
'' kaminya sih mau temenan sama kamu, tapi nggak tahu kamunya nanti gimana?'' ucap Gina yang sudah mulai menyindir.
'' Tapi biasanya gitu sih, kalau udah kenal cewek atau pacar. Pasti cowok bakal jauh sama temen ceweknya, dan pastinya tiap hari sama pacarnya.'' ucapannya yang dengan wajah berraut sedih.
'' Aku akan tetap usahakan, untuk membagi waktu antara pacar dan teman-teman ku.'' ucapnya.
'' Kita pegang omongan mu, tapi awas aja nanti ingkar.'' ucap Gina.
'' Ku usahakan agar tidak ingkar.'' ucapnya.
'' Ye dasar, kalau begitu kemungkinannya besar untuk ingkar.'' ucap Gina.
Hana yang mendengar perdebatan kedua temannya itu, ia pun tersenyum. Dan merasa sangat bahagia, karena dapat bertemu dengan teman-teman seperti mereka.
'' Udalah, mending kita lihat aja nanti ke depan.'' ucapannya untuk menghentikan perdebatan kedua temannya itu.
'' Tukan Hana aja percaya, kamu sih Gina. Pakai nggak percaya segala.'' Ucap Dafa.
'' Hana kamu belain bapak ya, nanti kalau kita ditinggalin gimana?'' ucap Dina yang sudah kesal dengan ucapan Hana sebelumnya.
'' Aku nggak ada belain kamu ataupun Daffa, aku cuma nggak mau ada perdebatan. Dan aku percaya kalau memang takdir tidak akan tertukar, ya kalau memang takdirnya dia meninggalkan kita suatu saat nanti. Ya Jadi mau gimana lagi, kita tidak bisa berbuat apa-apa Gina.'' jelas Hana.
Kedua temannya tidak bisa berkata apa-apa, mereka hanya mengalah saja mendengar perkataan dari Hana. Begitu juga dengan Wildan yang baru saja muncul, Iya sungguh takjub dengan pemikiran Hana. Baginya gadis seusia Hana, sangatlah tidak mungkin memiliki pemikiran yang sangat dewasa. Wildan menjadi penasaran, apa tentangan hidup yang dihadapi oleh Hana. Hingga menciptakan Hana, menjadi pribadi yang seperti saat ini.
'' Siap bunda Hana, kami akan turut perintah.'' ucap Gina yang juga membuat Hana kesal.
'' Apa tadi kamu bilang?'' tanya Ana dengan ekspresi kesal.
'' Bunda Hana.'' ucapnya kemudian berlari meninggalkan Daffa dan juga Hana.
'' Daffa temanmu tuh nyebelin banget.'' ucapnya yang sudah sangat kesal.
'' Temen aku, bukannya temen kamu ya?'' ucapnya kemudian juga pergi meninggalkan Hana.
__ADS_1
'' Ye dasar, dua-duanya sama. main pergi ninggalin aku aja gitu, awas aja nanti kalau ketemu.'' ucapnya kemudian kembali duduk di kursinya sambil mengil-ngelingan kepalanya.
Tiba-tiba saja Wildan pun menghampirinya, Hana tidak bisa berkata apa-apa lagi. Kedatangan Wildan sontak membuat seisi kantin menatap ke arahnya, Dan kini ia menjadi pusat perhatian kembali.
'' Hai Hana, boleh aku duduk di sini?'' tanya Wildan.
Sebenarnya ia tidak mau, tetapi karena seluruh sorot mata mengarah kepadanya. Mau tidak mau, ia harus mengizinkan Wildan untuk duduk.
'' Oh ya Kak silakan duduk.'' ucapnya dengan sopan.
Wildan yang telah dipersilakan, Ia pun langsung duduk. Dan kini wajahnya tersenyum sangat gembira, Iya mengira Hana telah melupakan kejadian sebelumnya. Dan Ia yakin, kalau Hana pasti akan luluh kepadanya.
'' Hana, soal yang tadi.'' ucapnya sesantai mungkin.
'' Maaf ya Kak, aku nggak tahu itu prank atau beneran. cuman untuk saat ini, aku belum ada kepikiran tuh ke sana. Apalagi kita baru kenal, dan pastinya kita masih belum mengenal satu sama lain.'' ucapnya dengan menatap mata Wildan.
