
'' Nggak, Nggak ada kok. santai aja.'' ucapnya, dengan tetap memperhatikan Hana dengan sinis.
Tiba-tiba saja bel berbunyi, Hana pun segera berlari kelapangan. Tetapi sebelum itu, ia meminta izin kepada Cahaya dan juga Wildan.
'' Maaf kak, saya duluan ya. Sudah bel soalnya.'' ucapnya dengan sopan dan meninggalkan Cahaya dan juga Wildan.
'' Oh iya silakan.'' ucap keduanya serentak.
Hana pun langsung meninggalkan mereka berdua, ia langsung berlari ke lapangan. Dan ia bertemu dengan Gina dan Daffa.
'' Hana kamu dari mana?'' tanya Gina.
'' Dari tempat kita tadi.'' jawabnya.
'' Oh iya tadi kami sempat mau jumpai kamu lagi, tapi kamu lihat ada orang disana. Maaf ya Hana.'' ucap Daffa.
'' Nggak apa-apa, lagian untung kalian nggak datang. Kalau kalian datang tadi, aku pasti bingung untuk menjawab pertanyaan kakak tadi.'' ucapnya.
'' Bingung gimana, dan tadi mereka siapa?'' tanya Gina.
'' Kalau yang satu kalian uda pasti tau la, kalau yang satunya itu tadi namanya kak Cahaya...'' ucapnya yang tiba-tiba terhenti.
'' Kak Cahaya ketua HMJ (Himpunan Mahasiswa Jurusan) kita?'' tanya Daffa.
'' Yap bener banget, aku tadi takut loh. Bingung juga mau jawab apa.'' ucapnya.
'' Aku pun kalau di posisi kamu, pasti juga bingung.'' ucap Gina.
'' Jadi kak Cahaya ngomong apa aja?'' tanya Daffa yang penasaran.
'' Alhamdulillahnya nggak banyak si, dan aku terselamatkan oleh bel. hehehehe.'' ucapnya sambil tertawa.
'' Alhamdulillah kamu selamat Na, aku nggak bisa bayangin kalau kamu masih disana.'' ucap Gina.
'' Udalah jangan takuti Hana, dan sekarang lihat ke depan. Itu ada orang yang kita bicarain dari tadi.'' ucap Daffa.
Mereka pun terdiam mendengar ucapan Daffa, dan pandangan mereka pun terarah ke depan. Untuk melihat Cahaya ketua hmj mereka, mereka sangat gugup dan takut jika di tanyain pertanyaan yang tidak bisa mereka jawab.
Cahaya mencari keberadaan Hana, dan akhirnya ia menemukannya. Tiba-tiba ia pun teringat dengan perkataan Wildan.
__ADS_1
flashback on
'' Cahaya, tolong ya jaga dia.'' ucap Wildan.
'' Jadi bener yang aku dengar itu?'' tanyanya.
'' Iya benar Ca.'' ucapnya.
'' Wah, jadi sejarah ini. Jadi penasaran, apa si yang buat kamu tertarik sama dia?'' tanya cahaya yang penasaran.
'' Ntalah, aku juga nggak tau. Tapi dalam pandangan ku dia itu berbeda.'' ucapnya.
'' Wah jadi penasaran aku sama dia, ok aku akan jaga dia. Tapi kamu harus bisa jadian ya sama dia, jangan sampai perjuangan ku sia-sia.'' ucapnya.
'' Aku usahakan, seperti yang kamu tau dia itu sangat berbeda dengan cewek-cewek pada umumnya.'' ucapnya.
'' Iya juga si, apalagi kau kan biasanya dikerumuni cewek-cewek. Eh dia malah menjauh, kasihan banget.'' ucap Cahaya meledek.
'' Udalah, jangan ngeledek.'' mohon Wildan.
'' Iya, Iya. Tapi tepati janji ya.'' ucapnya.
flashback off
'' Ok semuanya, kita akan kembali ke bentuk kelompok. Dan kelompok seperti sebelumnya, beranggotakan 3 orang. Dan kali ini saya mau kalian bentuk kelompok sendiri. Kemudian'' ucap Cahaya.
Semua Maba (Mahasiswa Baru) pun segera mencari teman sekelompok. Dan kini Hana, Gina, dan Daffa menjadi satu kelompok kembali. Setelah membuat kelompok, mereka menyerahkan nama kepada panitia. Dan akan di tentukan siapa yang akan menjadi kelompok 1,2 dan seterusnya.
