Derai Yang Terbendung

Derai Yang Terbendung
Hana 46


__ADS_3

" Kalau begitu bagaimana kelanjutannya ini?" tanya Wildan.


" Sudah kau tenang saja, aku akan atur semuanya. Dan aku jamin kebenaran akan terkuat." ucap Tina dengan penuh semangat dan keyakinan.


" Ya sudah kalau begitu, aku harap permasalahan ini akan segera selesai. Dan aku juga ingin kalian segera mempublis hubungan kalian, agar tidak ada lagi yang mengatakan hal aneh-aneh tentang kalian." jelas Wildan kemudian Tina hanya mengangguk saja.


Tiba-tiba saja telepon golden berdering, dan ternyata yang menelepon adalah teman sekelasnya. Temannya tersebut menginformasikan kalau dosennya telah masuk, Wildan pun dengan sikap berlari pergi ke ruangan kelasnya. Tidak lama setelah Wildan pergi Rio pun datang, ia pun tampak kaget ketika melihat Tina. Ia takut memberitahu apa yang telah ada di forum, karena ia tahu kalau bina pasti belum mengetahuinya.


" Kau kenapa beb." ucap Tina dan membuat Rio kaget.


" Kau berani mengatakan hal itu di sini, kau tidak takut ketahuan?" tanya Rio yang masih terkejut.


" Kenapa harus takut, lagian sudah waktunya untuk mempublish nya." ucap Tina dan membuat Rio tersenyum lebar.


" Kau yakin dengan ucapanmu?" tanya Rio untuk memastikan.


" Iya." jawabnya dengan tersenyum, Rio yang mendengar itu ia pun langsung berlari untuk memeluk Tina.


" Terimakasih, akhirnya drama ini selesai." ucapnya.


" kalau gitu sekarang kita foto, dan langsung publik tanggal jadian kita." ucap Tina kembali dan Rio semangkin tersenyum lebar, karena inilah momen yang sangat dirindukan olehnya.


Mereka pun segera berfoto, dan kemudian mengupload di akun sosial media mereka masing-masing. Dalam sekejap postingan itu pun menggemparkan seorang kampus, dan mereka semakin bertanya-tanya apakah yang dihubungkan di forum sebelumnya adalah kenyataan atau kebohongan. Bila yang diumumkan sebelumnya adalah kenyataan, mengapa hari ini keduanya dengan santai menghapusnya bahkan ada tanggalnya.


Keduanya kembali menjadi training topic, dan wildan yang mendapat notifikasi dari handphonenya pun juga sudah menduganya. Tapi ia masih bersyukur karena keduanya mau menguploadnya, karena bila keduanya tidak mau mengupload pasti akan ada banyak berita-berita aneh lagi tentang mereka. Dan pastinya berita itu tidak hanya merugikan keduanya, tetapi juga dapat merugikan organisasi mereka.


Apalagi dengan posisi keduanya yang merupakan wakil dan juga sekretaris, itu akan membawa nama yang lebih buruk pada organisasi mereka. Walaupun awalnya sulit untuk mempercayai keduanya, tetapi itulah yang terjadi. Dan mudah-mudahan saja tidak ada lagi perdebatan di antara keduanya, dan mereka bisa menjalin hubungan dengan sebaik-baik mungkin.

__ADS_1


...----------------...


Diaruangan kelas Hana para mahasiswa dan mahasiswa membicarakan tentang Tina dan juga Rio, Hana yang mendengar percakapan dari mereka juga merasa penasaran. Akhirnya ia pun mendekati temannya untuk bertanya, dan alangkah kagetnya ia ketika mendengar berita pertama. Tetapi ia merasa senang dan bahagia ketika mendengar berita kedua, dan ia yakin kalau berita kedua adalah kebenaran.


Tidak jauh berbeda dengan kakaknya dan juga teman-teman dekat Tina dan juga Rio, Hana pun juga penasaran dengan orang yang menyebarkan berita hoax tersebut. Dan jujur saja berita itu mencoreng nama baik Tina dan Rio, dan mereka semua menjadi kesal. Hana pun segera menghubungi kakaknya, karena ia juga penasaran dengan kebenarannya.


