
" Uda kau tenang aja, aku nggak akan buat masalah kok." ucapnya.
" Tapi aku masih curiga dengan mu." ucapnya yang masih tidak percaya.
Tiba-tiba saja, telpon Wildan berbunyi. Dan ternyata bunda mawar yang menelpon, dengan sigap Wildan pun langsung mengangkat telepon dari sang bunda.
" Halo bunda." ucapnya untuk mengawali pembicaraan.
" Halo sayang, kau dimana?" tanya bunda.
" Kakak masih di rumah teman Bun, ada apa ya?" tanya Wildan.
" Ada yang mau bunda sampaikan, jadi nanti kau ke rumah bunda ya. Oh iya sebelum kesini jemput Hana dulu ya!" ucap bunda.
" Memang Hana dimana bun?" tanya Wildan yang penasaran.
" Hana lagi di rumah Dafa, nanti bunda kirimkan alamatnya." ucap bunda.
" Baik bunda, nanti Wildan akan jemput Hana." jawabnya.
" Yauda hati-hati ya nak." ucap bunda dengan mematikan sambungan telepon.
Setelah sambung telepon mati, Wildan pun langsung masuk ke dalam rumah Rio. Ia berniat meminjam motor Rio, karena ia harus menjemput Hana terlebih dahulu. Ia pun langsung menuju ke arah kamar Rio.
" Rio." panggilnya ketika baru sampai di kamar Rio.
" Ada apa?" tanya Rio.
" Minjam motor dong." ucapnya langsung.
" Yauda ni bawak, tapi kau mau kemana?" tanya Rio.
" Mau ke tempat bunda ku." jawabnya.
" Oh jadi mau ke rumah Hana, ikut dong." ucapnya.
" Mau naik dimana kau." ucapnya.
" Eh maksudnya gimana?" tanyanya yang bingung.
" Aku mau jemput Hana soalnya." jawabnya.
" Loh memang Hana dimana?" tanyanya.
" Dia lagi tempat Dafa." ucapnya.
" Dafa teman satu prodinya?" tanya Rio.
" Iya bener." jawabnya dengan mengangguk.
__ADS_1
" Yauda la, hati-hati." ucapnya.
" Ok, aman." jawabnya dengan langsung pergi meninggalkan kamar Rio.
Wildan pun langsung menghubungi Hana, untuk menjemputnya di rumah Dafa. Karena ia tidak ingin terjadi kesalahpahaman diantara ia dan juga Hana.
" Adek dimana, kakak di suruh untuk jemput adek." ucapnya untuk mengawali telepon.
" Adek di rumah Dafa kak, nanti adek Sherlock. Dan bunda tadi juga uda jelaskan ke adek kak." jawabnya.
" Oh oke kalau gitu, kakak tunggu ya." ucapnya.
Tidak lama setelah itu, Hana pun segera mengirim Sherlock. Wildan yang menerimanya kaget, karena ia tau kalau itu adalah rumah cahaya teman SMA-nya.
" Aku nggak salah lihat ini, ini kan rumah cahaya. Apa jangan-jangan si Dafa itu adik kecilnya Cahaya yang sering sakit itu, tapi kok aku masih nggak percaya ya." ucapnya dengan membayangkan tentang masa lalu.
" Yauda la, dari pada aku kebingungan. Mending aku langsung aja ke sana untuk memastikan." tambahnya kemudian langsung mengendarai motornya menuju ke arah rumah Dafa.
Akhirnya Wildan pun sampai di rumah Dafa, dan alangkah kagetnya ia ketika bertemu dengan Cahaya dan juga Faldo.
" Wah, ada yang lagi pacaran ni." ucapnya menggoda keduanya.
" Eh ada Wildan, ngapain kesini?" ucap Faldo dengan tatapan sinis.
" Eh jangan salah sangka, aku kesini mau jemput adikku." ucapnya yang melihat tatapan Faldo.
" Adik mu, memang siapa?" tanya Faldo yang penasaran.
" Hana adikmu?" tanya Faldo yang masih kebingungan.
" Iya dia adikku." jawabnya santai.
" Dunia ini memang aneh." ucapnya dengan mengeluarkan kepalanya.
" Ya begitulah, tapi mau gimana lagi." jawab Wildan.
" Kak, ayo pulang. Bunda uda nungguin kita." ucapnya dengan menggandeng tangan Wildan.
" Kalau gitu aku duluan ya, nggak enak jadi obat nyamuk. Hehehe." ucapnya dengan tertawa.
