Derai Yang Terbendung

Derai Yang Terbendung
Hana 35


__ADS_3

" Iya ada apa." jawabnya dengan suara serak karena sudah tidur.


" Kau sudah tidur?" tanya Dafa.


" Ya udalah, ini itu uda jam 11 malam." ucapnya dengan marah karena tidurnya terganggu.


" Hehehe, ya maaf." ucapnya sambil tertawa.


" Malah ketawa kau, sekarang cepat katakan, ada apa kau telpon malam-malam." ucapnya yang frustasi karena tidurnya terganggu.


" Yauda aku langsung ke intinya aja ya, besok kau ikut aku ke rumah ku ya." ucapnya dan membuat Hana kaget.


" Ha, aku nggak salah denger kan. Ngapain aku ke rumah mu? tanya yang kaget.


" Tolonglah Hana, kalau aku besok nggak bawak pacar aku ke rumah. Aku akan di bilang pacaran sama cowok, tolong bantuin aku ya plis." ucapnya dengan nada memohon.


" Yauda deh, aku bantuin. Itupun karena kau juga uda bantuin aku tadi sore, tapi aku nggak salah denger ni. Kau di bilang pacaran sama cowok, tapi itu nggak benar kan?" ucapnya yang mulai penasaran dengan kisah kehidupan Dafa.


" Ya tentu aja nggak, aku masih waras ya." jawabnya yang sudah kesal.


" Syukurlah, kirain memang benar. Nanti aku jadi korban untuk menutupi saja." ucapnya.


" Ya nggak la, lagian ngapain aku pacaran sama cowok. Kan ada kau di samping ku." ucapnya.


" Ye dasar, yauda besok kita ke rumahmu." ucapnya kemudian mematikan sambungan telepon.


" Ye dasar ni anak, kebiasaan langsung dimatikan. Padahal aku belum siap ngomong, tapi yauda la yang penting dia mau datang ke rumah." ucap dengan tersenyum, kemudian langsung merebahkan tubuhnya di atas kasur.


...----------------...

__ADS_1


Cahaya matahari pagi menimpa wajah, kini Dafa terbangun dengan sangat ceria. Wajahnya yang tersenyum, membuat Bayu dan juga Cahaya yang merupakan kakaknya merasa heran. Dan mulai mencurigai Dafa.


" Kenapa kau Dafa, pagi-pagi kok senyum-senyum nggak jelas." ucap Cahya dengan ketus.


" Memang nggak boleh aku senyum, lagian kata pacarku kita harus sering senyum biar hidup kita bahagia. Karena luka yang kita alami akan tertutup dengan senyuman." jelasnya dan membuat cahaya kaget.


" Tunggu dulu, tadi kau bilang pacar. Sejak kapan kau punya pacar?" tanya Cahaya yang penasaran.


" Sejak beberapa hari lalu, dan aku sangat sayang sama dia. Dan tidak ingin ia tersakiti." jawabnya dan kini Cahaya menjadi penasaran dengan sosok yang disebut pacar oleh Dafa.


" Kayaknya ada yang uda bucin ni, kapan ni di bawak ke rumah?" tanya Cahaya, yang niatnya ingin menjatuhkan mental Dafa.


" Oh soal itu tenang aja, hari ini aku akan membawanya kesini." jawab Dafa dan membuat Cahaya kaget dan menyemprotkan minumannya.


" Alhamdulillah nggak kenak, kalau sampai kenak kan harus mandi lagi. Dan itu sangat lama, tapi kalau nggak mati nanti ayang aku bisa kabur karena aku bau." ucapnya dan membuat Bayu dan Cahaya menggelengkan kepalanya.


" Kak boleh ku tonjok nggak ini anak satu." tanya Cahaya kepada Bayu untuk meminta persetujuan.


" Dengar itu, kak Bayu memang yang paling ok. Nggak kayak kak Cahaya yang kerjaan marah-marah nggak jelas." ucap Dafa.


" Dafaaa." teriak Cahaya, Dafa langsung melarikan diri. Karena ia takut akan di pukul oleh Cahaya, walaupun sebenarnya pukulannya tidak sakit.


" Dafa mau kemana, kau belum sarapan." ucap Bayu.


