Derai Yang Terbendung

Derai Yang Terbendung
Hana 9


__ADS_3

'' Apakah benar di rumah menjalin hubungan dengan Wildan?'' tanya sang ayah dengan tatapan sinis.


'' Iya dong Ayah, mana mungkin Angel bohong sama ayah.'' ucapnya dengan percaya diri.


Mendengar ucapan dari Sang Putri, Pak Dani menjadi tambah marah. Ia tidak menyangka kalau ternyata putrinya berbohong, fakta sebenarnya ia telah mengetahui. Dan kini ia menjadi sakit hati dengan putrinya, selama ini ia selalu percaya dengan putrinya. Tetapi putrinya ternyata selalu memanfaatkannya, rasa sayangnya kepada putrinya jangan berubah.


'' Kamu yakin dengan jawaban kamu?'' tanya Pak Dani.


'' Iya Ayah aku yakin.'' ucapnya kembali.


Pak Dani yang sudah emosi, kini segera memakan bidan untuk masuk ke dalam ruangan. Dalam sekejap bergantung sampai di dalam ruangan, ia meminta Wildan untuk menjelaskan semuanya.


'' Wildan bisa kamu jelaskan!'' perintah pak Dani.


'' Tentu pak saya bisa menjelaskannya, saya dan Angel tidak memiliki hubungan apapun. Hanya saja selama ini Angel selalu berusaha dekat dengan saya, dan bahkan ia menganggap dirinya sebagai kekasih saya. Tetapi sebenarnya saya tidak pernah menjalin hubungan, dan kini ketika saya dekat dengan seseorang yang menurut saya pas untuk saya. Dia justru menyakiti wanita itu, dan seperti yang bapak tahu kabar ini telah tersebar ke seluruh penjuru fakultas.'' jelasnya ada yang menatap serius ke arah Pak Dani.


Dalam seketika, Angel pun merasa ketakutan. Kini ayahnya ngapain semuanya, dan ia pasti akan mendapat hukuman dari sang ayah. Dan bila ayahnya menghukum, pasti tidak akan tanggung-tanggung. Apalagi ia telah membohongi ayahnya cukup besar, dan juga telah melibatkan nama ayahnya dan situasi yang buruk.


'' Oke terima kasih Wildan, kamu bisa keluar sekarang. Biar urusan ini, saya dan Angel yang mengurus.'' ucapan pak Dani, Wildan pun segera keluar. Dan kini yang berada di ruangan tinggal Pak Dani dan juga Angel.


'' Bagaimana Angel, kamu masih ingin berbohong. Ayah tidak menyangka, ternyata engkau membohongi ayah selama ini.'' ucapan Dani dengan tatapan yang sinis.


Angel yang mendengar ucapan sang ayah, Ia pun merasa takut dan menundukkan kepala.


'' Maafkan Angel ayah, Angel sangat mencintai Wildan.'' ucapnya.


'' Cinta tidak harus memiliki, kau harus ingat itu Angel. Tidak semua yang kau inginkan bisa kau dapatkan, mengerti Angel.'' ucap sang ayah.


'' Iya ayah, maafkan Angel. Angel akan mencoba merubah, dan juga melupakan Wildan.'' Ucapnya dengan meneteskan air mata.


Sekarang kita kembali kepada Wildan, saat ini Wildan berada di sekretariat bersama dengan Rio dan Tina. Rio dan Tina yang penasaran dengan alasan mengapa Wildan dipanggil pak Dani, Mereka pun segera merundung Wildan dengan berbagai pertanyaan.


'' Wil ada apa, Pak Dani kenapa manggil kamu?'' tanya Rio.


'' Biar aku tebak, pasti ada hubungannya dengan Angel.'' tebak Tina.

__ADS_1


'' Yap bener banget, apalagi kalau bukan itu. Jujur aku kesel banget sama Angel, dan karena dia juga nama ku juga rusak. Seperti yang kalian tau, aku jadi bingung harus bagaimana berbicara dengan Luhan. Dan itu semua gara-gara Angel.'' ucap Wildan.


'' Haduh kasihannya sahabat aku, baru pertama jatuh cinta. Eh malah diusik sama orang, kasihan banget kamu Wil.'' ucap Rio.


'' Kalau gitu kita bantuin la Rio, itu sih kalau kamu perduli sama Wildan.'' ucap Tina.


'' Ya peduli lah dia kan sahabat aku, jahat banget aku kalau nggak peduli.'' ucapnya.


