Derai Yang Terbendung

Derai Yang Terbendung
Hana 80


__ADS_3

" Yang kau katakan memang benar, dunia ini memang sempit. Dan takdir mempertemukan kami, walaupun awalnya dengan cara yang aneh." jelas Wildan.


" Semoga saja kalian bisa langgeng sampai pernikahan." ucap Rio.


" Amin." jawabnya.


" Kalau soal cinta kau cepat, perasaan ada yang pernah bilang nggak akan bucin. Tapi sepertinya sekarang kemakan sama omongan sendiri." sindir Rio.


" Itu kan dulu, sebelum aku mengenal cinta. Kalau sekarang mah beda, karena sekarang aku sudah memiliki Intan." ucapnya dan Rio pun hanya menggelengkan kepalanya saja.


" Sudahlah Rio, kayak kau nggak aja." tambahnya dan Rio hanya tersenyum.


...----------------...


" Habis telponan sama siapa, kok kayaknya kamu happy banget?" tanya Kalisa yang melihat tingkah aneh dari Intan.


" Habis telponan sama mas pacar." jawabnya dan Kalisa hanya menjalin kepalanya saja.


" Pantes happy benar, kalian mau ke mana?" tanya Kalisa.


" Nggak ke mana-mana sih, cuma mau jalan-jalan aja. Kenapa, kau mau ikut?" tanya intan dan Kalisa pun menggelengkan kepalanya.


" Males deh jadi obat nyamuk, enakan juga di rumah." jawabnya kemudian kembali ke kursinya.


" Sifatmu aja kayak gini, gimana mau punya pacar coba." ucap Intan dengan menggelengkan kepalanya.


" Nanti kalau jodoh pasti ketemu, kan sang pencipta menciptakan kita berpasangan. Jadi ya udah, nggak mungkin kita nggak akan dipertemukan dengan pasangan kita. Pastinya kita akan dipertemukan, walaupun kita masih belum tahu letak dan tempatnya." jelasnya dan Intan pun hanya mengangguk saja.

__ADS_1


" Iya ukhti, aku manis aja dengan omonganmu." ucapnya dan Kalisa pun menjadi kesal.


" Kau ini kebiasaan ya." ucapnya yang kesal dan membuat Intan menjadi tertawa hingga terbahak.


...----------------...


" Mami." teriak Gina yang baru memasuki rumah.


" Ada apa sih sayang." ucap Tami yang langsung menghampiri putrinya tersebut.


" Aku tuh lagi kesel banget hari ini." jelasnya.


" Memangnya ada kejadian apa hari ini, kau memang tiada hari tanpa masalah ya. Setiap hari ada saja masalah yang akan kau adukan kepada mami, bisa tidak sehari saja tidak membuat masalah. Mami itu harus segera menyusun rencana, kalau kita sampai lama-lama bisa-bisa om Yuda mengetahui semuanya." jelasnya yang memang kesal.


" Yang kami katakan memang benar, tapi hari ini aku jujur kesel banget." ucapnya ya memang sedang emosi.


" Mami tahu nggak, tadi si Hana sama si Dafa mesra-mesraan di kelas. Jadi kan aku kesel, terus aku sengaja lewat di tengah-tengah mereka." ucapnya dengan jujur.


" Bagus dong, seharusnya kamu senang bisa berubah seperti itu kepada mereka. Tapi kenapa sekarang tampaknya kamu sedang kesal?" tanyanya yang merasa heran.


" Gimana aku nggak kesel mami, tadi tiba-tiba aja ada seorang pemuda yang membela mereka berdua. Bahkan ia menghinaku kalau aku tuh anak palsu." jelasnya yang membuat kami juga ikut emosi.


" Apa maksudmu dengan anak palsu?" tanya Tami.


" Ya intinya, iya itu menghina kalau aku tuh cuma anak tiri. Sangat berbeda dengan Hana yang merupakan anak kandung ayah Yuda." jelasnya.


" Siapa sih sebenarnya dia, dia mau dikeluarkan dari kampus. Berani sekali dia menghina dirimu, walaupun kamu bukan anak kandung Si Yuda. Tapi sekarang kekayaan Yuda ada di tangan kita, kita bisa dengan mudah menyingkirkan dia." ucap Tami yang membanggakan diri.

