Derai Yang Terbendung

Derai Yang Terbendung
Hana 54


__ADS_3

Sedikit pengenalan



Nama : Tina


Hobby : bernyanyi


Makanan kesukaan : Rendang


Minuman kesukaan : Jus Lemon


...----------------...


" Yes akhirnya Dafa dan Hana mau." ucap Cahaya dengan melompat kegirangan.


" Kamu kenapa dek, tampaknya sedang sangat bahagia." ucap Bayu yang baru saja muncul.


" Aku baru aja ngajakin cahaya dan Dafa double date Kak." jawab Cahaya.


" Kalian mau date, kakak ikut dong." ucap Bayu.


" Beneran kakak mau ikut?" tanya Cahaya yang masih tidak percaya.


" Iya beneran dek, kan biar sekalian juga kalian kenal dengan Dea. Dan kalau kamu serta Hana bisa dekat dengan Dea Kakak juga sangat bahagia, dan itu semua akan mempermudah jalan kakak dengan Dea." jelas Bayu.


" Ya udah deh nggak apa-apa, aku akan kabari untuk lokasi berikutnya." ucap Cahaya.


" Oke kalau gitu ditunggu ya." ucap Bayu kemudian pergi meninggalkan Cahaya.


Cahaya pun segera menghubungi Faldo, dan ia pun menyatakan persetujuan dari Hana dan juga Daffa. Kemudian juga keikutsertaan sang kakak Bayu dan juga kekasihnya.


Faldo awalnya kaget, ia tidak menyangka kalau Bayu akan ikut. Ia pun jadi berniat untuk membatalkannya, tetapi ia teringat dengan Wildan dan tujuan awal mereka melakukan date. Akhirnya date pun tetap berlangsung, dan kini Mereka pun bersiap-siap untuk pergi ke tempat lokasi yang telah diinformasikan.


Pukul 08.00 malam, adalah waktu yang sudah ditentukan. mereka akhirnya sampai di cafe A, kini mereka berada di meja ukuran besar. Yang memang sudah dipesan untuk ukuran 6 orang, ini semuanya saling pandang. Terutama Hana yang tidak mengenal dia, Hana pun menjadi penasaran dengan sosok Dea.


" Dafa dan juga cahaya, mungkin kalian sudah mengenal pacarku Dea. Tetapi untuk Hana dan juga Faldo, kalian masih belum mengenalnya." ucap Bayu.


" Aku sudah mengenalnya Kak, beberapa waktu yang lalu aku juga sudah bertemu dengan Kak Dea pada saat aku berada di rumah Kakak." ucap Faldo.

__ADS_1


" Kalau Hana bagaimana?" tanya Bayu.


" Hana belum mengenalnya kak, Hana sih sempat mendengar dari Dafa kalau kakak sudah memiliki pacar. Dan bahkan kakak berencana untuk menikah dalam waktu dekat, tetapi Hana masih tidak mengetahui siapa calon kakak. Dan jujur hari ini Hana sangat senang, karena Hana bisa bertemu langsung dengan calon kakak yang kabarnya sangat cantik." ucap Hana dengan tersenyum.


" Kamu bisa saja memujinya." ucap Dea.


" Tapi beneran, kakak sangat cantik." ucap Hana dengan tersenyum.


...----------------...


" Bagaimana Wildan, apakah ayah bisa menemui Hana?" tanya pak Yuda.


" Hana sudah tiba di restoran, aku mau seakan-akan pertemuan ini tidak di sengaja. Karena jika Hana tau, semua sudah direncanakan. Ia pasti akan semangkin marah sama ayah." jelas Wildan.


" Ok, terimakasih Wil. Ayah sangat sayang sama kalian." ucap pak Yuda yang tanpa sadar ia pun meneteskan air mata.


" Uda nggak ada waktu ayah, sekarang ayah harus masuk ke dalam. Hana ada di meja no.8 dan aku sudah memesan meja no.10 untuk ayah." jelas Wildan, dan kemudian pak Yuda pun segera masuk ke restoran.


Pak Yuda berjalan dengan perlahan, dan ia pun dengan sengaja menabrak pelayan yang lewat di dekat meja Hana.


" Maaf pak, saya tidak sengaja." ucap pelayan itu.


" Iya tidak apa-apa." jawabnya.


" Hana sayang, kau disini nak?" tanya pak Yuda yang baru saja mengangkat kepalanya.


