Derai Yang Terbendung

Derai Yang Terbendung
Hana 95


__ADS_3

" Kau masih ingat saja dengan perkataanku yang itu, aku kira kau sudah melupakannya." ucap Damar.


" Sebenarnya aku sangat ingin melupakannya, karena sesungguhnya momen itu adalah momen yang sangat menyebalkan. Karena itu adalah momen pertemuan kita yang pertama kali, dan saat itu aku sedang bersedih. Tetapi aku tidak bisa melupakan momen tersebut, karena momen itu adalah momen pertemuan kita yang membuat kita menjadi bersahabat seperti sekarang." jelasnya dan Damar pun juga mengingat masa tersebut.


" Yang kau katakan memang benar, momen itu sebenarnya adalah momen yang sangat memalukan. Tetapi momen itu adalah momen yang berkesan untuk pertemuan kita, karena setelah pertemuan itu kita menjadi sahabat." jelas Damar.


" Lebih baik kita jangan membahas hal tersebut, jujur saja aku merasa tidak nyaman ketika membahas hal itu. Dan lebih baik kita membahas hal lain, contohnya membahas tentang kampus ini. Aku itu masih anak baru di sini, dan aku masih belum tahu letak-letak di kampus ini. Mungkin kau bisa membantuku untuk berkeliling." ucap Sasya.


" Kalau soal itu kan tenang saja, sepulang kuliah nanti aku akan membawamu berkeliling kampus ini. Ya mungkin saja kau bisa bertemu dengan seseorang, tetapi aku harap dia tidak akan menyakiti hatimu seperti Dafa." jelas Damar.


" Sudahlah Damar, lebih baik kita lupakan saja masalah tentang Dafa. Jujur saja aku malas membahas hal itu, dan lebih baik biarkan saja dia bersama dengan Hana. Aku sudah lelah bersaing dengan Hana, lebih baik aku mencari yang lain. Aku juga sudah tidak tega untuk menyakiti Hana lagi, Hana sudah banyak tersakiti dan aku tidak tega untuk menyakitinya lagi. Tetapi hingga kini aku masih sangat heran, aku sudah sering menyakitinya, tetapi dia tidak pernah menyakiti diriku dan dia adalah orang yang sangat baik." ucapnya.


" Mungkin itu adalah yang terbaik, orang baik seperti dia tidak pantas untuk disakiti. Dan biarkan saja ia menjalani kehidupan yang bahagia, dan kamu juga harus mencari kebahagiaan bersama dengan orang lain!" ucap Damar.


" Yang kau katakan yang benar, dia adalah orang yang sangat baik. Dan aku sudah tidak tega untuk menyakitinya lagi, dan sekarang kamu memiliki tugas yang sangat penting." ucapnya yang mengagetkan Damar.


" Tugas apa yang kau katakan, kau jangan membuatku takut ya." ucapnya yang kebingungan.


" Kau ini, tugasmu itu hanya satu. Yaitu membantuku untuk mencari seseorang yang pas untuk, dan bisa membuat aku bahagia sama seperti Hana." jelasnya dengan tersenyum.


" Kalau mengenai soal itu, serahkan saja semuanya kepadaku. Aku akan membantumu untuk mencari orang yang tepat untuk dirimu, dan mudah-mudahan saja hidupmu akan bahagia seperti saudara dirimu itu." jelasnya dengan mengangkat jempolnya.

__ADS_1


" Awas ya kalau sampai ingkar janji, aku akan menghabisi mu kalau kau sampai ingkar janji." ucapnya dengan tatapan sinis.


" Ya ampun Gina, semakin ke sini kau semakin mengerikan. Mudah-mudahan saja pemuda yang mau sama dirimu tidak kapok, dan aku tidak perlu mencarikan orang sampai berulang-ulang kali untuk dirimu." ucap Damar dengan menggelengkan kepalanya.


" Yang nggak gitu juga kali Damar, kamu kan tahu aku kalau orang seperti apa. Kalau aku sudah dekat dengan seseorang, maka ia akan mengetahui sifat dan karakter asliku yang sangat berjauhan berbeda dengan sikapku saat ini." jelasnya.


