, dan Wildan pun menjadi kaget.
" Mas kenal dengan saya?" tanya Wildan.
" Kau pasti bingung, saya akan jelaskan. Tapi kau masuk dulu, takutnya om Yuda nanti balik." ucap pemuda itu, dan mereka pun segera masuk ke dalam rumah pemuda itu.
Wildan dan Rio duduk di sofa ruang tamu, sedangkan pemuda itu pergi ke dapur untuk membuatkan teh. Akhirnya kini pemuda itu pun kembali dengan gelas berisi teh.
" Silakan di minum." ucap pemuda itu mempersilahkan, dan keduanya hanya mengangguk saja.
" Baik, kau pasti heran kan Wildan. Tentang bagaimana aku bisa mengetahui namamu. tambah pemuda itu.
" Iya bener, aku sangat penasaran." ucap Wildan.
" Perkenalkan namaku Anas, aku anak tiri mama Tami." ucapnya.
" Apa, kau anak tiri Tante Tami. Aku nggak salah denger kan, lalu kenapa kau bisa disini?" ucap Wildan yang kaget dan heran.
" Iya bener, kalau tentang itu panjang ceritanya. Tetapi aku akan menceritakan secara singkat saja pada kalian." ucap pemuda itu.
" Delapan tahun yang lalu, ayah ku menikah dengan mama Tami. Nama ayahku Fildan, dan 2 tahun lalu ayahku meninggal. Setelah ayahku meninggal mereka mengusirku dan mengambil semua harta peninggalan ayahku." jelas Anas.
" Mereka sangat keterlaluan, dan ada satu hal yang perlu kalian tau mengenai anak mama Tami. Ya mungkin kalian sudah mengenal, sih Gina. Sebenarnya mereka berdua itu sama saja, saranku kalian harus menghentikan pernikahan ayah kalian. Atau kalian akan menjadi miskin, dan sebenarnya masih banyak rahasia tentang mama Tami. Tapi aku masih belum bisa menjelaskannya sekarang, mungkin jika aku sudah mendapatkan kebenarannya aku akan menceritakan pada kalian." jelas pemuda.
" Aku tidak menyangka, ternyata Tante Tami dan anaknya seperti itu." ucap Wildan yang kaget.
" Lalu bagaimana, pernikahan akan dilangsungkan esok hari. Kalau mau di batalkan kita harus memilih bukti, tetapi kini kita tidak memegang bukti." ucap Wildan yang panik.
" Sudahlah kau jangan cemas, aku akan membantu mu. Kau hanya perlu seperti tidak mengetahui apa-apa, tadi aku juga sudah bilang ke ayah mu seperti itu. Aku akan mencari bukti, agar ayah kalian bisa bebas dari wanita jahat itu dan juga anaknya." jelas Anas.
" Kalau begitu kami mohon bantuan mu, karena kami tidak ingin ayah kamu mengalami apa yang kau alami." ucap Wildan.
" Aku akan membantu kalian, tapi itu tidak mudah. Aku janji setelah aku menemukan bintang yang sesuai, aku akan langsung menghubungi kalian." ucap Anas.
" Terimakasih Anas, aku berharap kau bisa cepat menemukan buktinya." ucap Wildan.
" Aku akan berusaha." jawabnya.
...----------------...
" Kita pulang yuk, uda malam! Nanti bunda nyariin." ucap Hana.
" Iya, ayo. Nanti mama dan papa ku juga nyariin." ucap Dea.
" Yauda, kita pulang sekarang." ucap Bayu.
__ADS_1
Bayu, Faldo dan Dafa pun segera ke meja kasir. Mereka pun membayar makanan, setelah selesai membayar mereka pun segera kembali ke meja makan untuk menjemput tambatan hati mereka.
" Ayo, semuanya sudah selesai." ucap Bayu.
Mereka pun langsung keluar, dan mereka langsung mengendarai motor mereka masing-masing dan langsung mengantar sang kekasih untuk pulang.
Kini Dafa dan Hana sudah sampai di depan rumah Hana, Keduanya pun mengetuk pintu rumah. Dan bunda Mawar pun segera membuka pintu.
Tok
Tok
Tok
" Eh kalian uda pulang, ayo masuk dulu." ucap bunda.
" Maaf bunda, Dafa nggak bisa. Ini uda malam, nggak enak di lihat tetangga." ucap Dafa.
" Yauda gak apa-apa kalau gitu, hati-hati ya di jalan." ucap bunda, dan Dafa pun mencium tangan bunda dan kemudian Dafa langsung pulang.
" Sepertinya suasana hati mu sedang tidak enak." tebak bunda.
" Iya bun, suasana hati ku memang sedang tidak enak." jawab Hana.
" Apa yang membuat putri kesayangan bunda jadi seperti ini?" tanya bunda yang penasaran.
" Sebenarnya besok ayah akan menikah bun." ucap Hana.
" Lalu kenapa sayang, kan ayahmu juga perlu di temani." ucap bunda.
" Bukan itu masalah bun." jawab Hana.
" Lalu apa sayang?" tanya bunda yang penasaran.
" Sebenarnya ada yang aneh dengan calon keluarga baru ayah." jawab Hana.
" Aneh bagaimana?" tanya bunda.
" Ya, sepertinya keluarga baru ayah itu tidak ingin kami bersama dengan ayah. Jadi mereka sengaja membuat perpecahan antara kami bun." jelas Hana.
" Perpecahan seperti apa sayang?" tanya bunda yang penasaran.
" Ya mereka sengaja menciptakan kerenggangan di antara kami bun, bahkan aku dan kak Wildan sempat bertengkar dengan ayah. Untungnya setelah mendengar penjelasan dari ayah, kini kami kembali baikan." ucap Hana.
" Tunggu, maksudnya tadi kau bertemu dengan ayah?" tanya bunda.
__ADS_1
" Iya bunda, dan ayah sudah menjelaskan semuanya. Tapi penjelasan ayah, sangat bertolak belakang dengan yang disampaikan oleh calon anak tiri ayah." jelas Hana dan membuat bunda Mawar menjadi penasaran dengan calon keluarga baru pak Yuda.