" Ye dasar kau ya Wil, kebiasaan buat emosi aja." ucap Cahaya yang marah.
" Udalah kak, berantemnya nanti aja. Sekarang lebih baik kita pulang, kalau kakak nggak mau kenak bencana." ucap Hana dan membuat Cahaya dan Faldo ketakutan.
" Yauda deh, sana kalian pulang. Aku jadi takut dengarnya." ucap Cahaya.
" Yauda kami pulang dulu." ucap Wildan dan kemudian mereka melambaikan tangannya.
Mereka pun segera mengendarai motornya menuju ke rumah, dan benar saja kini wajah bunda sudah sangat mengerikan. Sorot matanya yang tajam, membuat kedua ketakutan, Wildan tidak menyangka kalau bundanya sangat menyeramkan ketika sedang marah.
__ADS_1
" Dari mana saja kalian, lama sekali?" ucap bunda dengan sorot mata yang tajam.
" Dari rumah Dafa Bunda." ucapnya dengan ekspresi takut.
" Nggak mungkin, lama sangat." ucap bunda.
Hana pun menyenggol bahu Wildan, untuk meminta Wildan menjawab pertanyaan dari bunda.
" Maaf bunda, tadi Wilda yang lama jemputnya." ucapnya jujur.
" Oh yauda, kalau gitu masuk sekarang. Bunda uda siapkan makan." ucap Bunda kemudian langsung masuk ke dalam meninggalkan keduanya di depan pintu.
" Makasih ya kak." ucapnya kemudian langsung masuk.
" Ternyata bunda serem juga ya." batinnya kemudian langsung masuk.
" Ayo makan." ucap bunda dengan tersenyum.
" Wah, masakan bunda memang selalu enak. Inilah yang paling Wildan rindukan." ucapnya dengan tersenyum.
" Kalau begitu di habiskan ya." ucap bunda dengan tersenyum, dan Wildan hanya mengangguk saja.
...----------------...
" Beb, aku masih nggak percaya. Kalau ternyata si Hana itu adiknya Wildan." ucap Faldo.
" Jangankan kau beb, aku aja masih nggak percaya. Dan satu lagi, si Hana rupanya pacarnya Dafa adikku." jelasnya dan membuat Faldo terkaget.
" Sejak kapan mereka jadian?" tanyanya yang penasaran.
" Nggak tahu kapan jadiannya, cuma kemarin Si Daffa bawa si Hana ke sini." jelas Cahaya.
" Ai main bawa aja, memangnya dia udah siap untuk lanjut ke jenjang berikutnya." ucap Faldo dengan menggelengkan kepalanya.
" Udah mungkin." ucap Cahaya yang memang tidak tahu.
" Tapi kan Kak Bayu belum nikah, Eh ini masa sih Dafa mau nikah." ucap Faldo yang kebingungan.
" Iya bener banget itu, oh ya satu hal lagi. kemarin itu kita kan sempet bahas mau gagalin perjodohan antara Kak Bayu dan anak sahabat umi aku kan." ucap cahaya dan Faldo hanya mengangguk.
" Eh aku baru ingat loh soal itu, jadi gimana kita masih mau jalani rencana?" tanya Faldo yang memang sudah sangat antusias, karena ia tahu sebenarnya Bayu dan kekasihnya sudah lama menjalin hubungan.
" Tenang aja, kita nggak perlu repot-repot gagalin acara itu." ucap Cahaya dan membuat Faldo kebingungan.
" Loh gimana maksudmu Beb, kalau kita nggak gagal gimana hubungan Kak Bayu dan pacarnya." ucapnya yang masih kebingungan.
" Hubungan mereka tetap berjalan seperti biasa, dan acara perjodohan itu pun tetap berjalan. Walaupun dengan calon yang berbeda." jelasnya tapi justru membuat sang kekasih tambah kebingungan.
" Diganti gimana, maksud kamu diganti sama Daffa gitu. Dafa kan udah pacaran sama Hana, lalu si Hana mau dikemanain?" tanyanya yang jujur tidak mengetahui maksud dari Cahaya.
__ADS_1
" Sebenarnya ini cukup ribet sih, tapi inilah takdir. Si Hana rupanya anak dari sahabat ummi, yang niat awalnya mau dijodohin sama Kak Bayu. Eh rupanya dia pacaran sama Dafa, tahulah jalan kelanjutannya." jelasnya dan Faldo kini hanya mengangguk Dan tersenyum.
Maaf ya teman-teman semua, nafras uda jarang up. Nafras lagi ada kesibukan magang, di waktu kosong nafras janji akan up.