
" Kalau aku tau bagaimana." jawab Arfi dan mahasiswa itu pun tersentak.
" Nggak usah sok tahu deh." ucapnya kembali.
" Sudahlah jangan bertengkar, lebih baik kita lanjutkan pembelajaran." ucap Hana.
...----------------...
Kini Gina sudah sampai di ruangan kaprodi, ia sangat sakit kenapa ia bisa dipanggil ke ruangan itu. Deon tidak banyak bersuara, iya hanya menyerahkan selembar kertas kepada Gina. Gina yang penasaran akhirnya membaca kertas tersebut, ia tersentak ketika membukanya.
" Apa yang dimaksudnya pak?" tanyanya.
" Apakah kau masih perlu bertanya, bukankah di situ sudah tertulis dengan jelas." jelas Deon.
" Jadi maksud bapak saya dikeluarkan dari kampus ini." ucapnya dengan tatapan sinis.
" Sudah kau baca bukan." ucapnya.
" Bapak tidak tahu atau pura-pura tidak tahu, saya ini adalah anak dari pengusaha besar di kota ini. Bapak berani main-main dengan saya, saya bisa pastikan bapak akan diturunkan dari jabatan bapak." ucapnya ya gini merasa sombong.
" Saya mengetahui siapa kamu, tetapi ini adalah keputusan dari pihak atas. Saya tidak bisa melakukan apa-apa, jika kamu ingin komplain lebih baik kamu melapor kepada pihak atas." jelasnya.
" Berani sekali mereka berbuat begini kepadaku, aku akan membuat mereka menyesal." batinnya kemudian langsung keluar dari ruangan tersebut.
Kini Gina tidak masuk ke dalam ruangan kelas kembali, kini Gina langsung pergi ke ruangan dekan. Ia ingin mengadu atas apa yang telah dibuat Deon, dan dia berharap dekan mau membantunya.
Tok
Tok
__ADS_1
Tok
" Silakan masuk." ucap Rani mempersiapkan.
Kini Gina langsung masuk kedalam ruangan dekan, ketika Rani melihatnya, Rani sudah tau maksud dari kedatangannya.
" Ada keperluan apa ya?" tanya Rani.
" Saya Rani Bu, anak pendidikan fisika. Saya ingin bertanya, mengapa tiba-tiba saja saya diberikan surat ini." ucapnya dengan menyodorkan surat yang diberikan oleh Deon tadi.
" Bukankah kau sudah membacanya?" tanya Rani untuk memastikan.
" Iya saya sudah membacanya Bu, tetapi mengapa saya diberikan surat ini?" tanyanya yang berpura-pura tidak tahu padahal Ia sudah mengetahui penyebabnya.
" Kamu tidak usah berpura-pura seakan tidak mengetahuinya, jelas-jelas kau sudah selalu bertingkah untuk menghancurkan nama kampus ini. Maksud ibu bagaimana ya, Saya tidak mengerti dengan perkataan ibu." ucapnya dan Rani pun menggelengkan kepalanya.
" Kamu bilang kita mengerti Gina." ucap Rani yang kesal kemudian menyodorkan sebuah video.
" Itu bukan ulah saya bu, semuanya hanya salah paham saja." ucapnya beralasan.
" Kau yakin kalau itu hanya salah paham saja?" tanya Rani yang gini justru memberikan begitu banyak foto-foto kejadian perkara.
Gina yang melihat foto-foto tersebut tentunya kaget, iya tidak percaya kalau dekatnya bisa menemukan foto-foto tentang dirinya. Bahkan tentang kejadian yang tidak pernah terekspos ke publik, iya kini menjadi kalang kabut karena ia takut dikeluarkan dari kampus. Ayah tirinya mengira Ia adalah anak baik-baik, dan karena itu ia tidak mau Ayah tirinya mengetahui tabiatnya.
" Itu semua bukan saya bu, pasti ada orang yang berencana untuk memfitnah saya. Dan saya yakin pasti itu adalah ulah Hana, apalagi banyak orang lebih menyukai saya daripada dia." jelasnya dengan memutar balikan fakta.