'' Ya udah nggak apa-apa, aku juga ngerti apa yang kamu rasakan.'' ucapnya dengan lembur.
Kini keduanya menjadi pusat perhatian, dan dalam sekejap. forum kampus, dipenuhi dengan berita mereka berdua. Sontak saja, para mahasiswa dan mahasiswi yang penasaran. Mereka langsung pergi menuju kantin, untuk menyaksikan apakah benar berita yang di forum.
Hana yang merasa tidak nyaman, Ia pun memutuskan untuk pergi. Ia sudah menyadari, kalau dari tadi mereka menjadi pusat perhatian.
'' Kak aku duluan ya, udah ditungguin sama temen-temen aku. Bentar lagi juga baris, bisa dimarahin aku sama senior.'' ucapnya beralasan, karena sebenarnya ia merasa tidak nyaman.
'' Siapa ketua MPLS tingkat prodi kalian?'' tanya Wildan.
'' Kak cahaya.'' ucapnya dan mendapat anggukan dari Wildan.
Wildan pun segera mengambil tanpa menggenggamnya dari kantung, Ia pun langsung memencet semua nama. Dan menelpon orang tersebut.
'' Halo, bisa datang ke kantin sekarang!'' ucap Wildan.
Tidak butuh waktu lama, cahaya pun tiba di kantin. Sontak saja Hana menjadi kaget, Iya tidak tahu mengapa seniornya itu bisa berada di kantin. Ia pun mulai hanyut dalam pikirannya, dan menebak-nebak kalah yang di telepon Wildan sebelumnya adalah cahaya.
__ADS_1
'' Woi Wildan, main nyuruh datang aja. Aku tuh lagi banyak tugas tahu, bentar lagi tuh udah baris. Dirimu mah enak, lagi kosong. Besok dirimu padat, baru aku katain mampus.'' ucap cahaya yang kesal.
Wildan tidak menjawab, Iya hanya memberi kode. Agar cahaya diam, Karena gini Hana berada di hadapannya. Sontak cahaya kaget, Iya mengetahui kode yang diberikan Wildan. Tetapi Wildan yang ia kenal, sangat tidak mungkin menjadi Wildan yang ada di hadapan yang ini. Wildan yang adalah es batu, entah mengapa kini berubah menjadi hot coklat di mata cahaya.
'' Wow ada apaan nih, kenapa tiba-tiba kamu sama cewek.'' ucapnya yang penasaran.
'' Nggak ada apa-apa cahaya.'' ucapnya dengan menatap wajah cahaya dan juga Hana secara bergantian.
'' Nggak usah banyak ngomong, melihat dari keluargamu. Sepertinya ada udang dibalik bakwan.'' ucapnya dengan tersenyum.
'' Jangan bilang, kamu mau aku jagain cewek kamu. Tapi tunggu, memangnya dia ngambil jurusan apa?'' penjajahan memang tidak terlalu memperhatikan juniornya.
Wildan tidak menjawab, Ia hanya memberi kode tatapan kepada Hana. Cahaya yang sudah mengerti maksud dari kode itu, Ia pun langsung menanyakannya kepada Hana.
'' Halo, kenalin aku cahaya?'' ucapnya dengan mengulurkan tangannya.
'' Halo Kak, aku Hana.'' ucapnya.
'' Nama yang indah, kamu prodi apa?'' tanya cahaya.
'' Saya prodi pendidikan fisika, saya junior kakak.'' ucapnya dengan tersenyum.
'' Pantas aja nih anak panggil aku, ya ternyata pacarnya junior aku.'' batin cahaya.
'' Oh ya, tapi yang saya ingat. Nggak ada yang namanya Hana, di pendidikan fisika.'' ucapnya sambil berpikir.
'' Hana itu hanya nama panggilan saya Kak, nama asli saya Luhana.'' ucapannya kembali.
'' Oh Luhana Clarissa ya?'' ucapnya untuk memastikan.
'' Iya Kak saya Luhana Clarissa.'' ucapnya dengan tersenyum.
'' Oh ternyata ini yang jadi trending topik, cantik sih tapi....'' batin cahaya sambil melihat Hana dari ujung rambut sampai ujung kaki.
__ADS_1
Hana yang merasa tidak nyaman, ia pun memberanikan diri.
'' Maaf Kak, ada yang salah ya dari aku? tanya Hana.