
" Aku hanya menjalankan perintah saja, kau adalah anak dari teman sahabat bundaku. Karena itu aku harus menjagamu, atas perintah dari bundaku." ucap Arfi dan semuanya tampak kebingungan.
" Jadi maksudmu bundamu dan bundaku itu sahabatan, tapi aku tidak mengenalmu." ucap Hana yang memang tidak mengenal Arfi.
" Kita memang tidak saling mengenal, tetapi mulai saat ini kita adalah teman." ucapnya dengan mengeluarkan tangannya.
Hana awalnya bingung, akhirnya ia pun melihat ke arah Daffa. Dafa pun mengangguk, dan akhirnya Hana pun menjabat tangan tersebut.
" Senang berkenalan denganmu Hana, mulai saat ini kita berteman." ucap Arfi dengan tersenyum.
" Aku juga senang bisa berteman denganmu, kau adalah orang yang baik." balasnya dengan tersenyum.
" Andai saja bukan Daffa yang ada di sampingmu, mungkin saat ini aku sudah menggapaimu. Tetapi aku tidak ingin menyakiti sahabatku, karena itu aku akan tetap membiarkan kau bersama dengan Daffa. Setidaknya aku akan selalu bisa melihatmu, walaupun aku tidak bisa memilikimu." batin Arfi dengan memandang wajah Hana.
" Oh iya kalian tenang saja ya, untuk urusan perempuan itu biar aku yang urus. Dia sudah sangat keterlaluan kepada kalian, dan juga mengganggu ketenangan para mahasiswa dan mahasiswa yang ada. Oh iya satu lagi, aku juga sudah mendengar kalau dia kemarin membuat keributan di wilayah kampus. Jadi bila misalnya dia dikeluarkan dari kampus ini, kamu jangan merasa bersalah ya Hana." ucap Arfi dan membuat semua yang ada tersentak.
" Kalian mendengar omongan asli tadi kan?" tanya seorang mahasiswi.
" Iya aku mendengarnya." ucap temannya yang satu lagi.
" Kalau begitu, berarti si Gina bisa saja di depok dari kamu sini." ucap mahasiswi tersebut.
" Oh iya Hana, kau tidak akan menghalangi keputusan itu bukan. Dia sudah begitu jahat kepada dirimu, bahkan ia mengatakan hal buruk tentang dirimu kepada seluruh mahasiswa dan mahasiswa di fakultas kita." ucap mahasiswi itu dan Hana pun.
" Aku tidak sedang salah dengar bukan?" tanya Hana untuk memastikan apa yang dia dengar.
" Kau tidak salah dengar Hana, iya memang selalu menceritakan hal-hal buruk tentang dirimu. Tetapi kami tidak pernah mempercayai hal itu, karena kami melihat dirimu tidak mungkin seperti itu." jelas mahasiswi tersebut.
__ADS_1
" Tidak kusangka, ternyata dia bisa setega itu denganku." ucap Hana yang tanpa sadar berderai air mata.
" Sudahlah Hana, jangan kau pikirkan tentang dia. Dia saja tidak pernah memikirkan tentang dirimu, bahkan ia selalu menceritakan hal buruk tentang dirimu. Awalnya kami sempat ingin mempercayainya, tetapi setelah melihat sifat dan karaktermu kami jadi tidak mempercayainya. Karena kami yakin, kau tidak akan pernah berbuat hal yang ia ceritakan." ucap salah satu mahasiswi itu.
" Terima kasih karena kalian telah mempercayaiku, aku tidak menyangka kalau dia bisa setega ini kepadaku." ucap Hana.
" Kau tenang saja Hana, sebenarnya sudah banyak kejahatan yang ia lakukan. Dan bahkan sudah banyak mahasiswa dan mahasiswi di sini yang sudah mengetahuinya, hanya kau saja yang tidak pernah menyadarinya." ucap mahasiswi tersebut dan membuat Hana tersentak.
" Maksud kamu bagaimana?" tanya Hana yang memang tidak mengetahui apa-apa.
" Sudahlah Hana, lebih baik kau tidak mengetahuinya. Tapi setidaknya kau harus mengetahui satu hal, dia bukanlah orang yang baik. Dan sebenarnya aku di sini bukanlah seorang mahasiswi, aku adalah bodyguard yang diutus oleh ayahmu untuk menjagamu." ucap mahasiswa tersebut.
