
" Iya kakak tenang aja ya, Hana aman kok." ucapnya.
Sambungan telepon kemudian mati, kini Wildan langsung menghampiri Angel. Tanpa basa-basi ia langsung menatap Angel dengan tatapan yang menyeramkan.
" Angel." panggil Wildan.
Angel yang mendengarnya merasa sangat bahagia, karena baru kali ini Wildan mau menghampirinya. Dia menatap Wildan dengan senyuman, tetapi Wildan menatapnya dengan sebaliknya. Tiba-tiba saja Angel pun menjadi menciut, ia mulai menebak-nebak apa yang ada di dalam pikiran Wildan.
" Ada apa Wil?" tanyanya yang penasaran.
Wildan tidak menjawab, ia hanya menunjukkan hpnya. Dan memperlihatkan postingan Angel di forum kampus. Angel sudah mulai menebak-nebak, tetapi ia masih bingung harus berkata apa.
" Apa jangan-jangan Wildan sudah mengetahuinya ya." batinnya.
" Ini ulah mu kan?" tanya Wildan.
" Nggak kok, lagian mana mungkin aku buat berita yang akan menjatuhkan mu dan adik ipar." ucapkannya dengan tersenyum.
" Jangan panggil adikku dengan sebutan adik ipar." ucapnya dengan sorot mata yang tajam.
" Kenapa, kan kalau kita pacaran. Otomatis adikmu jadi adik ipar ku." ucapnya.
" Kita nggak akan mungkin pacaran." ucapnya dan dalam sekejap Angel pun meneteskan air matanya.
" Kenapa kau seperti ini, kita kan udah kenal lama." ucapnya dengan menggenggam tangan Wildan.
" Nggak usah pasang wajah memelas, aku tahu ini semua ulahmu. Nggak cukup sekali kau sakiti adikku, tega sekali kau menyakitinya lagi." ucap Wildan.
" Maksudmu apa?" tanyanya seperti tidak tau apa-apa.
" Aku uda tau, kalau kau yang mempostingnya. Bahkan aku juga membawa buktinya." ucapnya dengan menyerahkan selembaran yang menunjukkan bukti id dan juga nama dari Angel.
" Wildan, ini nggak seperti yang kau pikirkan. Aku bisa jelasin." ucapnya dengan ekspresi memohon.
" Aku nggak perlu penjelasan apapun dari mu, yang aku mau kau menjauh dan jangan sakiti adikku lagi." ucap Wildan, kemudian ia langsung pergi meninggalkan Angel.
" Wildan…" panggilnya, tetapi Wildan tidak menoleh.
...----------------...
__ADS_1
" Ummi, bagaimana keadaan Hana?" tanya Dafa pada umminya.
" Dia sudah tenang, dan sekarang dia sedang tidur." jawab ummi.
" Syukurlah kalau begitu, aku jadi tenang." ucapnya dengan tersenyum.
" Ya begitulah, tapi ummi ingin berbicara empat mata dengan mu." ucap ummi, kemudian pergi menuju ruang tamu. Dan Dafa pun mengikuti ummi.
Sesampainya di ruang tamu, ummi langsung duduk di sofa. Kemudian ummi memberi arahan kepada Dafa, agar ia duduk di samping ummi. Dafa pun segera duduk, ummi pun langsung menghadap ke arah Dafa. Terlihat ummi sudah menyiapkan banyak pertanyaan untuk Dafa.
" Dafa, ummi ingin tanya sesuatu?" ucap ummi.
" Apa itu ummi?" tanyanya yang sebenarnya sudah tau apa yang akan ditanyakan oleh sang ummi.
" Sebenarnya ummi sudah dengar semuanya dari Hana, tetapi ummi ingin mendengar dari mu juga." ucap ummi.
Dafa pun langsung menceritakan kejadian yang terjadi sebelum, dan ia juga menceritakan kalau Wildan sedang mencari dalang dibalik semuanya. Dafa terus saja bercerita tanpa henti, hingga tidak terasa tiba-tiba terdengar suara bel. Ummi pun segera membuka pintu, dan ternyata yang berada di depan pintu adalah Wildan.
" Selamat sore Tante." ucapnya dengan tersenyum.
" Sore juga Wildan, ayo masuk dulu." ucap ummi, mempersilahkan.
" Kebetulan kak Wildan datang, bagaimana sudah ketemu sama dalang dibalik semuanya kak?" tanya Dafa.