" Dafa sarapan di kampus aja kak, malas di omelin sama singa." ucapnya dengan berlari keluar.


" Eh awas kau ya, nggak bisa sekarang. Masih banyak kesempatan yang lain." teriak Cahaya.


Dafa langsung menaiki kendaraannya dan berniat untuk menjemput Hana.

__ADS_1


" Kau ya dek, kenapa sih suka kali buat masalah sama Dafa?" tanya Bayu sebagai kakak tertua.


" Ya gpp sih kak, cuma kayak ada yang kurang aja kalau nggak ribut sama dia." jawabnya dan Bayu hanya menggelengkan kepalanya.


" Oh iya kak, itu beneran Dafa mau bawak pacarnya ke rumah?" tanya Cahaya yang masih tidak percaya.


" Sebenarnya aku juga belum percaya, tapi aku uda hubungan Abi dan ummi sih. Dan Abi dan ummi akan sampai nanti siang." jelas Bayu dan membuat Cahaya tersenyum kegirangan.


" Kau ini, kalau di bilang. Abi dan ummi akan pulang, kau pasti selalu saja bertingkah aneh." ucapnya yang frustasi melihat tingkah adiknya.


" Ya namanya aku senang kak, tapi sih Dafa tau nggak kalau Abi sama ummi akan pulang ?" tanya Cahaya untuk memastikan.


" Ya tentunya belum, kan mau ngasih kejutan buat dia. Di saat ia membawa pacarnya, pasti niatnya cuma kenalin ke kita makannya ia santai dan berani. Kalau dia tau Abi dan ummi pulang, dia pasti akan ngebatalin rencananya." jelas Bayu dan Cahaya menganggu pertanda ia mengerti apa yang dimaksud oleh Bayu.


" Eh yang kakak bilang ada benarnya juga, kalau dia tau Abi dan ummi pulang. Kita nggak akan bisa lihat pacarnya Dafa." ucapnya sambil menganggukkan kepalanya.


...----------------...


Kini Dafa sudah berada di depan rumah Hana, ia pun langsung mengetuknya. Dan ternyata bunda Mawar yang membuka pintu, Dafa sangat gugup karena bukanya wajah Hana yang ia lihat. Melainkan wajah bunda Mawar, dan membuat ia takut.


" Eh nak Dafa, ayo masuk aja. Kebetulan bunda dan Hana lagi sarapan, nak Dafa uda sarapan?" tanya bunda Mawar berbasa-basi.


Dengan santainya Dafa pun menggelengkan kepalanya, dan bunda pun langsung menyuruh Dafa untuk bergabung makan. Dafa awalnya nggan, tetapi melihat pandangan bunda Mawar yang seperti mengancam bila ia tidak maka. Akhirnya Dafa pun memakannya, dan alangkah kagetnya ia ketika merasakan rasa masakan bunda Mawar yang sangat enak dan pas di lidahnya.


" Ini masakan bunda, enak banget." ucapnya memuji.


" Ye dasar, muji pasti ada maunya." ucap Hana dan jujur bunda kaget melihat respon Hana yang tidak seperti biasanya, karena Hana hanya akan menunjukkan sikap aslinya di depan orang yang memang ia sayang saja. Dan kini sikap itu muncul pada saat ada Dafa, dan membuat bunda semangkin yakin kalau Dafa adalah pilihan yang tepat untuk Hana.


" Yauda, sekarang mending di makan. Terus berangkat, nanti bisa kesiangan." ucap sang bunda.

__ADS_1


Pembicaraan mereka pun terhenti, mereka langsung melahap makannya yang ada. Setelah selesai sarapan, Hana dan Dafa pun langsung berangkat menuju kampus. Kini keduanya menjadi perbincangan hangat, karena sebelumnya ada gosip yang mengatakan kalau Hana pacaran dengan Wildan. Tetapi kini, Hana justru datang bersama dengan Dafa.


Dalam sekejap berita itu pun menyebar, Wildan yang sudah melihat berita itu. Ia pun langsung mencari Hana, banyak mahasiswa yang mengira kalau Wildan akan marah. Dan ia akan memukul Dafa, tetapi kini yang terjadi sangat jauh berbeda dengan apa yang sedang dipikirkan oleh masyarakat kampus itu.


__ADS_2