Derai Yang Terbendung

Derai Yang Terbendung
Hana 45


__ADS_3

" Akhirnya semuanya bahagia, tanpa perlu menyakiti siapapun." ucap Faldo dengan tersenyum.


" Ya Aku juga senang banget, dan katanya hari ini Kak Dea juga bakal datang." jelas Cahaya.


" Yang benar, kalau gitu kita doain aja semoga lancar." ucapnya dengan tersenyum.


" Amin." ucap keduanya serentak.


Tiba-tiba saja terdengar suara motor, dan benar saja itu adalah Bayu dan juga Dea. Dea tampil dengan sangat anggun, kini Bayu menggandengnya untuk masuk ke dalam rumah. Sungguh keduanya terpikat dengan kecantikan dari Dea, tetapi Faldo sadar kalau dia telah memiliki Cahaya yang selalu ada di sampingnya dan telah menjadi Cahaya dalam kehidupannya.


Keduanya hanya mengikuti Bayu dan juga Dea dari belakang, kemudian mereka bertemu dengan umi. Ummi tersenyum dengan sangat lebar ketika melihat Dea, ummi jatuh hati pada Dea. Tetapi ummi mencoba untuk tenang dan tidak memperlihatkannya, ummi ingin melihat perjuangan putranya dan juga pacar barunya ini.


" Silakan duduk nak." ucap ummi dengan sorot mata yang tajam.


Bayu pun segera mengajak Dea untuk duduk, kini Dea duduk dengan menatap ke arah ummi. Yang membuat dia menjadi takut adalah sorot mata ummi yang begitu tajam.


" Udah santai aja, kau nggak akan diapa-apain kok sama ummi aku." ucap Bayu dengan menggenggam tangan Dea.


" Nama siapa?" tanya ummi dengan nada tinggi.


" Nama saya Dea Tante." ucapnya dengan ekspresi takut.


" Dea ya, nama Abi siapa?" tanya ummi kembali.


" Nama papa saya Rendy Tante." jawabnya.


" Hadu, kira-kira apa lagi yang akan ditanyakan." batinnya.


" Rendy siapa?" tanya ummi kembali.


" Rendy Suseno tante." jawabnya dengan perlahan.


" Kamu anaknya Rendi Suseno, yang ini bukan orangnya?" tanya Abi yang baru saja muncul dan menunjukkan foto Rendy Suseno yang ia kenal.


" Iya benar itu foto ayah saya, Om kenal ya sama papa saya?" tanyanya dengan tersenyum.


" Abi kenal dengan ayahnya?" tanya ummi.


" Ini itu anaknya Rendy ummi, sahabat SMA Abi. Yang dulu pernah Abi ceritain sama umi." ucapnya.

__ADS_1


" Yang bener Abi, kalau gitu lanjutkan aja." ucap ummi dengan tersenyum.


" Maksud ummi dilanjutkan gimana?" tanya Bayu untuk memastikan.


" Lanjut aja langsung ke pelaminan." ucap ummi dan membuat keduanya kaget.


" Kenapa kalian kaget, kalau perlu besok pun jadi." ucap Abi dan tambah membuat mereka kaget.


" Bayu nggak salah dengarkan Abi, ummi?" tanya Bayu.


" Nggak, besok kita atur pertemuan keluarga." ucap Abi tanpa berbasa-basi.


Bayu tersenyum mendengar respon dari kedua orang tuanya, iya tidak menyangka kalau kedua orang tuanya akan secepat itu merestuinya. Karena dulu dia pernah tak direstui, pada saat dia bersama mantannya.


" Thanks Abi, ummi. Akan Bayu sampaikan nanti." ucapnya dengan tersenyum dan mengandeng tangan Dea.


" Makasih Om, Tante." ucap Dea dengan tersenyum.


" Loh kok Om dan Tante, Abi dan ummi dong." ucap ummi, dan langsung memeluk Dea.


" Iya maaf Abi, ummi." ucapnya dengan tersenyum.


" Nggak tau." Jawabnya dengan menggelengkan kepalanya.


...----------------...


Tina dan Rio juga sedang berduaan di cafe, mereka sedang makan malam romantis. Dan kini mereka sangat senang hingga tidak merasa kalau ada yang sedang mempersiapkan mereka.