__ADS_1


" Yang mami bilang masuk akal juga, kalau begitu aku mau dia dikeluarkan dari kampusku. Aku sangat sebel sama dia, dia itu mengganggu kesenanganku." ucapnya yang kesal.


" Tenang saja sayang, besok kita akan datang ke kampus mu. Mami juga ingin melihat rupanya, mami penasaran dia punya keberanian dari mana untuk menyinggung keluarga kita. Walaupun kampusmu adalah kampus swasta, tetapi kampus mu adalah kampus swasta elit. Dan tidak sembarangan orang bisa masuk ke sana, bahkan kau saja sangat sulit waktu itu." jelas kami yang mengingat perjuangan putrinya untuk masuk ke kampus itu.


" Ya begitulah mi, tapi tampaknya dari gayanya dia seperti sangat berkuasa gitu." ucapnya dengan mengingat kejadian tadi.


" Kamu tenang saja sayang, mami yakin besok dia pasti akan keluar dari kampus kamu. Berani-beraninya dia menghina putriku, aku pasti akan membalaskan dendam untuk dirimu. Mami sangat tidak terima, masa putri kecil kesayangan Mami digituin." ucapnya yang emosi.


" Memang mami yang terbaik." ucapnya dengan tersenyum kemudian langsung pergi menuju kamarnya.


...----------------...


Kini jangan pulang kampus sudah tiba, tampak motor Wildan dan Rio sedang berada di fakultas teknik. Di mana Intan menempuh pendidikan, mereka sedang menunggu di depan gedung fakultas. Banyak para gadis yang menatap ke arah keduanya, mereka sangat terpesona dengan Wildan dan juga Rio. Selain keduanya memiliki paras yang cukup tampan, keduanya juga merupakan presiden mahasiswa dan wakil presiden mahasiswa. Yang di mana mereka adalah organisasi yang mengurus semua fakultas yang ada di Universitas ini, dan mereka sangat sulit untuk masuk ke organisasi kepresidenan mahasiswa.


Banyak dari para siswi yang mencoba masuk ke organisasi kepresidenan mahasiswa, tetapi sangat sulit bagi mereka untuk lolos. Jangankan untuk lolos di organisasi kepresidenan mahasiswa, bahkan banyak para mahasiswa yang gagal dalam organisasi ke gubernuran mahasiswa yang berada di tiap fakultas. Untuk menjadi anggotanya saja cukuplah susah, apalagi menjabat sebagai pemimpinnya.


Para mahasiswi itu cukup senang dengan apa yang mereka lihat, tetapi tiba-tiba saja Intan keluar dan langsung menuju ke arah Wildan. Dengan sigab Wildan pun langsung memasukkan Intan ke dalam pelukannya, para mahasiswa yang melihat itu pun menjadi kesal dengan semua itu.


" Lepasin sayang, malu tahu dilihatin." ucap Intan yang merasa malu karena semua tatapan tertentu ke arah mereka.


" Ngapain harus malu, lagian mereka semua juga tahu kalau kita pacaran." jelas Wildan dengan tersenyum dan mencubit hidung Intan.


" Sakit tahu, tapi kan ini di tempat umum. Jujur aja aku ngerasa nggak nyaman, apalagi mata mereka selalu tertuju ke arah kita." ucapnya yang memang tidak nyaman.


" Udah puas lihat aku dan pacarku." ucap Wildan dan kini mereka langsung bubar.


" Nggak seru banget sih Wildan, masa kita nggak boleh lihat wajah dia yang tampan. Pakai punya pacar lagi dianya, kan kita jadi patah hati." ucap salah seorang mahasiswi yang cemburu.

__ADS_1


" Yang sabar ya bestie, lagian kita juga nggak bisa berbuat apa-apa. Wildan udah dimiliki sama gadis itu, dan kita nggak mungkin bisa terus mengganggu dia. Kita boleh aja ngefans sama dia, tetapi kita tidak boleh berharap kalau dia bisa menjadi pendamping kita." jelas mahasiswi yang satunya lagi dan ia pun mengangguk.


__ADS_2