" Maksudmu ayah sudah mengetahui semuanya, mengapa ayah tidak pernah bercerita kepadaku?" tanyanya yang bingung.
" Jangan pernah kau bahas masalah ini di hadapan ayahmu, karena bisa saja ia menyadari kalau kita sudah mengetahuinya." ucap mahasiswi itu kemudian pergi meninggalkan Hana.
" Hei tunggu." ucapannya berusaha untuk mengejar mahasiswa itu.
" Aku akan menuruti perkataanmu, tapi aku juga harus memberitahu kak Wildan. Takutnya kak Wildan belum mengetahuinya, dan akan berbahaya juga bagi Kak Wildan." ucap Hana yang mengkhawatirkan kakaknya.
" Halo, assalamualaikum kak." ucap Hana untuk mengawali panggilan telepon.
" Waalaikumsallam, ada apa ya dek?" tanya Wildan.
" Bisakah kita bertemu kak?" tanya Hana yang sudah mulai khawatir.
" Oh tentu saja boleh, kita mau ketemu di mana?" tanya Wildan yang merasa tinggal adiknya aneh.
__ADS_1
" Bagaimana kalau di cafe depan kak, ada yang ingin aku bicarakan dengan kakak." ucapnya dan membuat Wildan menjadi penasaran.
" Oke." jawabnya kemudian sambungan telepon pun terputus.
Mereka pun segera pergi ke tempat yang sudah mereka sepakati, kini hanya didampingi oleh Daffa. sesampainya mereka di cafe, mereka langsung mencari tempat duduk yang kosong. tidak lama setelah itu, akhirnya Wildan pun datang. Wildan pun segera menghamburkan pandangannya untuk mencari Hana, dan setelah menemukannya ia pun segera menuju ke meja tersebut.
" Ada apa ya dek?" tanya Wildan Yang penasaran.
" Adek rasa, ada yang tidak beres dengan Gina dan mamanya kak." ucap Hana dan membuat Wildan terkejut.
" Adek mengetahui sesuatu?" tanya Wildan untuk memastikan.
" Adek tidak mengetahuinya kak, hanya saja ternyata selama ini ayah mengirim bodyguard untuk menjaga Adik." ucapnya dan membuat Wildan tersenyum bahagia.
" Syukurlah ada yang menjagamu, sebenarnya yang kau khawatirkan memang benar. Dan kakak juga sudah menebaknya sejak lama, kakak saat ini juga sedang menyelidiki tentangnya." ucap Wildan dan membuat Hana kaget.
" Jadi kakak sudah mengetahuinya, kenapa kakak nggak cerita sama adik?" tanya Hana yang merasa heran.
" Kakak juga tidak ingin kamu terlibat dek, karena hal ini sangat berbahaya. Biarlah kakak saja yang menyelidikinya, dan kau hanya tahu ketika sudah selesai." jelas Wildan.
" Kakak bilang ini sangat berbahaya, kalau begitu kakak harus hati-hati ya. Aku tahu kakak khawatir sama aku, tapi kakak juga harus memperhatikan diri kakak juga." ucapnya dengan berderai air mata.
" Adek tenang saja, semua rencana sudah disusun. Dan kakak sangat bersyukur, karena ternyata ayah mengirim bodyguard untuk menjagamu. Dan itu tandanya ayah sudah mengetahui semuanya, dan ayah akan selalu melindungi kita." ucap Wildan dengan tersenyum.
" Ya begitulah kak, tapi kakak yakin adik nggak perlu ikut terlibat?" tanyanya yang masih ragu.
" Adek tenang saja, kakak sudah menyusun semuanya bersama dengan teman-teman kakak. Dan kakak jamin mereka tidak akan bisa kabur, Kakak sudah bekerja sama dengan orang-orang yang telah mereka sakiti dengan cara yang sama seperti kita." jelas Wildan dan membuat Hana menjadi kebingungan.
__ADS_1
" Maksud kakak bagaimana?" tanyanya yang memang tidak mengerti.
" Adek tidak perlu tahu soal ini, yang terpenting kau bisa belajar dengan nyaman. Kau tidak usah memikirkan tentang hal ini, serahkan semuanya kepada kakak." ucap Wildan dengan mengelus kepala Hana.