
Hana tiba di kampusnya dengan merawat wajah murung, santai saja Dafa dan Gina yang melihat itu merasakan keheranan. Keduanya langsung menghampiri Hana yang kini sedang duduk di bawah DPR, Hana tampak sedang melamun memikirkan sesuatu hal yang sangat sulit.
" Hana ada apa denganmu, Kenapa kau terlihat murung?" tanya Gina yang penasaran.
Hana tidak menjawab pertanyaan dari Gina, ia langsung pergi ke dalam ruangan kelas. Keduanya merasakan hal yang aneh, walaupun mereka baru dekat beberapa hari. Tetapi dengan melihat sorot mata dari Hana, mereka sudah menyadari kalau hanya sedang berada dalam masalah yang sangat sulit.
Hana terus menyadari mereka, kini hingga saat belum pulang karena aku masih menghindari mereka. Mereka menjadi sangat penasaran dengan apa yang terjadi di pada Hana, Mereka pun akhirnya memutuskan untuk menanyai Wildan. Meskipun mereka enggan, tetapi mereka tidak ada cara lain untuk mengetahui kondisi Hana.
Menanya Wildan adalah salah satu cara yang efektif, karena selain dekat dengan mereka hanya hanya dekat dengan Wildan saja. Karena itu mereka berusaha mencari informasi dari Wildan, meskipun mereka akan sedikit sulit untuk mendapatkan informasi tersebut. bukan karena Wildan adalah orang yang sudah didekati, melainkan karena posisi badan yang merupakan presiden mahasiswa. Karena itu Wildan memiliki banyak jadwal yang tidak terduga, dan keberadaannya di dalam kampus cukup jarang.
Keduanya pergi ke sekretariat presiden mahasiswa, tetapi mereka tidak menemukan Wildan. Mereka hanya menemukan tubuh saja, sebenarnya mereka bisa bertanya kepada Rio. Tetapi mereka menguringkan niatnya, Karena mereka takut kalau mereka bicara kepadanya maka akibatnya akan fatal bagi hubungan pertemanan mereka.
Mereka pun akhirnya memutuskan untuk pergi, dan kini mereka pergi ke rumah Hana. Dan mereka tidak menemukan Hana atau pun bundanya. Karena tidak menemukan keduanya, mereka pun pulang ke rumahnya masing-masing. Dan berencana untuk menanyai Hana esok hari.
Ini Hana tengah menyendiri, di suatu tempat yang tidak diketahui keberadaannya. Hanya Hana dan juga teman sma-nya yang mengetahui tempat itu, dan sebelumnya pergi ke tempat itu dia telah menghubungi teman SMA nya itu. Kini Hana bersama dengan Chika, teman sekaligus sahabatnya itu.
" Hana apa yang terjadi denganmu?" tanya Chika yang penasaran.
" Chika." ucapnya dengan meneteskan air mata.
__ADS_1
" Hana Apa yang terjadi, kenapa kau menangis?" tanyanya yang tambah penasaran.
" Aku akhirnya bertemu dengan ayah dan juga kakakku." jawabnya singkat.
" Lalu kenapa kau bersedih, bukankah ini yang sangat kau inginkan?" tanya yang merasa heran dengan sikap sahabatnya itu.
" Ya dulu aku sangat merindukan mereka, tapi kini ketika aku bertemu dengan mereka. Aku telah mengetahui sebuah kenyataan yang menyakitkan, tentang alasan perpisahan kedua orang tuaku yang tidak pernah diceritakan oleh Bunda." jelasnya dan membuat kita penasaran.
" Memangnya kau tahu dari mana, dan Kenapa kau begitu mempercayai orang itu?" tanyanya yang merasa heran karena sikap Hana saat ini sangat berbeda dengan Hana yang ia kenal.
Hana pun menceritakan keseluruhannya, mulai dari awal ia bertemu dengan Wildan. Dan akhirnya ia dipertemukan dengan yang terbaik kakak dan adik, sontak saja Chika yang mendengarnya merasa kaget. Ia tidak menyangka, Baru beberapa hari mereka tidak bertemu. Ternyata sahabatnya mendapatkan cerita kehidupan yang sangat benar-benar baru, dan memberi kisah yang merubah kehidupannya.
