Derai Yang Terbendung

Derai Yang Terbendung
Hana 97


__ADS_3

" Astaghfirullah Marcel, kasihan sekali kau. Sudah susah-susah cari nama, tapi ujung-ujungnya namanya jadi pasaran." ucap Yuda yang meledek Marcel.


" Kau ini ya Yuda, awas aja kau. Aku pastikan kau juga akan merasakan hal yang sama." ucap Marcel.


" Oh tidak bisa, anak-anakku sudah dewasa." ucap Yuda.


" Ya memang anak-anakmu sudah dewasa, tapi bisa saja akan terjadi di cucumu bukan." ucap Marcel.


" Eh iya juga, kalau begitu aku harus antisipasi. Agar putriku tidak ada yang berhubungan dengan anakmu." ucap Yuda.


" Oh, kalau begitu aku mau memperkenalkan Hana dengan putra-putraku. Ya siapa tau bisa nyantol." ucap Marcel.


" Oh tidak bisa, karena Hana sudah memiliki pacar." ucap Yuda.


" Eh tunggu, siapa bilang Hana saja. Kau melupakan putri tirimu." ucap Marcel dengan tersenyum.


" Oh iya, aku baru teringat kalau dia belum memiliki pacar. Wah bisa bahaya ini." ucapnya.


" Karena kebetulan aku di sini, panggilkan putri tirimu kesini juga. Anak kandungmu sungguh sangat cantik, dan kini aku menjadi penasaran dengan anak tirimu. Karena kau dari dulu suka melebih-lebihkan, jadi aku nggak akan percaya kalau belum bertemu dengannya." ucap Marcel.


" Yauda, aku akan panggil dia kesini." ucap Yuda.


" Waduh, kalau Ayah memanggilnya kesini. Berarti aku nggak bisa cerita tentang sikapnya selama ini." batinnya.


" Ayah bukannya, Gina baru pindah kampus. Jadi mungkin dia sedang sibuk." ucap Hana.


" Putrimu ini memang sangat pengertian, aku jadi ingin membungkusnya untuk menjadi menantuku." ucap Marcel dengan tersenyum.


" Oh tidak bisa, nanti aku bisa habis sama Mawar." ucap Yuda dengan membayangkan kemarahan Mawar.


" Kau ini ya Yuda, jujur saja tiba-tiba aku jadi kangen sama Mawar. Bisa dong aku ketemu sama Mawar, aku sangat merindukan momen-momen saja aku menjadi obat nyamuk kalian berdua." jelas Marcel dan Hana pun menjadi tambah penasaran.


" Jadi Om, kenal juga sama Bunda." ucapnya.


" Ets, jangan Om. Tapi Papa." ucap Marcel mengingatkan.


" Maaf Om, eh maksudnya Papa." ucapnya.


" Aku sangat menyukai Hana, dan aku juga sangat merindukan Mawar." jelas Marcel.

__ADS_1


Yuda tidak menjawab perkataan Marcel, iya hanya diam membisu dan melihat ke arah Hana. Karena gini ia meminta Hana untuk mengambil keputusan, karena ia sudah tidak berhak mengambil keputusan untuk Mawar lagi.


" Hana tanya dulu sama bunda ya Papa, Hana juga tidak bisa memastikan. Takutnya nanti Papa datang ke rumah tetapi Bunda nggak ada di rumah." jelasnya.


" Ya sudah kalau memang begitu ceritanya, nanti kabari Papa saja kelanjutannya ya." ucap Marcel dengan mengeluarkan kartu namanya.


" Ternyata Papa pemilik perusahaan Farhan company." ucap Hana yang sedang membaca kartu nama Marcel.


" Ya begitulah." jawabnya dengan tersenyum.


" Kalau begitu Papa sangat hebat." ucapnya.


" Kau terlalu berlebihan, Papa hanya menjalankan bisnis keluarga. ya mendirikan perusahaan Farhan company adalah Ayah apa, dan Papa pun melanjutkannya." jelasnya.


" Tetap saja Papa Marcel sangat hebat, walaupun Papa bukan yang mendirikan perusahaan tersebut. Tetapi Papa yang menjalankan perusahaan itu hingga sukses seperti saat ini, karena itu Papa Marcel sangat hebat." ucapnya dengan mengacungkan kedua jempolnya.


" Terima kasih sayang." ucap Marcel dengan mengelus kepala Hana.