" Iya aku sudah mengetahui engkau, dan bila kau sudah dekat dengan seseorang maka sikap yang saat ini sudah sangat berbeda. Kau pastinya akan menjadi anak yang sangat manja, jujur saja aku sangat kesal ketika kau bersikap manja. Tapi untungnya kamu tidak pernah bersikap manja di depan umum, jadi tidak ada orang yang mengatakan hal aneh-aneh tentang dirimu." jelasnya dan Gina pun tertawa.


" Ya nggak mungkin lah aku bersikap seperti itu di muka umum, bisa-bisa ada yang mengira aku menjalin hubungan dengan dirimu. Apalagi dulu sama saya SMA kamu kan sebagai siswa yang cukup populer, bisa-bisa aku di serbu sama fans kamu. Dan setelah itu mungkin saja aku tidak akan bersekolah di situ lagi, dan persahabatan kita akan kandas sampai di sana." jelasnya sambil membayangkan jika hal itu terjadi.


" Ya kalau kau pindah, maka aku akan juga pindah sekolah. Kalau ada yang gampang kenapa harus dibuat ribet, karena pada saat itu aku juga hanya memiliki dirimu sebagai sahabatku." jelas Damar yang menjawab dengan gampangnya.


" Kau ini ya Damar, kebiasaan dirimu dari dulu nggak pernah berubah. Selalu saja mencari yang mudah, padahal yang muda itu belum tentu benar." ucapnya dengan memukul dengan Damar.


Gina pun merasakan udara dingin, ia merasakan seperti mendapatkan tatapan tajam. Ia pun akhirnya melihat ke sekitar, dan ternyata kini semua mata telah tertuju kepadanya dan juga Damar. Tiba-tiba saja ia menjadi takut dengan tatapan mereka semua, Ia pun segera mengajak Damar untuk kembali ke kelas. Karena ia tidak merasa nyaman dengan tatapan para mahasiswa dan mahasiswi yang ada, apalagi dia masih anak baru dan masih belum mau mencari masalah.


" Damar, kita balik ke kelas aja yuk." ucapnya dengan suara berbisik.


" Kenapa kok bibir bicara seperti itu, kau sedang ketakutan ya. Apa yang membuatmu ketakutan?" tanya Damar yang belum menyadari situasi.


" Lebih baik kau lihat ke sekitar." ucapnya masih dengan berbisik.

__ADS_1


Damar pun berdiri dari tempat duduknya, kemudian Ia pun melihat ke segala penjuru. Dan ternyata kini semua mata tertuju kepada mereka berdua, Damar pun akhirnya mengetahui apa alasan Gina tiba-tiba saja merasa tidak nyaman.


" Ngapain kalian lihat ke sini." bentak damar dan kini semuanya pun menunduk.


" Damar jangan seperti itu." ucapnya dengan menarik lengan Damar.


Tiba-tiba saja ada seorang wanita yang datang, Ia pun langsung menghampiri meja damar dan juga Gina. Tanpa aba-aba ia langsung menang perginya, Gina pun terjatuh. Damar kini menjadi sangat emosi, karena Gina telah disakiti oleh orang yang tidak ia kenal.


" Apa yang kamu lakukan?" tanya Damar yang kini sedikit emosi.


" Aku hanya menyakiti pengganggu." ucapnya dengan percaya diri.


" Yang pengganggu itu kamu." ucap Damar kemudian wanita itu pun segera meraih tangan Damar.


" Apa yang kau katakan Damar, jangan bilang kau melupakan diriku. Aku Safira, Damar. Masa kamu melupakan diriku, dan kau lebih memilih dekat dengan dia yang bukan siapa-siapa." ucapnya dengan menunjuk Gina.


# Ikuti terus kelanjutannya dan jangan lupa like, share, komen serta selalu dukung nafras ya teman-teman. Dan baca juga karya-karya nafas yang lain.


1. Naura Abyasya


2. Rela Walau Sesak

__ADS_1


3. Sepahit Sembilu


4. Azilla Aksabil Husna


__ADS_2