Derai Yang Terbendung

Derai Yang Terbendung
Hana 91


__ADS_3

" Oh iya Kak Wildan kan udah magang, Hana lupa Bunda." jawabnya dengan mana kok kepalanya.


" Ya udah cepat sarapan, Hana hari ini masuk kampus kan." ucap Mawar dan Hana pun mengganggu.


Hana pun segera menyantap sarapan yang ada di meja makan, setelah selesai Ia pun berangkat menuju kampus. Kini Hana datang masih terbilang pagi, karena itu masih hanya satu atau dua orang mahasiswa dan mahasiswi saja yang ada. Tiba-tiba saja kabar Gina dikeluarkan dari kampus terdengar di telinga Hana, sontak saja Hana menjadi kaget dan ia pun menghampiri mahasiswi yang sedang bergosip tersebut.


" Maaf permisi." ucapnya dengan lembut.


" Eh rupanya ada Hana anak jurusan fisika." ucapnya dengan melihat ke arah Hana.


" Iya ini aku, maaf nih kalau aku mau mengganggu." ucapnya yang merasa tidak enak.


" Memangnya kamu ganggu apa, kan kamu juga baru saja datang?" ucap Wita yang merupakan anak jurusan sejarah itu.


" Ya karena aku ingin bertanya, tapi aku tidak masalah kok kalau kalian tidak mau." ucapnya dan kedua mahasiswa itu pun mengangguk.


" Ya udah, memangnya kau mau nanya apa?" tanya Wita yang penasaran.


" Itu loh yang barusan kalian bicarakan, apakah benar Gina dikeluarkan dari kampus?" tanyanya dan membuat kedua mahasiswa itu kaget.


" Jadi kau tidak mengetahui hal itu?" tanya Wita kembali dan Hana hanya mengelengkan kepalanya saja.


" Sungguh sangat aneh jika kalian tidak mengetahuinya, yang pertama kamu satu kelas dengannya. Kemudian yang kedua kau adalah saudara tirinya, masa kau tidak mengetahuinya sama sekali." ucap berita yang merasa heran.


" Ketika di kelas, aku tidak terlalu dekat dengan dirinya. Dan kalau masalah hubungan persaudaraan diri kami, aku tidak tinggal satu rumah dengannya jadi wajarlah kalau aku nggak tahu." ucap Hana dan mereka berdua pun mengangguk.

__ADS_1


" Yang kau katakan sangat masuk akal, pantas aja dia dikeluarkan dari kampus pun kamu tidak mengetahuinya. Tapi menurutku, dia memang pantas untuk dikeluarkan dari kampus." ucap Anggrek yang angkat suara.


" Kenapa kamu terasa seperti itu Anggrek?" tanya Hana yang penasaran dengan argumen Anggrek.


" Ya karena dia memang jahat, dan asal kamu tahu ya. Yang merencanakan pembelian atas dirimu adalah ia." jelasnya dan Hana pun menjadi kaget.


" Apa maksud perkataanmu anggrek, dia sangat baik kepada diriku. Lalu mengapa kau mengatakan kalau dia yang melakukan pembullyan atas diriku, padahal setahuku yang melakukan pembelian atas diriku itu anak dari jurusan Biologi." ucap Hana yang masih kebingungan.


" Yang melakukannya memanglah anak dari jurusan Biologi, tetapi otak dari semuanya adalah dia." jelasnya dan Hana pun menjadi kaget.


" Aku tidak sedang salah dengarkan?" tanyanya untuk memastikan kembali.


" Tentu saja tidak, sebenarnya kami sudah mengetahuinya sejak awal. Maafkan kami ya Hana, karena kami tidak ingin berurusan lebih jauh dengan urusan kalian." ucap Anggrek yang merasa bersalah.


" Ya sudahlah, lagian semuanya sudah terjadi. Terima kasih karena telah memberitahuku, walaupun sudah terlambat. Setidaknya aku mengetahui siapa orang yang berniat jahat kepada diriku, dan ternyata dia adalah orang yang selalu ada di sekitarku." ucap Hana yang tanpa sadar berderai air mata.


" Maafkan kami Hana." ucap Wita yang ikut berdarah air mata.


" Sudahlah teman-teman, sekarang tolong beritahu kepada diriku. Apa yang menjadi penyebab Gina dikeluarkan dari kampus, aku masih sangat penasaran dengan ini semua." ucapnya yang memang masih sangat penasaran.


