Derai Yang Terbendung

Derai Yang Terbendung
Hana 6


__ADS_3

Tina pun akhirnya memutuskan untuk menjawab pertanyaan mereka, karena semua ketua BEM, atau juga bisa di sebut Gubernur Mahasiswa terus menatap ke arah mereka.


'' Mereka keliling tadi, eh siap itu nyungsep di got.'' ucap Tina dengan memandang ke arah Rio dan Wildan.


'' Got, aku nggak salah denger?'' ucap salah satu Gubernur Mahasiswa yang heran.


'' Ya begitulah, kayak nggak tau si Rio aja. jadi ikut nyungsep Presiden kita di buat.'' ucap Tina.


Semua yang sudah mengetahui tingkah Rio, mereka hanya menggelengkan kepala. Pertanda mereka mengerti, dan sudah paham dengan apa yang dimaksud Tina.


'' Iya ikut nyungsep, tapi Presiden kita di buat jadi obat nyamuk ya kan.'' ucap salah satu.


Rio tercengang sendiri, dan Wildan tertawa mendengar ucapan dari Gubernur Mahasiswa itu yang bernama ''Zidan'' itu. Sontak semua merasa heran, karena si kulkas 10 pintu tiba-tiba bisa mencair. Dan mereka menjadi penasaran siapa yang telah merubahnya, tiba-tiba salah satu dari mereka teringat dengan sebuah nama dan menyebutkannya dengan lantang.


'' Luhana...'' ucap Gubernur itu dengan lantang.


Tiba-tiba saja mulut nya di bungkam dengan tangan, karena melihat wajah Wildan yang melotot. Mereka semua kaget melihat melihat ekspresi di wajah Wildan, dan mereka tidak ingin mencari masalah dengan Wildan.


'' Hadu Zidan, kau cari masalah aja. Mudah-mudahan aja Wildan nggak marah.'' batin Tina.


'' Ya ampun kalian ini, kenapa sih nama itu kalian panggil.'' ucap Wildan dengan menghela napas.


'' Ya habis, Presiden berubah setelah muncul nama itu.'' ucap Zidan.


'' Yauda aku akan sedikit cerita, kemarin itu aku cuma kaget aja waktu mendengar nama Luhana.'' ucapnya.


'' Kan kaget, jangan-jangan ada sesuatu ni.'' ucapnya dengan tersenyum.


'' Nggak ada Zidan, kebetulan namanya mirip sama adik aku.'' ucapnya dan membuat semua kaget.

__ADS_1


'' Kau punya adik Wil, aku baru dengar.'' ucap Zidan.


'' Ya punya la, kalau nggak aku nggak akan cerita. Lagian nggak ada gunanya juga aku bohong.'' ucapnya, dan memang benar adanya.


'' Terus, dimana adik mu sekarang? kami kok nggak pernah denger tentang adik mu.'' ucapnya yang penuh pertanyaan.


'' Aku juga nggak tau dia dimana, aku uda lama terpisah dengannya. Jadi kalian ngerti lah betapa kagetnya aku, ketika mengetahui nama mahasiswi itu kemarin.'' jelasnya, dan mereka yang mendengar menjadi meneteskan air mata.


Wildan yang baru tersadar semua teman-temannya menangis, ia pun menanyakannya. Karena jujur ia tidak mengetahui apa penyebab teman-temannya menangis.


'' Kalian kenapa, pakai nangis lagi.'' tanyanya.


'' Nggak nyaka aja, ternyata kau nggak pernah ketemu dengan adikmu. Kami jadi ikut sedih, kami doakan biar kau cepat ketemu dengan adikmu.'' ucapnya, dan di mainkan oleh semuanya.


'' Makasih semuanya, aku pun juga berharap cepat ketemu dengannya. Jujur aku rindu banget sama dia, semoga secepatnya aku bisa ketemu dia.'' ucapnya, dan semua kembalik mengaminkan.


'' Terimakasih sekali lagi, tapi sekarang mending kita bahas apa yang mau kita bahas. Atau nanti keburu lupa, dan pembahasan kita batal.'' ucap Wildan.


'' Bagaimana apa sudah ingat?'' tanya Wildan.


'' Sudah kami sudah ingat, kami ingin membahas tentang Angel.'' ucap salah satu.


