Derai Yang Terbendung

Derai Yang Terbendung
Hana 53


__ADS_3

Sedikit pengenalan



Nama : Rio


Karakter : Periang, dan pengertian


Hobby : Stand up comedy


Makanan kesukaan : Martabak asin


Minuman kesukaan : Thai tea


...----------------...


" Bagaimana ya agar Hana mau bertemu dengan ayah." Wildan tengah berpikir.


Tiba-tiba saja Rio lewat, Wildan pun segera memanggilnya.


" Rio, kau bisa bantu aku nggak?" tanya Wildan.


" Aku akan berusaha membantumu, tapi bantu apa dulu ini?" tanya Rio.


" Ayahku ingin bertemu dengan Hana, kau bisa bantu aku." ucapnya.


" Itu agak sedikit sulit sih, aku punya ide sih. Tapi aku tidak yakin ide ini akan berhasil." ucap Rio.


" Apa idemu, berhasil atau tidaknya itu urusan nanti." ucap Wildan yang sudah pening memikirkan cara untuk mempertemukan sang ayah dan juga adiknya.


" Bagaimana kalau kita mengadakan dead atau makan malam, ya kita ajak si Dafa lah kalau begini. Tapi aku bingung, Kenapa kau sekarang tiba-tiba ingin mempertemukan ayahmu dan juga Hana. Bukannya kau sama dengan Hana, kau juga kesal dengan ayahmu. Apalagi setelah tadi siang kau mendapat surat undangan, yang bahkan seharusnya ayahmu sendiri yang berbicara kepadamu dan juga Hana." jelas Rio memberi usul dan penasaran dengan Wildan.


" Ayahku sudah menceritakan kepadaku, Apa alasan kenapa Ia menikah dengan mamanya Gina." jelas Wildan.


" Memang Apa alasannya?" tanya Rio jangan gini juga penasaran.


Wildan pun menceritakan apa yang diceritakan oleh ayahnya, Rio yang mendengarnya menjadi kaget. Iya tidak menyangka ada cerita seperti itu dibalik semua ini, dan bahkan hal itu juga mengakibatkan pertengkaran antara ayahnya dan juga mereka. Sekarang Rio menjadi berpikir di pihak pak Yuda, antara memilih anaknya akan damai dengannya. Atau menyelamatkan nyawa, dan nyawa itu adalah nyawa yang sempat ia sayangi dan ia cintai.


" Wah aku nggak kepikiran deh kalau aku yang ada di posisi ayahmu, aku harus memilih kalian atau memilih tante Tami yang mau bunuh diri." ucap Rio yang juga bingung.


" Itulah alasan kenapa ayah ingin menikah dengan tante Tami, tetapi ayah sangat ingin bertemu dengan Hana. Karena ayah sangat merindukan Hana, dan ayah juga ingin menjelaskan tentang cerita ini kepada Hana. Agar ayah bisa tenang, dan permasalahan ini bisa selesai." jelas Wildan.


" Kalau begitu sekarang kita temui Dafa, kau juga harus menceritakan cerita ini kepada Dafa. Agar Dafa dapat membantu kita menjalankan rencana ini, dan ayahmu dapat bertemu dengan Hana." ucap Rio.


Tiba-tiba saja pintu diketuk, dan ternyata Faldo yang telah datang. Keduanya pun langsung menatap ke arah Faldo, kemudian mereka tersenyum. Faldo yang merasakan adanya tingkah aneh, ia pun mencoba untuk melarikan diri. Tetapi untungnya dengan cepat Rio dan Wildan berhasil menarik Faldo, dan akhirnya Faldo pun duduk bersama mereka di sekretariat.

__ADS_1


" Tolong lepaskan aku, apa sih yang sedang kalian pikirkan?" ucap Faldo yang kini berada di tengah-tengah Rio dan juga Wildan.


" Faldo tolong bantuin kita dong!" ucap Wildan.


" Bantuan apa dulu nih, kalau merugikan untukku, aku tidak mau." ucap Faldo yang merasakan firasat tidak enak.


" Tolong kau bilang sama Cahaya, dan juga Dafa kalau kau ingin double date." ucap Wildan.


" Untuk apa aku melakukan itu, sebenarnya Apa rencana kalian?" tanya Faldo yang sudah sangat kebingungan.


