
" Hana tidak sedang salah dengarkan ayah, ia bilang pindah karena orang yang ia cintai telah memiliki pendamping. Atau jangan-jangan tebakanku benar…" ucapnya yang tiba-tiba saja terhenti.
" Kamu tidak salah Hana, aku yakin pasti kamu sedang menebak kalau Gina menyukai pacarmu. Tetapi memang itulah yang sebenarnya, sejak awal Ia memang menyukai pacarmu. Dan itulah alasan mengapa ia bisa berubah menjadi jahat kepada dirimu, padahal sebelumnya kalian sangat dekat." ucap Lucky.
" Aku tidak menyangka kalau anak tirinya itu seperti itu, hanya karena seorang cowok ia tega menyakiti saudara tirinya sendiri. Padahal kau tidak sangat baik kepada dirinya, tetapi dengan teganya ia justru menyakiti Putrimu." ucap Marcel yang tidak menyangka.
" Jangankan engkau Marcel, aku pun juga tidak mempercayainya. Dengan teganya ia berbuat seperti itu kepada Putriku, kalau begitu aku harus memberi hukuman kepada dirinya." ucap Yuda yang kini emosinya telah membara.
" Ayah jangan memberi hukuman kepada Gina, Ayah cukup memperingatinya saja. Dan seandainya dulu aku tahu kalau gini menyukai Dafa, mungkin aku tidak akan jadian dengan Dafa. Dan hal seperti ini tidak akan terjadi, kejadian ini pasti hanya akan menjadi mimpi buruk bagi kita semua." jelas Hana.
" Jangan pernah menyalahkan dirimu sendiri sayang, Ini semua adalah kesalahan Gina. Dan dia memang harus mendapat hukuman yang tepat, karena sikapnya sudah sangat keterlaluan. Jujur saja Ayah sangat kecewa kepadanya, Ayah tidak menyangka ia bisa menghianati kepercayaan ayah." ucap Yuda.
" Sudahlah ayah, yang terjadi biarlah berlalu. Untuk saat ini lebih baik kita berikan teguran saja kepada dia, dan mudah-mudahan dia juga bisa berubah sikapnya. Dan sebenarnya aku yakin dia sudah berubah, dan aku yakin saat ini pasti ia sedang dekat dengan seorang pemuda. Karena sikapnya beberapa hari terakhir sudah cukup membaik." ucap Hana untuk menenangkan ayahnya.
" Kau bilang sikapnya sudah mulai membaik, kau hanya terlalu baik Hana. Dia sangat jauh dari kata baik, kau masih tidak ingat perlakuan apa saja yang telah Ia berikan kepadamu. Untuk apa kau membelanya, biarkan saja Ia mendapatkan hukuman dari ayahmu." ucap Lucky.
" Lucky, ini adalah urusan keluargaku. Sku mohon jangan ikut campur, aku tidak ingin semuanya menjadi kacau. Aku hanya ingin hubungan keluargaku membaik, tetapi mengapa kau menaburkan garam dalam hubungan keluarga kami. Aku mohon lucky, biarkan Ayahku menyelesaikannya. Aku menyerahkan semuanya kepada Ayahku, walaupun aku hanya meminta satu hal darinya. Dan aku meyakini, kalau Ayahku pasti bisa adil terhadap ini semua." jelasnya dengan tatapan sinis ke arah Lucky.
__ADS_1
" Aku sangat salut kepadamu, walaupun kau sudah disakiti. Tetapi kau terus saja berusaha untuk memaafkannya, aku menjadi penasaran dengan sikap dan karakter mu. Apakah tidak pernah terbesit di dalam hatimu, sedikit saja rasa marah dan juga benci?" ucapnya yang memang penasaran dengan Hana.
" Aku adalah manusia biasa Lucky, tentunya sikap itu pernah aku rasakan. Tetapi aku mencoba untuk menekannya, karena aku tidak ingin egoku menguasai diriku." ucapnya dan membuat Lucky tersenyum.