" Kak, Kakak udah baca berita yang ada di forum?" tanya Hana langsung pada saat Wildan mengangkat telepon.


" Kau ini ya dek, bukannya mengucap salam terlebih dahulu. Ini langsung nyerocos nggak jelas." ucapnya dan mengangkat panggilan telepon tersebut.


" Ya maaf kak,namanya aku panik." ucapnya dengan nada lembut, dan tanpa sengaja terdengar oleh teman yang duduk di sebelah Wildan.


" Cie yang lagi teleponan sama pacarnya." ledek pemuda itu.


" Pacar apaan, ini tuh adik aku." ucapnya dengan santai.


" Aku nggak salah dengar nih, seorang Wildan punya adik. Tapi kamu nggak pernah dengar tentang itu, sejak kapan kau punya adik." ucap pemuda itu yang terheran.


" Oh jadi begitu ceritanya, lalu sejak kapan kau bertemu dengannya?" tanya pemuda itu kembali yang masih penasaran.


" Kau pasti penasaran ya dengan wajah adikku, bilangin kesempatan aku akan kenalkan dia pada dirimu. Adikku juga kuliah di sini, jadi kau tidak usah khawatir aku tidak menepati janji." jelasnya dan pemuda itu hanya mengangguk.


" Tunggu, jangan bilang kampus ini juga yang mempertemukan kalian?" ucapan muda itu yang masih penasaran dan mulai menebak-nebak.


" Yah tebakanmu memang benar, memang kampus ini yang mempertemukan kami. Dan bahkan sebelum aku mengetahui kalau dia adalah adikku, juga sempat ada yang mengabarkan aku dan dirinya pacaran." jelas Wildan dan membuat pemuda itu berpikir dengan sangat keras.


" Jangan bilang dia adalah anak yang terlambat pada saat masa MPLS di hari pertama." tebak pemuda itu.

__ADS_1


" Ya benar sekali yang kau katakan Bima, itu memang adalah dia." jawabnya dan membuat Bima terkejut.


" Oh tidak sia-sia para mahasiswi frustasi, ternyata mereka prestasi sama adikmu sendiri. Hehehe." ucap Bima dengan tertawa.


" Eh jangan ngomong sembarangan ya, para mahasiswi frustasi. Jangan ditambah-tambahin, lagian ngapain mereka frustasi." ucap Wildan dengan menatap ke arah Bima.


" Eh tunggu, jangan bilang kan nggak tahu tentang kabar itu." ucapnya yang merasa terkejut.


" Kabar apaan sih, nggak usah aneh-aneh deh Bim." ucapnya dan membuat Bima menggunakan kepalanya.


" Kayaknya aku masih nyimpen beritanya deh, bentar aku cari dulu ya." ucap Bima dengan membongkar-bongkar semua foto di hp-nya.


Tiba-tiba saja Hana berteriak, dan sontak saja Wildan pun kaget mendengar suara Hana.


" Kakak…" teriak Hana.


" Eh Maaf dek Kakak lupa." ucapnya yang baru menyadari kalau sambungan telepon masih berlangsung.


" Ya udah deh terserah, yang penting sekarang jawab pertanyaanku tadi Kak." ucapnya yang sudah kesal.


" Maaf dek Kakak lupa, tadi pertanyaannya apa ya?" tanya Wildan yang memang sudah melupakan perkataan adiknya.


" Kakak sudah membaca berita di forum?" tanya Hana kembali dengan nada kesal.


" Ya ampun adik kakak ini, ngomongnya jangan gitu dong dek." ucapnya menasehati Hana.


" Iya-iya maaf, jadi sekarang udah bisa dijawab pertanyaan adik Kak." ucapnya dengan mencoba lembut.

__ADS_1


" Iya Kakak akan jawab dek, Kakak udah baca berita itu. Dan Kakak udah sampaikan ke Tina juga tadi pagi, karena itu Tina dan Rio mempublikasi hubungannya." jelas Wildan.


" Sudah ku tebak, pasti kakak yang mengatakan kepada mereka untuk mempublish." ucap Hana.


__ADS_2