" Ternyata benar mereka sudah jadian." ucap seseorang itu sambil foto Rio dan Tina, kemudian ia mengirimnya ke forum kampus.


" Rasain kalian, aku nggak terima. Enak aja kalian bahagia, sedangkan aku menderita. Satu persatu aku akan membalas kalian." batinnya.


Keduanya tampak tidak memperdulikan sekitar, mereka merasa dunia milik berdua. Bahkan mereka juga tidak memperdulikan handphone mereka yang dipenuhi dengan notifikasi, banyak yang menghubungi mereka. Karena mereka ingin memastikan berita yang dikirimkan di forum.


Keduanya terus saja tidak memperdulikan, hingga tanpa terasa kini jam sudah menunjukkan pukul 10 malam. Dan sesuai dengan yang telah mereka sepakati dengan ayah dari Tina, mereka akan pulang sebelum larut malam. Jadi mereka memutuskan untuk pulang.


" Ternyata mereka memang bucin, tapi kebucinan mereka nggak akan bertahan lama." batin Angel, dengan menatap kepergian mereka.


Tidak memerlukan waktu lama, akhirnya mereka sampai di rumah Tina. Rio tidak masuk karena sudah malam, dan ia pun memperhatikan Tina dari gerbang dan memastikannya aman sampai di dalam rumah. Kemudian setelah sudah pasti aman, ia pun segera pulang.

__ADS_1


" Rio mana dek?" tanya ayah.


" Rio uda pulang ayah." jawabnya.


" Yauda sana tidur, besok masih harus kuliah kan." perintah ayah, dan dengan sigap ia pun segera masuk ke dalam kamarnya. Kemudian melakukan bersih-bersih, dan langsung tidur.


...----------------...


Pagi yang cerah, Tina hadir tampak dengan senyuman. Banyak gerombolan yang memperhatikan Tina saat ia memasuki gerbang, namun Tina tidak memperhatikannya dan langsung menuju sekretariat presiden mahasiswa. Sesampainya di sekretariat ia langsung menundukkan dirinya di kursi yang berada di sana, tidak lama setelah ia datang Wildan pun datang.


" Syukurlah kau di sini Tina, sebenarnya ada yang ingin aku bicarakan denganmu." ucap Wildan ketika baru tiba dan kemudian ia langsung duduk di sebelah Tina.


" Apa yang mau kau bicarakan Wildan?" tanyanya yang penasaran.


" Sebelumnya aku ingin bertanya kepadamu, apakah kau sudah membuka forum kampus?" tanyanya untuk mengawali.


" Belum ada, memangnya ada berita apa di sana?" tanyanya dengan langsung membuka forum kampus.


" Aku nggak salah lihat kan?" tanya Tina.


" Nggak, kau nggak salah. Makanya aku mau bertanya tentang itu." ucap Wildan.


" Ya ampun berarti tadi pada lihatin aku karena hal ini." ucapnya.


" Ya begitulah, jadi sebenarnya hubungan kalian gimana. Ya tertulis disitu nggak bener kan?" tanya Wildan memastikan.


" Ya nggak la, kami itu menjalin hubungan resmi. Lagian si Rio juga uda putus sama Nana, jadi aku dan Rio nggak lagi selingkuh." ucapnya.


" Syukurlah, aku senang dengernya. Tapi siapa ya yang nyebarin berita nggak bener itu." ucap Wildan dengan berpikir siapa saja yang kemungkinan besar adalah pelakunya.


" Ntala perasaan aku dan Rio nggak punya musuh deh." ucap Tina.


" Eh aku tau, tapi kayaknya dia nggak mungkin setengah itulah." ucapnya yang masih tidak yakin.


" Siapa Wil?" tanya Tina yang penasaran.


" Si Angel." ucapnya dengan ragu.


" Si Angel, oh iya. Kalau bukan kau yang bilang, aku lupa loh kalau kita pernah menegakkan keadilan ke si Angel. Kau bilang dia nggak mungkin tega, kau salah Wildan. Ini semua sudah pasti ulahnya, karena nggak ada yang tau kalau Rio pernah pacaran dengan Nana." jelas Tina, dan Wildan tampak antusias mendengarkannya.

__ADS_1


__ADS_2