" Mengapa aku seperti menjadi obat nyamuk ya, dan lagian Hana itu anak kandungku mengapa kau memeluknya dengan sangat erat." ucap Yuda yang kesal.


" Hana memang anak kandungmu, tetapi dia kan anak angkat ku. jadi aku tidak masalah dong, selagi Hana tidak marah. Kalau dia mau tinggal di rumahku aku pun juga tidak masalah, maka rumahku pastinya akan menjadi sangat menyenangkan." ucap Marcel.


" Tidak boleh, kau tidak boleh membawa Hana pergi dari Mawar. Nanti ujung-ujungnya aku ini habisin sama Mawar." ucap Yuda.


" Hana konfirmasi dulu sama bunda ya Papa, dalam waktu dekat Papa pasti bisa bertemu dengan Bunda." jawab Hana dengan tersenyum.


" Kenapa sepertinya kau sangat nyaman bersama dengannya Dek, padahal yang Ayah kandung kamu itu Ayah loh. Lama-lama nanti ayah bisa iri, masa Putri kecil kesayangan Ayah justru lebih sayang sama orang lain sih." ucap Yuda dengan ekspresi sedih.


" Ayah ngomongnya jangan gitu dong, lagian kan Ayah yang minta Adik buat jadi anak angkatnya Papa Marcel. Kalau Ayah jadi sedih, adegan jadi bingung harus berbuat apa." ucap Hana.


" Hahaha, Hana sangat lucu bukan." ucap Yuda dan Marcel pun hanya tersenyum dan mengangguk.


" Mengapa Ayah dan Papa tertawa, apakah aku ada melakukan sebuah kesalahan?" tanyanya yang memang tidak tahu apa yang telah ia lakukan.


" Nggak ada kok sayang, hanya saja kau begitu penurut. Dan kau juga sangat menggemaskan." ucap Marcel.


Tok


Tok

__ADS_1


Tok


" Masuk." ucap Yuda.


" Lucky" ucap Hana yang kaget.


" Kalian berduaan saling kenal?" tanya Marcel.


" Tentu saja Papa, Hana ini satu kampus dengan Lucky." jawab Lucky.


" Jangan bilang kalau dia adalah teman kamu yang sering kamu bilang di bully sama saudara tirinya." pucat Marcel dan Lucky pun mengangguk.


" Kamu jangan asal ngomong ya Lucky, tidak mungkin Gina membully Hana." ucap Yuda yang tidak percaya.


" Saya tidak asal bicara Om, saya bicara sesuai dengan bukti nyata. Kalau Om memang tidak percaya, Om bisa melihat video ini." ucap Lucky dengan menyerahkan handphonenya kepada Yuda.


Yuda pun langsung melihat video yang ditunjukkan oleh Lucky, alangkah kagetnya iya ketika melihat video itu. Ia sangat tidak menyangka, ternyata anak tirinya membully putrinya sendiri. Awalnya ia mengira kalau istrinya saja yang jahat, tetapi ternyata anak tirinya juga sama jahatnya.


" Hana, apakah video ini benar?" tanya Yuda yang masih tidak percaya.


" I-iya Ayah." jawabnya dengan menunduk.


" Kalau memang seperti ini, aku yakin kalau Om pasti juga tidak tahu. Kalau si Gina telah dikeluarkan dari kampus." jelasnya dan membuat Yuda tambah kaget.


" Gina dikeluarkan dari kampus, kamu tidak sedang membohongi saya bukan." ucapnya dengan tatapan sinis.


" Untuk apa saya berbohong Om, ini adalah kenyataannya." jawabnya.


" Hana apakah benar itu?" tanya Yuda dengan menggenggam tangan Hana.


" I-iya Ayah." jawabnya.


" Astaghfirullah, Ayah tidak menyangka kalau Gina ternyata seperti ini. Pasti selama ini kamu sudah tersakiti ya sayang, maafkan ayah yang tidak mengetahuinya. Dan dengan teganya Ia juga berbohong kepada ayah, dia berkata kalau dia sudah tidak sanggup bersekolah di kampus itu karena orang yang iya cintai sudah memiliki pendamping." jelas Yuda dan membuat Hana terkejut.


# Ikuti terus kelanjutannya dan jangan lupa like, share, komen serta selalu dukung nafras ya teman-teman. Dan baca juga karya-karya nafas yang lain.


1. Naura Abyasya


2. Rela Walau Sesak

__ADS_1


3. Sepahit Sembilu


4. Azilla Aksabil Husna


__ADS_2