
Keduanya gini langsung bergabung dengan Hana dan juga yang lainnya, keduanya sangat bahagia melihat kedekatan Hana bersama dengan Marcel. Entah kenapa mereka merasa kalau Hana sangat dekat dengan mereka, dan kini Mereka pun mencoba mendekati Hana dan juga Papanya.
" Tumben kalian berdua mau bergabung?" tanya Marcel yang merasa heran.
" Kebetulan aja Pa, lagian bosen juga kalau hanya duduk aja." jawab Yuprat.
" Yakin hanya itu alasannya, atau jangan-jangan karena Hana ya." ucap Marcel.
" Papa jangan suudzon dulu, lagian kami berdua memang ingin bermain. Kedatangan Hana memang membuat kami menjadi bersemangat, tetapi kami tidak ada niat lain kepada Hana Pa. Bagi kami Hana sudah menjadi adik kami, jadi papa nggak perlu takut kalau kami mendekati Hana karena suatu alasan yang tidak masuk akal." jelas Yuprat dan Deon pun mengangguk.
" Syukur alhamdulillah kalau kalian berpikir seperti itu, Papa harap kalian mau mempertimbangkan Apa yang Bapak katakan tadi." ucap Marcel dan keduanya pun mengangguk.
" Kalau aku sudah tidak masalah Pa, lagian aku sangat senang karena bisa memiliki adik secantik Hana." ucap Deon.
" Kamu yang benar Deon?" tanya Marcel untuk memastikan.
" Iya Papa." jawabnya dengan tersenyum.
" Kalau Yuprat bagaimana?" tanyanya kepada Putra sebelumnya itu.
" Sepertinya aku juga sudah menyetujuinya, sekarang tinggal berlanjut kepada tindakan Papa saja." jelasnya.
__ADS_1
" Alhamdulillah kalau begitu, bagaimana kalau siang nanti kita langsung terjun." ucap Marcel dan membuat Hana menjadi penasaran.
" Maaf kalau Hana mengganggu Pa, sebenarnya apa yang sedang Papa bicarakan bersama dengan kakak-kakak?" tanyanya yang penasaran.
" Sebenarnya Papa enggan untuk memberitahumu, tetapi mungkin lebih baik jika Papa memberitahumu saat ini. Rencananya hari ini juga Papa ingin melamar Bundamu." jelas Marcel.
" Oh rupanya itu yang sedang Papa bicarakan." jawabnya yang tampak biasa saja.
" Kamu tidak kaget Hana?" tanya Deon yang melihat ekspresi Hana biasa saja.
" Aku tidak kaget sama sekali Kak, justru aku merasa sangat bahagia. Dan sebenarnya alur dari apa yang kakak bicarakan ini sudah aku tebak dari awal, hal itu sudah tampak terlihat jelas ketika Lucky menjemput ku tadi pagi." jelasnya dan kedua Putra Marcel itu langsung menatap ke arah Marcel.
" Papa nggak ada minta Lucky menyampaikan sesuatu." ucapnya dengan memberi kode tidak dengan tangannya.
" Entah kenapa aku merasa semakin ke sini iya semakin mirip dengan Mama, mudah-mudahan saja aku bisa menemukan bukti yang menyatakan kalau dia adalah Adikku. Wajahnya sangat mirip dengan Mama, dan sekarang sifat dan karakternya juga mirip dengan Mama. Kini aku semakin meyakini kalau dia adalah adikku, tetapi aku masih bingung mengapa ia bisa sampai menjadi adiknya Wildan." batin Deon yang penasaran.
" Kalau memang kamu sudah menerkanya dari awal sayang, berarti kamu sudah menyetujui kalau Papa bersanding dengan Bundamu?" tanya Marcel untuk memastikan.
" Kalau aku sih setuju saja, dan aku rasa begitu juga dengan Kak Wildan. Tetapi yang memutuskan segalanya adalah Bunda, karena bagi kami yang terpenting adalah kebahagiaan Bunda." ucapnya.
