
" Iya kak yang kau katakan memang benar, dan jujur aku pun nggak tau. Kalau ternyata yang rencananya mau dijodohin sama mu itu Hana, untung saja aku nggak terlambat. Kalau sampai terlambat, aku nggak tau. Bagaimana dengan nasib hubunganku dengan Hana." ucapnya dengan menatap Bayu.
Keduanya pun saling menatap, dan kemudian membayangkan hal yang akan terjadi. Jika hari ini Hana tidak datang ke rumah, Setelah cukup lama melamun. Keduanya pun berteriak, dan sontak Cahaya yang melewati kamar Dafa. Ia langsung masuk dan mencari tau apa terjadi.
" Ada apa, kenapa teriak?" Tanya Cahaya.
Sontak saja keduanya melihat ke arah pintu, karena mereka mendengar perkataan Cahaya. Setelah melihat keberadaan Cahaya, keduanya saling tatap. Tapi tidak ada yang bersuara, dan situasi itu membuat Cahaya menjadi penasaran. Ia pun akhirnya mendekati keduanya, dan langsung menatap keduanya secara bergantian.
" Sekarang jelaskan, ada apa?" ucapnya dengan menatap kakak dan adiknya secara bergantian.
Setelah melihat ekspresi Cahaya yang penasaran, akhirnya mereka pun menceritakan semuanya pada Cahaya. Dan sontak saja Cahaya menjadi kaget, ia tidak menyangka kalau ada cerita seperti itu. Dan ia tidak habis pikir, kalau misalnya hal itu terjadi. Apa yang akan terjadi pada kakak dan adiknya, ia hanya menghelan nafas saja.
" Sangat-sangat mengerikan, kalau misalnya Hana tidak datang hari ini kesini. Maka beberapa hari lagi kita akan datang kerumahnya, untuk melakukan acara perjodohan." ucap Cahaya, keduanya hanya mengangguk saja.
" Lalu sekarang ummi dan Hana kemana?" tambahnya karena tidak melihat kehadiran Hana dan juga umminya.
" Ummi pergi mengantar Hana pulang." jawabnya.
" Loh kok ummi yang antar pulang, kenapa nggak kau Dafa?" tanya Cahaya yang merasa heran.
" Ya mau gimana lagi, aku lagi sakit. Dan ummi juga mau ketemu sama bundanya Hana, jadi ya begitulah." ucapnya.
" Kasihan, tapi ya mau gimana lagi. Ya kan?" ucap Cahaya dengan menyenggol bahu Bayu sang kakak tertua.
" Yauda kalau begitu kita ikut ummi yu." ucap Bayu, kemudian menarik tangan Cahaya untuk keluar dari kamar Dafa.
...----------------...
__ADS_1
Ummi pun sudah tiba di rumah Hana, ummi berpelukan dengan bunda. Keduanya tampak sangat bahagia, dan tidak memperdulikan keberadaan Hana. Hana yang kesal pun memutuskan untuk pergi ke kamarnya.
" Hana, mau kemana?" tanya bunda yang melihat kepergian anaknya.
" Hana mau ke kamar Bunda, Hana nggak mau ganggu bunda dan tante." ucapnya dengan tersenyum, kemudian langsung pergi menuju kamarnya.
" Anakmu memang sangat baik ya." ucap ummi Anggun sambil menatap kepergian Hana.
" Kau bisa aja, menurutku Dafa juga baik." ucap bunda dengan mengingat wajah Dafa.
" Sepertinya mereka berdua memang cocok." ucap ummi dengan tersenyum.
" Ya begitulah, kesan pertama aku bertemu dengan Dafa juga cukup baik. Ya walaupun pada saat awal aku bertemu dengan Dafa, jujur sku sangat bingung karena sudah berjanji akan menjodohkan anak kita." ucap bunda yang jujur.
" Aduh aku jadi penasaran deh, jadi ingin lihat ekspresi di wajahmu. Kau kan kalau panik lucu banget, dan kau adalah orang yang selalu menepati janji." jelas ummi dengan menggenggam tangan Bunda.
Keduanya sibuk mengobrol, dan hingga tidak terasa matahari sudah gelap. Ummi pun akhirnya memutuskan untuk pulang, tidak membutuhkan waktu yang lama. Akhirnya ummi pun tiba di rumahnya, Abi yang penasaran dengan kegiatan ummi di rumah bunda Mawar. Akhirnya Abi pun segera menemui ummi.