" Sikap dan karaktermu membuat aku tertarik kepadamu, pantas saja Dafa sangat berjuang untuk mendapatkan mu. Aku masih ingat dengan cerita teman-teman, kalau pada awalnya kamu tidak ingin menerima Dafa. Karena di dalam hatimu dapat telah mengisi kata sahabat, tetapi dengan perjuangan dan kerja keras yang dilakukan oleh Dafa. Akhirnya kau dapat luluh, dan mau menerima Dafa menjadi pendampingmu." jelas lucky.
" Yang kau katakan memang benar Lucky, tetapi aku merasa kalau keputusanku adalah keputusan yang salah. Karena keputusan yang ku ambil dalam membawa malapetaka bagiku, dan keputusan itu telah menghancurkan hubungan persahabatan kami. Bahkan aku tidak menyadari hal tersebut, dan membuat masalah itu menjadi berlarut-larut." ucap Hana.
" Sudahlah Hana, semuanya sudah terjadi. Kini percuma saja untuk menyesali semuanya, lebih baik sekarang kau nikmati saja kehidupanmu bersama dengan Dafa. Saat ini hati Daffa memang terisi dengan namamu begitu juga dengan dirimu yang terisi dengan namanya, tetapi kita masih belum mengetahui kejadian berikutnya. Jadi daripada kamu memikirkan tentang Gina, lebih baik kamu memikirkan tentang hubunganmu bersama dengan Dafa." ucap Lucky.
" Kenapa aku merasa menjadi pengganggu ya." ucap Lucky dengan sedikit keras.
" Kau ini bisa diam tidak lucky, kau menghancurkan suasana haru." ucap Marcel dengan tatapan sinis.
" Kenapa aku merasa Aku ini bukan anak Papa ya?" ucapnya yang membuat Yuda dan Hana tertawa.
" Kalau ngomong itu jangan sembarangan, nanti Papa bisa habis sama eyang mu." ucap Marcel.
__ADS_1
" Maafkan Lucky Papa, kalau begitu sekarang pada jelaskan mengapa Papa memanggil aku ke sini!" ucapnya yang sudah menanti penjelasan kemudian ingin segera pergi.
" Kalau begitu segera duduk di sini, Papa ingin memperkenalkan mu kepada teman Papa." ucap Marcel dan meskipun segera menuju ke sisi Marcel.
" Anakmu yang bernama Marcel ini sangat lucu, dan sepertinya dia bisa diandalkan untuk menjaga Hana. Apalagi saat ini Dafa sedang tidak berada di sini." ucap Yuda..
" Tentu saja boleh, lagian kan mulai hari ini mereka menjadi saudara. Jadi jika Hana memerintah Lucky, aku juga akan tidak masalah. Yang terpenting hanya dalam kondisi baik-baik saja, hal itu sudah membuatku cukup sangat bahagia." ucap Marcel dan gini Lucky merasa sedih.
" Tunggu dulu Pa, mengapa Papa bilang aku dan Hana menjadi saudara? sebenarnya apa yang terjadi di sini, aku masih tidak mengerti dengan apa yang papa bilang." jelas Lucky yang memang tidak mengerti.
" Hana adalah anak Yuda, awalnya dulu kami memiliki perjanjian perjodohan. Tetapi perjanjian itu tidak mungkin bisa dilakukan, karena ternyata Putri semata wayangnya ini telah memiliki pendamping, karena itu Papa mengangkatnya menjadi anak." jelas Marcel.
" Apa…aku tidak sedang salah dengarkan Papa ?" tanyanya yang kaget.
" Kamu tidak salah denger Lucky, oleh karena itu sekarang Hana adalah tanggung jawabmu. Papa yakin kamu bisa melaksanakan perintah ini dengan baik, walaupun kalian tidak satu fakultas. Setidaknya kalian masih satu kampus, dan masih sangat muda untuk memantau kegiatan Hana." ucap Marcel.
" Memang yang dikatakan adalah benar, tetapi pastinya Hana akan merasa tidak nyaman. Selama ini ia selalu hidup dengan tanpa pantauan, dan aku tidak ingin membuatnya merasa tidak nyaman denganku." jelas Lucky yang menentang kalau dia harus selalu menjaga Hana.
__ADS_1