" Alasan Gina dikeluarkan dari kampus, salah satunya adalah kasus pembullyan atas dirimu. Tetapi bukan hanya itu saja kasus yang telah Ia perbuat, ia sudah banyak membuat kasus dan mencoreng nama baik kampus kita. Oleh karena itu Ibu dekan dan juga para dosen-dosen yang lain, mereka memutuskan untuk mengeluarkan Gina dari kampus agar nama kampus kita bisa pulih." jelas Anggrek.


" Kalau seperti itu, berarti dia sudah sering membuat masalah ya. Tetapi kenapa aku tidak pernah mendengarnya sama sekali, apakah yang kalian katakan ini memang benar?" tanyanya yang sedikit ragu.


" Yang kami katakan adalah kebenaran Hana, kami juga memiliki bukti-bukti kejahatan Gina. Kami sebenarnya sangat heran ketika ia sangat baik kepada dirimu, karena ia terkenal memiliki otak yang licik sejak dia masih duduk di bangku SMP." jelas Wita dan Hana pun menjadi kaget.

__ADS_1


" Kalau begitu berarti kalian sudah lama mengenal Gina, tetapi kenapa kalian tidak pernah mengatakannya kepada diriku?" tanyanya yang merasa heran dengan kedua temannya itu.


" Kami terpaksa melakukannya Hana, karena bila kau mengetahui kebenarannya. Maka pastinya ia akan menyakiti dirimu lebih dari yang ia lakukan saat ini, dan karena itu kami tidak ingin kau merasa sakit yang sangat mendalam." jelas Wita.


" Sungguh aku tidak menyangka kalau Gina ternyata seperti itu, sepertinya sangat banyak rahasia tentang dirinya yang tidak aku ketahui. Kira-kira ayahku sudah mengetahuinya apa belum ya, aku takut akan terjadi sesuatu juga kepada ayahku." ucapnya.


" Kau tenang saja, dari yang kami lihat ini sangat memperdulikan ayahmu. Jadi kami yakin ia tidak mungkin melakukan sesuatu yang akan membahayakan ayahmu, justru kami merasa ia pastinya akan melindungi ayahmu." ucap anggrek yang memang sudah memperhatikan gelagat Gina.


" Mudah-mudahan saja apa yang kalian katakan memang kebenarannya, jujur aku sangat takut harus kehilangan ayahku." ucapnya yang cemas.


" Kita sama-sama berdoa saja ya Hana, mudah-mudahan apa yang kami katakan memang kebenarannya. Karena kami juga tidak mengetahui itu adalah asli atau hanya rekayasa ia saja, karena kami masih belum bisa mengartikan senyum-senyum di wajahnya." ucap Wita.


" Kalian sedang membicarakan apa, kenapa sepertinya suasana di sini menjadi tegang?" tanya Arfi yang baru saja tiba.


" Kau tidak usah pura-pura tidak tahu Arfi, kami yakin kau juga yang telah membongkar pembusukan Gina di depan bundamu." ucap Anggrek yang memang sudah mengenal Arfi sejak lama.


" Aku hanya mengutarakan kebenaran saja, sikapnya itu sangat sudah keterlaluan. Dia sudah mencoreng nama baik kampus kita di luar, jadi untuk apa kita mempertahankannya. Bahkan ia juga membawa nama ayah dari Hana, orang-orang mengenalnya sebagai Putri Pak Yuda. Karena itu orang-orang yang jadi segan dan tidak mau berurusan dengannya, tetapi sebenarnya dia bukanlah siapa-siapa yang hanya bisa membuat kerusuhan saja." ucap Arfi dan kini Wita dan juga Anggrek pun mengangguk tapi tidak dengan Hana yang justru menangis.


" Tidak kusangka, ternyata dia seperti itu di luar sana. Dia telah mempermalukan nama ayahku, aku tidak bisa harus diam saja. Aku harus berbicara kepada ayah, aku tidak ingin nama ayah hancur hanya karena ia." ucap Hana kemudian langsung memisahkan genggamnya.


# Ikuti terus kelanjutannya dan jangan lupa like, share, komen serta selalu dukung nafras ya teman-teman. Dan baca juga karya-karya nafas yang lain.


1. Naura Abyasya


2. Rela Walau Sesak

__ADS_1


3. Sepahit Sembilu


4. Azilla Aksabil Husna


__ADS_2