" Sudah, aku juga sudah menemuinya." ucapnya.
" Oh ya, kalau boleh tau siapa dalang dibalik semua ini kak?" tanya Dafa yang sudah kesal.
" Dia adalah Angel." jawab Wildan.
" Apa, jadi dia dalangnya. Kenapa si dia, selalu aja buat masalah sama Hana." ucapnya dan membuat ummi penasaran.
" Siapa Angel itu, dan dia apa sering membuat masalah untuk Hana?" tanya ummi yang penasaran.
" Angel itu kakak tingkat ku dan Hana ummi, di masa MPLS waktu itu si Angel itu uda buat masalah sama Hana." Jelas Dafa.
" Oh ya, memang dia ngapain?" tanya ummi yang tambah penasaran.
" Dia ngebully Hana ummi." jelasnya yang sebenarnya ragu.
__ADS_1
" Apa, kayaknya itu anak perlu dikasih pelajaran." ucap ummi yang kesal.
" Jangan ummi." larang Dafa.
" Kenapa, kau apa nggak sayang sama Hana?" tanya ummi, dengan sorot mata yang tajam.
" Tentu aja aku sayang, bahkan aku nggak bisa melihat dia tersakiti." ucapnya yang tanpa sadar meneteskan air mata.
" Sepertinya Dafa memang adalah orang yang tepat untuk Hana, dengan begini aku akan tenang. Dan umminya juga sangat peduli dengan Hana, keluarga ini memang pilihan yang tepat." batin Wildan.
" Kalau begitu, kau harus melindungi Hana. Jika ummi dengar tentang kejadian seperti ini lagi, ummi nggak akan maafkan kau." ucap ummi dengan tatapan sinis.
" Iya ummi, aku janji akan jaga Hana." ucapnya, dan ummi pun mengangguk.
" Lalu si Angel itu gimana, apakah dia akan mengganggu Hana lagi nak Wildan?" tanya ummi.
" Ummi tenang aja, Angel nggak akan mungkin menyakiti Hana lagi." jawabnya dengan tersenyum.
" Kenapa kau bisa semakin itu?" tanya ummi yang penasaran.
" Yakin dong ummi, karena sekarang satu kampus uda tau kalau Hana itu adikku. Jadi nggak akan ada yang nyakitin Hana, terutama Angel." jelasnya.
" Ya tentu dong, Angel kan nyakitin Hana karena dia cemburu atas kedekatan kak Wildan dan Hana. Padahal kakak dan Hana itu kakak dan adik, hehehe." ucapnya dengan tertawa, dan ummi pun mulai bisa menebak apa yang terjadi antara Hana dan Angel.
" Jadi semua ini ada hubungannya dengan asmara, pantas saja si Angel itu bisa sampai setega itu." ucap ummi.
" Ya begitulah ummi, tapi dengan sikap si Angel. Kak Wildan semangkin tidak menyukainya." ucap Dafa.
" Eh tunggu, si Angel itu bukan pacarmu?" tanya ummi yang penasaran.
" Bukan ummi." jawab Wildan.
" Hahaha, nggak mungkin kak Wildan suka sama orang yang suka menghalalkan segala cara demi yang dia inginkan. Salah satunya, untuk mendapatkan Kak Wildan." ucap Dafa, dan membuat ummi pun menggelengkan kepalanya.
" Syukurlah nak, untungnya kau tidak menyukai. Tidak seperti anak ummi, dulu si Bayu pernah suka sama cewek yang sifatnya seperti itu. Dan bahkan, cewek itu hampir saja membuat kami kehilangan Cahaya." jelas ummi, dan tanpa sengaja air matanya pun menetes.
" Ya ampun, sampai semengerikan itu. Syukurlah Dafa masih aman sampai sekarang, kalau saja tidak, saya tidak tau harus mempercayakan adik saya Hana ke siapa." ucapnya.
Dafa yang mendengar penuturan dari Wildan, ia pun tersenyum dan langsung memeluk Wildan. Ia tidak menyangka, ternyata Wildan sudah sangat mempercayainya. Dan ia pun berjanji untuk tidak mengecewakan kepercayaan yang diberikan oleh Wildan padanya.
__ADS_1
" Terimakasih kak, aku akan terus berusaha melakukan yang terbaik untuk Hana." ucapnya yang kini masih di dalam pelukan Wildan.