
" Nggak usah minta maaf kali Kak, lagian itu memang faktanya." ucap Hana dengan tersenyum.
" Tapi kan tetap nggak enak Hana, dan tadi kau bilang kau juga baru pulih ya. Memangnya kau pernah sakit?" ucapnya yang sangat penasaran.
" Adik jangan nanya gitu, itu kehidupan pribadi Hana." ucap sang Kakak mengingatkan.
" Nggak papa lagi Kak, lagian aku juga senang ada yang ingin tahu tentang kehidupan aku." jawabnya dengan sepenuh mungkin.
" Ini anak memang polos atau beberapa polos?" batin Alvin.
" Tuh kan Kak hananya aja nggak keberatan." ucapinnya dengan memajukan bibirnya karena ia kesal dengan sang kakak.
" Aku nggak bisa cerita banyak, tapi dulu aku pernah kecelakaan. Dan setelah itu aku melupakan banyak hal, aku aja nggak tahu tiba-tiba tadinya akan hak punya seorang kakak dan juga Ayah." jelasnya ada di mana semuanya mulai berkaca-kaca.
Hana pun terus menceritakan tentang kehidupan pribadinya, dan tanpa terasa mereka bercerita hingga sore hari. Hana pun tiba-tiba teringat dengan pesan sama Bunda, dia pun langsung merapikan barang-barangnya dan juga mengecek telepon genggamnya. Kemudian ia berniat untuk berpamitan.
" Kak udah sore nih, aku harus pulang nanti bunda nyariin." ucapnya dengan lembut.
" Ya udah ayo aku antar ke bawah." ucapkan dengan perlahan intern dari tempat tidur.
Suara pir dari tempat tidur pun membangunkan ketiganya, dan kini Alvin kembali menatap timah dengan tatapan yang sangat tajam.
" Mau ke mana kau dek?" tanya Alvin.
" Mau ke bawah Kak nganter Hana." jauhnya dengan menatap sang kakak.
" Kau sudah mau pulang Hana?" tanya Wildan yang baru tersadar kalau gini hari sudah sore.
" Iya Kak sudah sore nanti bunda nyariin." jawabnya dengan lembut.
" Ya udah kalau gitu aku antar, Rio aku duluan ya." ucapnya dengan menggenggam tangan Hana, dan kemudian langsung keluar dari rumah Tina.
" Mereka pasangan yang serasi." ucap terima dengan menatap ke arah kepergian keduanya.
" Jangan bilang kalian mau menyatukan mereka?" tanya Alvin, dan keduanya tidak menjawab mereka hanya tersenyum.
__ADS_1
" Ya ampun kalian berdua." ucapannya dengan menghilangkan kepala.
...----------------...
" Hana katanya pulang sore, kalau gitu aku masih pengen kesukaan dia ah." ucapnya dengan menggunakan ikan salmon di taman mini dan berlari menuju keranjang.
Tiba-tiba saja bunda Mawar menabrak seseorang, Ia pun hendak minta maaf kepada orang yang ia tabrak. Tetapi alangkah akhirnya mendarat ketika melihat wajah itu, Iya aku ingin melarikan diri. Tetapi tapi orang itu justru menarik tangannya, Bunda Mawar tidak bisa pergi.
" Mawar, aku tidak menyangka kita bisa bertemu. Tapi mengapa kau ada di sini, bukankah kau ada di luar kota." ucapnya yang merasa heran.
" Iya aku sudah pindah ke sini." ucapannya yang merasa ketakutan.
" Kau tenang saja aku tidak akan melakukan apa-apa, bagaimana kabar Hana?" tanyanya yang penasaran dengan putrinya.
" Hana baik-baik saja, bagaimana dengan keadaan Wildan mas?" tangannya yang juga sangat penasaran dengan keadaan putranya.
" Wildan baik, ia sekarang kuliah di universitas dekat sini." pacarnya udah memutuskan air mata.
" Hana juga begitu, ia juga kuliah di universitas dekat sini." jawabnya dengan ikut meneteskan air mata.
" Sepertinya begitu mas." jawabnya.