Panitia pun mengumumkan pembagian kelompoknya, dan kini Hana dan teman-temannya mendapatkan kelompok 17. Mereka antara senang dan sedih, karena mereka mendapatkan kelompok pertengahan. Dan mereka mendapatkan tugas untuk mewawancarai Presma, sungguh mereka bingung. Terutama Hana yang sudah nggan untuk bertemu dengan Wildan.
Karena sifat Hana yang cinta damai dan mementingkan keperluan orang banyak, akhirnya mau tidak mau ia harus berhadapan dengan Wildan.
'' Apa, kita wawancara kak Wildan.'' ucap Gina.
'' Udalah gpp, ayo kita mulai.'' ucap Hana.
'' Wildan, kau harus berterimakasih pada ku. Aku sudah membuat jalan untuk mu dan Hana dekat, awas aja kalau sampai sia-sia.'' batinnya.
Ketiganya langsung bergegas untuk pergi mencari keberadaan Wildan, tiba-tiba di tengah perjalanan mereka mengingat sesuatu.
__ADS_1
'' We tunggu dulu, kita ada yang kelupaan nggak si?'' tanya Daffa.
'' Iya benar, sepertinya ada yang kelupaan. Tapi apa ya?'' tanya Gina yang juga bingung.
'' Ya ampun, we kita kan belum buat daftar pertanyaan. Jadi nanti apa yang mau kita tanyakan ke kak Wildan.'' ucap Hana sambil menepuk-nepuk kepalanya.
Ketiganya tertawa, karena mereka melupakan hal yang paling penting. Mereka pun akhirnya memutuskan untuk duduk di DPR (Dibawah Pohon Rindang), kemudian mereka membuka internet untuk mencari pertanyaan-pertanyaan yang cocok untuk di berikan pada Wildan.
Akhirnya mereka memilih 5 pertanyaan yang menurut mereka cocok, kemudian mereka segera pergi ke sekretariat Presma. Mereka undur-unduran untuk masuk pertama kali masuk ke sekretariat, Hana yang sudah bosan. Akhirnya ia maju terlebih dahulu, dan Alhamdulillah Wildan ada di sekretariat.
'' Permisi.'' ucapnya sambil mengetuk pintu sekretariat.
'' Iya ada apa?'' tanya Wildan.
'' Alhamdulillah ada kakak, ka-kami sebenarnya mau wawancara kakak.'' ucap Hana.
'' Oh mau wawancara saya, kalau gitu silakan masuk.'' ucap Wildan.
'' Ini pasti ulah si Cahaya, mana sebelumnya MPLS tingkat fakultas wawancara ke Presma. Dasar ini anak.'' batinnya sambil menggelengkan kepalanya.
Hana dan teman-temannya yang melihat tingkah Wildan, mereka kebingungan dan merasa takut. Mulai muncul banyak pertanyaan di kepala mereka, tentang kelancaran proses wawancara mereka.
'' Silakan duduk dulu ya, kalau boleh tau ini yang mau diwawancarai saya saja atau sekalian anggota yang lain?'' tanya Wildan.
'' Kebetulan kami hanya diminta mewawancarai kakak saja sebagai presiden mahasiswa.'' ucap Daffa.
'' Ok, kalau begitu bisa kita mulai ya.'' ucap Wildan lagi.
Mereka pun melaksanakan wawancara, walaupun suasananya tegang. Tetapi proses wawancara berjalan dengan lancar, dan kemudian mereka pergi meninggalkan Wildan. Dan setelah itu mereka berkumpul kembali di DPR untuk menuliskan hasil wawancara tersebut.
Setelah selesai menulis, mereka langsung pergi menemui panitia MPLS dan menyerahkan tugas mereka. Panitia yang tidak tau berita tentang Hana dan Wildan, ia pun kaget dan segera menelpon Cahaya.
'' Cahaya, kau cepat kesini. Ada yang mau aku bahas.'' ucapnya.
'' Ok aku kesana.'' ucap Cahaya.
Hana, Gina, dan Daffa merasa bingung. Panitia yang menerima tugas mereka, tampak seperti orang kebingungan. Mereka bertiga mulai menebak-nebak apa yang sedang di pikirkan oleh panitia tersebut.
Cahaya pun tiba, ia juga merasa heran dengan keberadaan Hana dan juga teman-temannya. Tetapi ia tidak memperdulikan itu, dan langsung menemui panitia tersebut. Karena ia sudah penasaran dengan apa yang ingin di katakan oleh panitia itu.
__ADS_1
'' Intan, ada apa manggil aku kesini. Apa ada masalah yang sulit, yang tidak bisa ngkau hadapi?'' tanya cahaya.