" Tidak usah Chika, kampus mu adalah kampus yang terbaik. Dan kau juga sudah berusaha cukup keras untuk masuk ke sana, dan lagian jika kau pindah saat ini. Kau juga tidak akan bisa masuk, karena kan kita juga memiliki kebijakan masing-masing." jelasnya dan mendapat angkutan.
" Iya yang kau katakan memang benar, tapi aku tidak tega melihatmu seperti ini. Setidaknya jika aku berada di sini, kau bisa nyaman bercerita denganku." jelas Chika.
" Itu semua tidak perlu, lagian kita kan juga masih bisa berkomunikasi lewat telepon. Cukup kau ada mendengarkan curhatanku, walaupun kita berbeda jarak, ruang dan waktu. Beban yang kupikul juga perlahan-lahan akan menghilang." ucap Hana dengan memeluk Chika.
" Ya sudah kalau keputusannya seperti itu, kalau ada apa-apa langsung hubungi aku ya. Aku akan selalu ada untuk mendengarkan ceritamu." ucapnya dengan tersenyum.
__ADS_1
Keduanya terus saja berbincang, hingga tidak terasa sore pun telah tiba. Kini mereka dijemput oleh supir pribadi Chika, mereka langsung menuju ke rumah Hana. Chika dengan Rama dan sopan menyala Bunda Mawar, dan mendapat respon yang sangat baik dari bunda mawar.
Karena sore hari telah tiba, Chika pun pamit pulang pada Bunda Mawar. Sedangkan Hana kini masuk ke dalam kamarnya, dan ia tidak menceritakan apapun kepada bundanya. Awalnya Bundanya heran, tetapi Bundanya mencoba bersikap tenang dan berpikir kalau Hana sedang kecapean.
Setelah tadi sore Hana tidak keluar dari kamarnya, ia masih hanyut dengan kejadian kemarin. Dan tanpa sadar Ia pun terlelap, bunda sanggun merasakan keanehan. Ya Hana menutup pintu kamar kamarnya, tetapi karena tidak mendapat jawaban apapun dari Hana. Akhirnya Bunda memutuskan untuk pergi, dan Bunda meyakini kalau Hana sedang tertidur.
Bunda pun membiarkannya saja, dan kemudian kembali ke bawah untuk menunjukkan makan malam. Walaupun sepertinya Hana tidak akan turun, tetapi bunda terus menyiapkannya. Bunda yang tahu kebiasaan putrinya itu, hanya akan terbangun tengah malam ketika ia merasa lapar.
Bunda baru saja mau masak, dan ketika masakannya selesai. Bunda langsung memasukkan masakan tersebut ke dalam lemari, agar ketika Hana terbangun nantinya. Hana dapat menemukan makanan tersebut dengan mudah, dan ia bisa makan dengan tenang.
Bunda pun melaksanakan makan malam sendiri, setelah merasakan kantuk menyerang. Bunda pun langsung menuju kamarnya untuk tidur, dan tidak lupa sebelum tidur Bunda meninggalkan catatan meminjamkan. Agar putrinya itu mengetahui kalau ada makanan di dalam lemari.
...----------------...
Dan benar saja, kini pukul 2 dini hari. Hana pun terbangun karena kelaparan, ia pun langsung menuju ke meja makan. Dan ia langsung membaca catatan tersebut, ia merasa bahagia. Karena ia memiliki Bunda yang sangat peka, dan mengetahui apa yang dibutuhkan.
Setelah membaca catatan tersebut, Hana pun langsung berlari ke belakang. Ia langsung membuka lemari berisi makanan itu, karena ia sudah kelaparan. Dan tanpa butuh waktu lama, Hana pun langsung menyiapkan makanan tersebut di piring dan juga menyajikan segelas susu untuk ia minum.
Hana pun makanan sama tahap, setelah selesai ia membersihkan sisa makanannya. kemudian kembali ke kamarnya untuk beristirahat, dan untuk sejenak ia melupakan kisah tentang ia dan juga Wildan.
__ADS_1