Mereka pun menyusun rencana, Ada ringan dapat dekat dengan Hana. Dan mereka berencana, untuk melakukannya hari ini juga. Setelah rencana tersusun dengan rapi, Tina pun segera pergi untuk mencari Hana. Dan ia membawa Hana ke tempat yang sudah disepakati.


'' Hai kalian ada yang lihat Hana nggak?'' tanya Tina kepada mahasiswa yang berlalu-lalang.


'' Hana siapa ya Kak?'' tanya mahasiswa itu.


'' Hana yang sempat dijambak sama Angel anak dari Pak Dani.'' ucapnya dengan jujur.


'' Oh Hana yang itu ya Kak, sepertinya tadi dia di kantin.'' ucap mahasiswa itu.


'' Ok terimakasih.'' ucap Tina, kemudian ia langsung pergi ke kantin.


'' Halo Hana.'' ucapnya.


'' Eh kakak, ada apa ya?'' tanya Hana yang takut.


'' Kamu ikut aku ya.'' ucapnya dengan menatap Hana.


Hana sebenarnya takut, tapi mau tidak mau ia harus ikut dengan Tina.


'' Gays, aku pergi dulu ya.'' ucapnya, kemudian meninggalkan kedua temannya.


'' Daffa, gimana ini. Aku takut Hana di apa-apain sama kak Tina.'' ucapnya.


'' Ya mau gimana, kita juga nggak bisa berbuat apa-apa Na.'' ucap Daffa.


'' Kau takut ya Daf, jangan takut la. Kita itu temannya, jadi kita harus membantunya.'' ucap Gina.

__ADS_1


Mendengar ucapan Gina, Daffa akhirnya memutuskan untuk mengikuti Hana. Karena Hana adalah teman mereka sekarang, dan bila mereka mendapatkan hukum mereka sudah ikhlas.


'' Kalau gitu sekarang kita ikuti Hana, mau di hukum pun aku terima.'' ucapnya dengan mengajak Gina.


'' Ayo.'' ucapnya dengan tersenyum, kemudian mereka mengikuti kepergian Hana. Hingga mereka sampai di sebuah taman.


'' Ini bukannya taman ya?'' tanya Daffa.


'' Syut... diam, coba kau lihat di sana. Ada kak Wildan dengan seikat bunga.'' ucap Gina, Daffa pun langsung mengarahkan pandangannya ke arah yang di tunjuk oleh Gina.


Alangkah kagetnya Daffa, momen yang tidak pernah ia lihat sebenarnya. Kini mereka menyaksikan sesuatu yang tidak mungkin terulang, yaitu menyaksikan momen yang sangat membahagiakan untuk teman mereka.


'' Hana, maukah ngkau menjadi pacarku.'' ucapnya sambil berjongkok.


Hana terdiam, ia tidak tau harus menjawab apa.


'' Ayo Hana Terima, jangan sia-siakan kesempatan ini.'' dukung Gina.


'' Tadi yang paling cemas, sekarang yang paling dukung.'' ucap Daffa dengan menggelengkan kepalanya.


'' Kak, ini bercanda kan.'' ucapnya yang masih tidak percaya.


'' Tidak Hana, aku serius.'' ucapnya Wilda.


'' Kak, kalau mau prank jangan pakai kayak gini Napa.'' ucapnya kemudian melarikan diri.


'' Eh kok malah lari, ayo kita kejar.'' ucap Gina.


Gina dan juga Daffa akhirnya mengejar Hana, sedangkan Wildan bersama Rio dan juga Tina masih berada di tempat tadi. Mereka merasa heran dengan kepergian Hana, terutama Wildan yang mulai berpikir kalau ia telah menyakiti hati Hana. Dan itulah yang menyebabkan Hana pergi meninggalkannya, dan tidak mempercayai kalau sebenarnya ia memang mencintai Hana.


'' Wil, kenapa dia pergi?'' tanya Tina.


'' Mungkin ia telah tersakiti oleh sikap Angel, dan tidak ingin berurusan lagi denganku.'' ucap Wildan yang masih menatap ke arah kepergian Hana.


'' Sabar ya Wildan, kami berdua akan tetap mencari cara. Agar engkau bisa jadian dengan Hana, dan kami janji akan selalu membantumu.'' ucap Rio yang ikut sedih melihat tingkah sahabatnya itu.

__ADS_1


__ADS_2