'' Oh ingin membahas tentang Angel, kalau begitu masuk ke sekretariat aja. Nggak enak kalau sampai kedengaran mahasiswa lain.'' ucapnya.


Mereka pun segera pergi menuju sekretariat, sesampainya di sekretariat mereka langsung duduk melingkar. Dan kini Zidan yang memimpin rapat, karena Angel satu divisi dengannya di MPLS tingkat universitas. Dan memang tanggungjawab Zidan sebagai ketua divisi, untuk mengkordinir semua anggotanya.


'' Ok saya akan membahas mengenai Angel, dan semuanya akan menjadi saksi.'' ucapnya.


'' Ok Zidan, sesuai yang telah ditetapkan sebelumnya. Angel adalah anggota mu, dan ngkau sebagai ketua divisi bertugas untuk mengkordinir semuanya. Dan karena Angel di keluarkan, jadi kita harus mencari pengganti secepatnya. Sebelum ada banyak tugas, dan ngkau kerepotan.'' jelas Wildan.

__ADS_1


'' Iya bener sekali, jadi saya ingin mengajukan seseorang untuk menjadi anggota saya.'' ucapnya dengan senyuman.


'' Kira-kira siapa yang akan ngkau pilih, dan kita akan mempertimbangkannya secara bersama di sini.'' ucap Wildan.


'' Saya ingin mengajukan Sarah dari prodi kimia.'' ucapnya.


'' Sarah anak pendidikan kimia ya, menurut forum bagaimana?'' tanya Wildan.


Anggota forum tidak ada yang menjawab, akhirnya mereka memutuskan untuk menggunakan sistem foting. Dari foting di temukan suara paling banyak adalah setuju, jadi mau tidak mau. Yang akan menjadi anggota divisi adalah Zahra, dan Zidan merasa sangat bahagia mendengarnya.


'' Ye dasar bucin.'' ucap Faldo


'' Biarin aja yang penting happy.'' jawabnya dengan menjulurkan lidahnya.


'' Uda-uda mau gimana lagi, lagian divisi Zidan juga membutuhkan anggota. Dan kita kekurangan anggota.'' ucap Wildan.


'' Ini semua karena Angel membuat masalah, anak baru jadi kenak masalah.'' ucap Zidan membeli diri.


'' Udalah yang terjadi biarla berlalu, sekarang kita kerjakan tugas kita dengan sebaik-baiknya. Jangan sampai ada yang salah, kalian tau kan apa konsekuensinya kalau kita berbuat salah.'' ucap Wildan mengingatkan.


Mereka semua pun termenung, dan teringat dengan janji-janji mereka kepada yayasan. Dan apa konsekuensinya jika mereka mengacaukan acara MPLS yang mereka pegang tanggung jawabnya.


'' Iya kami mengerti.'' ucap mereka dengan serentak.


Setelah itu mereka langsung pergi kembali ke fakultas masing-masing, dan melaksanakan tanggung jawab mereka. Kini mereka semangkin bersungguh-sungguh melaksanakan tugas mereka, apalagi setelah di ingatkan konsekuensi yang telah mereka sepakati dengan pihak yayasan.


Kini di FKIP (fakultas keguruan dan ilmu pemerintahan) sedang ada pidato dari dekan, semua mahasiswa baru mendengarkan dengan sangat serius. Tidak ada suara satu pun dari barisan, Setelah semester memberikan pidato. Ibu dekan langsung kembali ke ruangannya, dan kini acara dikembalikan lagi pada Gubernur Mahasiswa FKIP.


'' Baik semua, saya akan membagikan kelompok, satu kelompok akan terdiri dari 10 orang dan akan di pimpin oleh 1 orang kakak panitia. Dan nama-nama akan di bacakan oleh ketua tim yang memimpin.'' ucap Faldo.

__ADS_1


Kini ketua tim mulai membacakan nama anggota timnya masing-masing, dan akhirnya nama Luhana di panggil di tim 6. Ia senang karena ketua timnya adalah Zahra, anak dari prodi kimia yang merupakan kakak tingkatnya sewaktu SMA.


Setelah semua membacakan nama anggota timnya, semua tim langsung pergi ke luar untuk mengelilingi fakultas. Kini Zahra ketua tim 6 membawa timnya berkeliling ke kantor dekan terlebih dahulu, dan mereka senang karena bisa bertemu dengan dekan secara langsung.


__ADS_2