" Ummi bagaimana?" tanya Abi yang penasaran.
" Bagaimana apa Abi?" tanya ummi kembali karena tidak tahu apa yang dimaksud dengan Abi.
" Ya kegiatan di rumah Mawar, sahabat ummi." ucap Abi.
" Oh kegiatan aku di sana, nggak banyak sih cuma basa-basi aja. dan yang paling penting membahas kelanjutan hubungan antara Hana dan juga Dafa dong." jelas ummi.
" Nah itu dia yang Abi tunggu, jadi udah ada tanggal pertunangan belum?" tanya Abi yang penasaran.
__ADS_1
" Ya belum lah Abi, lagian Dafa dan Hana masih baru semester awal. Main mau tunangan aja, nikahnya kapan. Kan masih lama, nanti justru bahaya kalau sudah diikat tapi nikahnya masih lama." jelas ummi dengan menatap tajam ke arah Abi.
" Ya kan biar si Hana Nggak kabur, soalnya mereka berdua masih muda. Kalau tiba-tiba mengakhiri hubungan gimana." jelas Abi dan membuat ummi menjadi berpikir kembali.
" Yang Abi bilang masuk akal sih, tapi melihat interaksi mereka berdua. Kayaknya hal itu Nggak mungkin deh Abi, ya mudah-mudahan aja sih." ucap ummi yang memikirkan perkataan Abi.
Dafa yang sempat mendengar pembicaraan Abi dan umminya Ia pun merasa sangat bahagia, karena Abi dan uminya mendukung hubungannya dan Hana. Bahkan abi nya sudah mengusulkan untuk pertunangan, walaupun umminya menentang untuk saat ini. Karena umminya takut akan terjadi hal yang buruk, jika keduanya diikat namun masih lama tanggal pernikahannya.
Dafa yang merasa sangat bahagia itu, Ia pun langsung berlari menuju kamar Bayu. Dan ia pun menceritakan apa yang ia dengar, sontak saja Bayu menjadi kaget. Hubungannya saja dengan sang pacar belum direstui, Tapi kini adiknya bahkan sudah disuruh untuk menikah.
" Wah gercep banget ya, hubungan ku dan pacarku aja belum dapat restu." ucap Bayu.
" Ya maaf Kak, lagian hubunganku dan hubungan Kakak kan berbeda. Hana, anak dari sahabat ummi. Sedangkan pacar kakak, Abi dan umi tidak mengenal mereka." Jelas Dafa, dan Bayu Hanya mengangguk saja.
" Yang kau katakan memang benar Dafa, aku si berniat membawanya besok kesini. Karena masalah tentang perjodohan telah selesai, aku berharap Abi dan ummi bisa merestui hubungan kami. Doain ya dek." ucap Bayu dengan menepuk pundak Dafa.
" Iya kak, aku doain. Semoga aja lancar terus, dan hubungan kakak bisa direstui sama Abi dan ummi." ucap Dafa, kemudian ia pun pergi menuju kamarnya, karena ia takut sang ummi tau kalau ia sedang tidak ada di kamarnya.
Setelah tiba di kamarnya, Dafa terus saja tersenyum sambil membayangkan jika memang ia dan Hana akan di tunangkan dalam waktu dekat. Ia terus hanyut dalam lamunannya, hingga tidak terasa ia pun terlelap. Dan akhirnya masuk ke alam mimpi.
...----------------...
Matahari pagi menimpa Hana dari sela-sela jendela, ia pun terusik dan kemudian terbangun. Ia pun segera melakukan rutinitas paginya, dan ia pun menyempatkan untuk membuat makanan untuk Dafa. Karena ia tau Dafa pastinya sulit makan, ia beranggapan seperti itu bukan tanpa sebab. Itu semua bisa terjadi, karena tingkah Dafa semalam.
Setelah selesai menyiapkan bekal, Hana pun segera berangkat ke kampusnya. Sesampainya di kampus ia bertemu dengan Wildan kakak kandungnya, ia melihat Wildan tampak sedang murung. Akhirnya ia pun menemuinya.
Hayo, kira-kira apa ya yang terjadi sama Wildan. Penasaran, semuanya penasaran. Sama nafras juga, ayo pantau terus. dan jangan lupa like, komentar, share, dan ikuti agar tidak ketinggalan ☺️
__ADS_1