" Kamu tenang saja sayang, Papa berjanji akan menjaga bundamu dengan sebaik-baiknya. Dan Papa tidak akan membuat Bundamu bersedih, jika Papa sampai melakukan hal tersebut papa akan menerima konsekuensi dari kalian berdua." ucapnya dengan mengulurkan jari kelingkingnya.
__ADS_1
" Hana percaya dengan Para, dan bila memang Papa ingin bersanding dengan Bunda. Lebih baik memang dalam waktu dekat, karena sebenarnya ada seseorang yang selalu mendekati Bunda sejak dulu." jelas Hana.
" Kalau begitu sore ini juga papa akan menuju ke rumahmu, Papa tidak akan membiarkan seseorang merebut orang yang telah Papa cintai." ucapnya.
" Sepertinya Papa sedang menyimpan sesuatu, atau jangan-jangan Papa sudah lama menyukai bundaku ya. Atau mungkin hal itu sudah terjalin sejak awal sebelum Bunda menikah dengan Ayah?" ucapnya yang ceplas-ceplos dan juga penasaran.
" Jangan bilang apa yang dikatakan oleh Hana benar Pa." ucap Lucky yang kini langsung bergabung dengan mereka.
" Sebenarnya hal itu adalah benar, tetapi karena dulu Mawar sudah menjalin hubungan dengan Yuda. Oleh karena itu Papa sebagai sahabatnya Yuda, papa lebih memilih mengalah daripada hubungan persahabatan kami akan hancur." ucapnya.
" Ternyata Papa memang menyimpan rasa yang cukup dalam kepada Tante Mawar, dan karena sekarang Tante Mawar juga sudah lama tidak bersama dengan Om Yuda. Dan begitu juga dengan Papa yang sudah tidak bersanding dengan mama kembali, aku rasa sekarang adalah takdir yang memang pas untuk papa bersanding dengan Tante Mawar." ucap Yuprat dan semuanya menjadi bahagia.
" Terima kasih atas dukunganmu, sore ini juga kita akan langsung menuju rumah Mawar. Bahkan kalau perlu malam ini juga Papa ingin menikah dengan Mawar, tetapi itu semua juga membutuhkan persetujuan dari Mawar. Jadi Papa tidak mungkin bisa melakukan hal tersebut, setidaknya Papa masih bisa bertemu dengannya." jelasnya.
" Mengapa harus menunggu sore Pa, sekarang juga bisa." ucap Deon dan wajah Marcel pun tampak berbunga-bunga.
" Tampaknya kamu sangat bersemangat Deon, kalau begitu siang ini juga selepas makan siang kita langsung terjun." ucap Marcel.
Kini semuanya tampak sedang sibuk, mereka sedang mempersiapkan apa yang ingin mereka bawa ke rumah Mawar. Dan kini bahkan Hana juga membantu Marcel, karena ia memang sudah sangat menyayangi Marcel sejak pertama kali bertemu.
" Entah kenapa, kini aku semakin yakin kalau dia adalah adik kita." ucap Yuprat.
__ADS_1
" Yang Kakak katakan memang benar, bahkan dari caranya bersikap juga sama seperti Papa dan juga Mama. Kita harus secepatnya mencari bukti Kak, walaupun memang pada akhirnya dia akan tetap tinggal bersama dengan keluarga kita." ucap Deon.
" Kita masih belum bisa memastikan, apakah nantinya dia akan masuk ke dalam keluarga kita atau tidak. Karena kita masih belum mendapatkan kata setuju dari Tante Mawar, jika kata setuju itu sudah kita dapatkan maka kita bisa mencarinya dengan perlahan. Karena sudah dipastikan Hana masuk ke dalam keluarga kita, dan kita akan dengan mudah mencari tahu siapa sebenarnya ia. Tetapi jika tante mawar menolaknya, maka kita akan sulit untuk bertemu dengan Hana. Begitu juga penyelidikan kita yang mungkin akan menggantung di tengah jalan, karena pastinya tante mawar akan membuat jarak di antara Hana dan juga keluarga kita." jelas Yuprat dan Deon pun mengangguk.