" Mawar aku ingin minta maaf padamu, dulu aku membawa Wildan pergi dari mu. Aku yakin kau pasti sangat tersakiti, apalagi aku sampai tidak memperbolehkan mu untuk bertemu dengan Wildan." ucapnya dengan menyatukan kedua tangannya seperti ini.
" Sudahlah mas Itu sudah masa lalu, tapi kalau boleh aku ingin bertemu dengan Wildan." ucapnya yang memang sudah sangat merindukan putranya.
" Aku juga sangat merindukan Hana, besok kita ketemu di cafe depan swalayan ini ya. Jam 3 sore, di jam itu pastinya anak-anak sudah pulang. Dan jangan lupa bawa Hana." ucap Pak Yuda kemudian pergi meninggalkan Bunda Mawar.
Setelah pertemuan itu, Bunda mawar pun segera pulang ke rumahnya. Ketika ia sampai rumah, ia pun melihat wajah Hana yang kini sedang duduk di rumah. Ia pun mengingat kejadian yang tadi, dan berniat untuk bercerita kepada Hana.
" Hana sudah pulang?" tanya Bunda.
" Iya Bunda Hana sudah pulang, Ada apa dengan Bunda. tampaknya Bunda sudah mulai pikiran." ucapan yang cemas dengan melihat keadaan bundanya.
" Sebenarnya tadi Bunda lihat Ayah kamu." ucap sang Bunda yang baru saja duduk, dan sontak saja Hana merasa kaget dengan ucapan sang Bunda.
__ADS_1
" Apa Bunda ketemu dengan ayah, Bunda ketemu di mana sama ayah?" tanyanya yang penasaran dan ia juga sangat ingin melihat wajah sang ayah.
" Bunda ketemu di toko swalayan, dan Bunda berencana untuk mempertemukan kau dan ayahmu. Itupun jika kau mau sayang, Bunda tidak akan memaksakan." ucap Bunda Mawar dan Hana tersenyum dengan sangat hebat.
" Tentu saja Hana mau ketemu dengan ayah bunda, kapan Hana bisa ketemu sama ayah?" tanyanya dengan tersenyum lebar, sontak saja bunda Mawar juga merasa bahagia karena melihat senyuman putrinya.
" Besok jam 3 sore, kau bisa kan sayang?" tanya bunda untuk memastikan.
" Iya Bunda Hana bisa." kecapnya dengan tersenyum dan langsung memeluk bendanya.
" Ya udah sekarang mandi sana, bau lembus." ucap Bunda Mawar sambil memegang hidungnya dan meledek putrinya.
" Ih bunda, orang Hana masih wangi dibilang bola." ucapnya tetapi kemudian langsung pergi menuju kamarnya.
" Dasar ini anak, tetapi dengan bahasanya aku jadi bahagia." kerja Bunda dengan menatap ke arah kepergian Hana.
...----------------...
" Wildan akhirnya kau pulang nak." ucap sang ayah dengan sopan.
" Nggak usah sok baik deh ayah, mending ayo pergi aja sana sama pacar kayak gitu." ucapnya dengan kertas dan langsung pergi menuju kamarnya.
" Ayah mau pertemukan kamu dengan Bunda." ucapan Yuda dan sontak saja Wildan pun langsung menghentikan langkahnya dan berlari menghadap ayahnya.
" Beneran Ayah mempertemukan Wildan dan Bunda, bukannya Ayah selalu menentang Wildan untuk mencari Bunda ya." ucapnya yang masih merasa heran.
" Iya Ayah memang sering menentangmu untuk mencari Bunda, tapi gini ayah sadar kalau kau pasti sangat merindukan bundamu." ucap sang ayah dengan menatap mata anaknya.
" Akhirnya Ayah berubah, jadi kapan kita akan bertemu dengan Bunda Ayah?" tanyanya untuk memastikan kembali.
" Besok jam 3 sore, ayah akan kirimkan alamatnya ke handphone mu." ucap sang ayah.
" Makasih ayah." ucapnya dengan memeluk sang ayah karena sangat bahagia.
" Iya sama-sama sayang, maafkan ayah ya." kejamnya dengan mengelus kepala Wildan.
__ADS_1
" Ayah nggak perlu minta maaf, Wildan ngerti kok. Ayah cuma nggak mau kehilangan diri kan." ucapnya dengan tersenyum.