Hana tidak menjawab, ia langsung pergi kembali ke mejanya. Pak Yuda pun menahan Hana.


" Tolong lepaskan." ucap Hana.


" Hei…" ucap Dea yang terhenti.


" Sudahlah kak, kita jangan ikut campur. Itu adalah ayah Hana, lebih baik kita bilang ke Dafa saja." ucap Cahaya dan mereka pun langsung kembali.


" Dimana Hana?" tanya Dafa.


" Tadi kami bertemu dengan om Yuda." ucap Cahaya dan membuat Dafa kaget.


" Lalu sekarang mereka dimana?" tanya Dafa yang panik.

__ADS_1


" Mereka ada di sana, di meja no.10." ucap Cahaya dengan menunjuk ke arah meja dimana Hana dan pak Yuda duduk, dan Dafa pun ingin segera pergi menemui Hana. Tetapi tiba-tiba saja Bayu menarik tangan Dafa, dan Dafa pun langsung melihat ke arah Bayu dengan tatapan yang sinis.


" Biarkan Hana berbicara dengan ayahnya, apa kau ingin Hana baikan dengan ayahnya." ucap Bayu.


" Aku sangat ingin kak, tapi aku tidak bisa membiarkan Hana sendirian." ucap Dafa.


" Yakinlah, Hana pasti bisa menghadapi semuanya. Bila kau kesana permasalahan Hana dan ayahnya tidak akan selesai, percaya pada Hana kalau dia bisa menyelesaikannya sendiri." jelas Bayu, dan Dafa pun kembali duduk. Tetapi ia terus memantau ke arah meja no.10 itu.


" Sebenarnya ada masalah apa sih beb?" tanya Dea yang penasaran.


" Masalah keluar, kita orang luar nggak usa ikut campur." ucap Bayu dengan mengelus kepala Dea.


" Tapi aku penasaran." ucapnya yang memang sangat penasaran.


" Itu masalah ayah dan anak, kau pasti pernah bertengkar dengan ayahmu kan. Begitu juga dengan Hana, dan saat ini ia sedang bertengkar dengan ayahnya." jelas Bayu dan Dea pun mengangguk.


" Tapi sepertinya, masalah Hana dan ayahnya sangat serius." ucap Dea.


" Ya sangat serius la, siapa coba yang nggak marah. Ayahnya akan menikah 2 hari lagi, tapi tidak memberi taunya.…" ucap Faldo yang keceplosan.


" Bebbb…" ucap Cahaya dengan tatapan sinis.


" Maaf beb, habis aku risi mendengar pertanyaan kak Dea yang berulang." ucap Faldo yang kini ketakutan dengan Cahaya.


" Kau ya Faldo, itu mulut apa nggak bisa di rem." ucap Bayu.


" Iya tuh kak, baut kesal aja." ucap Cahaya dengan melipat tangannya di atas dada, kemudian memajukan bibirnya.


" Kalau bukan ini di tempat umum, mungkin kau sudah ku habisi." ucap Bayu dengan tatapan sinis.


" Kalian bisa diam nggak, aku masih mengamati Hana. Kalian apa nggak khawatir dengan Hana?" tanya Dafa, dan membuat semuanya terdiam.


Dafa terus mengamati Hana, dan tiba-tiba ia melihat Hana menangis. Dan ia pun ingin segera menemui Hana, tetapi lagi-lagi Bayu menghalanginya.


" Kak, tolonglah Hana sedang menangis." ucap Dafa yang kini sudah berdiri.


" Jangan pergi, atau kau akan mendapatkan masalah. Dan bisa-bisa kau tidak direstui oleh ayah Hana, kau mau itu." ucap Bayu dan membuat Dafa ketakutan.


" Tapi aku tidak bisa melihat Hana menangis kak." ucapnya.

__ADS_1


" Lebih baik Hana menangis sekarang, dari pada kau tidak bisa menikah dengannya." ucap Bayu dan Faldo pun ikut mendukung.


" Yang dikatakan kak Bayu ada benarnya, bila kau kesana sekarang. Jadi lebih baik disini saja, aku yakin sebentar lagi Hana juga akan segera kembali ke sini. Jadi kau tenang saja, yang namanya seorang ayah ia tidak akan mungkin menyakiti anaknya." jelas Faldo mendukung Bayu.


__ADS_2