" Aku ingin mempertemukan ayahku dan juga Hana, tetapi akan sangat sulit untuk mempertemukan mereka. Jadi aku minta tolong dong, bantuin aku untuk kali ini. Kalau tidak kesalahpahaman yang terjadi antara ayahku dan juga Hana akan terus berlanjut, dan kemungkinan besar aku juga tidak akan pernah bisa bertemu dengan ayahku lagi." jelas Wildan.


" Ok, kalau begitu aku akan bantu. Aku akan hubungi Cahaya dulu." ucap Faldo, dan ia. Langsung menghubungi Cahaya.


" Halo beb." ucap Faldo untuk mengawali telepon.


" Halo juga, ada apa beb?" tanya Cahaya.


" Nanti malam kita double date yuk." ucap Faldo.


" Double date sama siapa?" tanya Cahaya.


" Sama Dafa dan juga Hana." ucapnya.


" Belum beb, kan aku mau mastikan dulu sama mu." ucap Faldo.


" Yauda, aku coba bilang ke Dafa nanti." ucapnya.


" Ok beb, segera kabari ya sayang." ucapnya.


" Iya sayang." balas Cahaya, kemudian sambungan telepon pun mati.


" Sudah ku bilang dengan Cahaya, kita tinggal menunggu kabar dari Cahaya untuk kesediaan Dafa dan Hana.


" Uda disampaikan sih iya, tapi nggak buat kita jadi obat nyamuk juga dong." ucap Rio.


" Kan kau punya pacar, yang tinggal telpon juga apa susahnya si Rio." ucap Faldo.


" Eh iya juga ya." ucap Rio, kemudian ia segera pergi untuk menelpon Tina.


" Ya ampun kalian berdua, tolong dong kasihan sama ya jomblo." ucap Wildan, dan mereka berdua pun tertawa.


...----------------...


" Dafa, Dafa." panggil Cahaya.

__ADS_1


" Ada apa kak, Dafa belum pulang." jawab ummi.


" Eh Dafa belum pulang ummi, yauda deh nanti aja kakak ngomong sama Dafa." ucap Cahaya, kemudian ia hendak ke kamarnya lagi.


" Ada apa sih sebenarnya kak?" tanya ummi yang penasaran.


" Kakak mau ngajakin Dafa double date ummi." jawab Cahaya.


" Oh kalau gitu langsung aja di telpon, kebetulan Dafa masih di rumah Hana." ucap ummi, dan Cahaya pun langsung menghubungi Dafa.


" Halo Dafa, kau dimana dek?" tanya Cahaya untuk mengawali pembicaraan.


" Dafa lagi di rumah Hana kak." jawabnya.


" Oh, begitu." ucap Cahaya.


" Memangnya ada apa ya kak?" tanya Dafa.


" Itu, kakak mau ngajakin kalian double date." jawabnya.


" Double date ya kak, aku tanya Hana dulu." ucap Dafa, kemudian ia pun meletakkan handphonenya di atas meja.


" Siapa yang mau double date?" tanya Hana.


" Ini Kak Cahaya ngajakin kita double date, menurutmu bagaimana?" tanya Dafa.


" Ya udahlah terima aja, lagian kan kita juga belum pernah double date." ucapannya dengan tersenyum.


" Ya udah aku sampeyan dulu ya ke Kak Cahaya, kalau kita setuju dengan permintaannya." ucap Dafa dan anak mengangguk.


" Kak mungkin Kakak sudah dengar, jadi aku tidak perlu menjelaskannya lagi." ucap Dafa.


" Iya aku sudah mendengarnya, kalau begitu aku akan konfirmasi kepada Faldo dulu untuk tempat ya." ucap Cahaya.


" Oke Kak, segera ditunggu ya." ucap Dafa.


...----------------...


" Bagaimana Faldo, apakah kau sudah mendapatkan kabar dari Cahaya?" tanya Wildan.


" Aku belum mendapat kabar, tolong tunggulah sebentar." ucap Faldo yang kesal.


" Iya sabar Wil, lagian kau kayak tidak kenal aja sama adikmu. Akan sangat sulit membujuk adikmu, apalagi kalau suasana hatinya sedang tidak enak." jelas Rio.


" Yang dikatakan Rio ada benarnya will, walaupun cahaya sangat dekat dengan Hana dan juga Daffa. Pastinya juga akan sangat sulit, apalagi suasana hati adikku hari ini kan sedang tidak enak." ucap Faldo.

__ADS_1


__ADS_2