" Kamu yakin dengan apa yang kamu katakan, sudah cukup kamu berbohong. Dari tadi yang kamu katakan tidak ada yang benar sama sekali, kamu hanya ingin menghindar dari hukuman dan menjadikan orang lain sebagai kambing hitam." jelas Rani yang kesal.
" Maafkan saya bu, tetapi saya mohon jangan keluarkan saya dari kampus." ucapnya dengan menyatukan kedua tangannya.
__ADS_1
" Keputusan saya sudah bulat Gina, kau sudah terlalu sering mempermalukan nama kamu sini. Dan bahkan bukan hanya fakultas kita saja yang berdampak, tetapi tingkah lakumu juga berdampak untuk fakultas lain. Lebih baik sekarang kamu keluar dari ruangan saya, dan segera cari Universitas baru yang mau menerima dirimu." usir Rani.
" Tolong beli saya ya satu kesempatan lagi Bu." ucapnya dengan memohon.
" Saya sudah tidak bisa memberi kamu kesempatan lagi, karena kamu sudah menghancurkan image baik kampus kita. Masih bersyukur kamu hanya dikeluarkan dari kampus ini saja, bukan ditindak lebih lanjut." ucap Rani yang kesal.
Gina pun akhirnya keluar dari ruangan tersebut, kini ia pun langsung segera pulang ke rumahnya. Ia pun mengadukan semuanya kepada maminya, maminya dalam sekejap menjadi emosi. Karena gini putri semata wayangnya telah dikeluarkan dari kampus, dan baginya hal itu adalah hal yang sangat memalukan.
" Kau sudah membuat Mami malu, Mami sangat kecewa kepada dirimu." ucap Tami kemudian langsung pergi meninggalkan Gina.
" Ini semua karena dosen itu, dan sepertinya ada campur tangan juga dari mahasiswa yang kemarin. Sebenarnya siapa mahasiswa itu, mengapa ia bisa mempengaruhi pihak kampus hingga memecat ku dari kampus." ucapnya yang sangat kesal.
" Aku harus segera mencari tahu siapa dia sebenarnya, karena dia sudah mempermalukan diriku." tambahnya.
...----------------...
" Mengapa Gina tidak kembali ke kelas?" tanya salah satu mahasiswi.
" Ya karena dia sudah membuat masalah, mungkin dia sudah dikeluarkan dari kamu ke sini." jelas Arfi.
" Aku masih tidak percaya dengan perkataanmu, tidak mungkin dengan mudah dia bisa dikeluarkan dari kampus ini. Dia itu adalah anak dari salah satu pengusaha besar di kota ini, jadi akan sangat tidak mungkin jika dia dikeluarkan dari kampus ini." jelas mahasiswi itu.
" Asal kamu tahu ya, dia itu bukan siapa-siapa. dia hanyalah anak sambung dari pengusaha itu, dan aku rasa dia juga tidak berperan penting dalam keberhasilan pengusaha itu. Yang paling berperan penting dalam hati pengusaha itu, tentunya adalah putri kandungnya yang selalu saja dibully oleh dia." jelas Arfi dan membuat semua mahasiswa penasaran dengan putri kandung dari pengusaha itu.
" Kau ini seperti tahu banyak ya, kalau begitu siapa putri kandung usaha itu?" katanya mahasiswa itu dan Arfi pun tersenyum.
" Kau sungguh sangat bodoh, anak kandung dari pengusaha itu sudah berada di ruangan ini. Kalian sangat bodoh karena tidak mengetahuinya, dan selama ini kalian hanya membiarkannya menyakiti mahasiswa dan mahasiswa yang ada di luar ini." jelasnya dan mereka pun semakin penasaran.
" Kalau ngomong itu nggak usah berbelit-belit, beritahu saja kepada kami siapa putri dan pengusaha itu!" bentak mahasiswa itu.
__ADS_1
" Putri pengusaha itu saat itu berada di sini, dan ia adalah…Hana." jelasnya dengan menunjuk Hana, sontak saja mereka semua terkejut dengan penuturan Arfi.
# Ikuti terus kelanjutannya dan jangan lupa like, share, komen serta selalu dukung nafras ya teman-teman. Dan baca juga karya-karya nafas yang lain.