Derai Yang Terbendung

Derai Yang Terbendung
Hana 16


__ADS_3

'' Wah aku nggak nyangka, kau ternyata sudah merekamnya.'' ucap Cahaya dengan menggelengkan kepalanya.


'' Kita itu harus pakai otak, dari awal aku sudah tebak. Dan ternyata benar tebakanku itu, ini itu modus. Agar kalian terkena masalah, dan aku juga pernah ingat. Ada yang pernah bilang sama aku, kalau sebenarnya anak Bu Yuni itu. Dia nggak mau kuliah di sini, tapi dia dipaksa sama Bu Yuni. Jadi dia memanfaatkan kesempatan ini, agar dia bisa pindah dari kampus ini tapi dengan mengorbankan kita semua.'' jelas Faldo.


'' Wau, nggak nyangka dia sangat hebat.'' ucap Gina.


'' Iya dia sangat hebat, tapi juga licik.'' ucap Daffa.


'' Udalah jangan ngomongin orang, lagian kakak itu juga berbuat seperti itu demi kita semua. Aku yakin, yang akan kena masalah bukan hanya pihak panitia. Tapi kita juga, karena kita membiarkannya.'' ucap Hana.


'' Bagaimana kau bisa tau?'' tanya Gina.


'' Karena aku sudah pernah melihat hal seperti ini.'' ucapnya.


'' Kayaknya kau sudah memakan terlalu banyak asam garam ya.'' ucap Gina yang dengan tanpa sadar meneteskan airmata.


'' Ya mungkin.'' ucapnya.


Dan benar saja, kini mahasiswa itu keluar bersama dengan Bu Yuni. Bu Yuni menatap dengan tajam kepada semua mahasiswa yang ada, karena ia tidak terima anaknya disakiti.


'' Apa yang kalian lakukan pada anak saya?'' tanyanya dengan sinis.


Faldo langsung maju paling depan, karena ia tidak terima dengan sikap dosen tersebut. Yang menganggap mereka telah menyakiti anaknya, padahal tidak ada yang menyakiti anaknya. Malah justru anaknya yang sengaja membuat drama, agar mereka mendapatkan masalah dari dosen tersebut.


'' Maaf Bu, kami tidak ada menyakiti anak ibu.'' jawab Faldo.


'' Tidak mungkin, nggak usa main menutupi ya. Saya percaya dengan anak saya, dan anak saya ini pun tampak kucel. Kalau bukan karena kalian sakiti, lalu apa?'' ucapnya dengan lantang dan membuat mahasiswa yang lain merasa ketakutan.

__ADS_1


'' Ibu tidak percaya, kalau begitu ibu harus lihat ini.'' ucapnya dengan menyerahkan rekaman vidio tadi.


'' Mampus aku.'' batinnya.


'' Ma, jangan di lihat. Mama percayakan sama aku.'' ucapnya dengan memohon, tetap sang ibu masih tetap ingin melihat vidio yang diberikan oleh Faldo.


Alangkah kagetnya Bu Yuni, ketikan ia melihat vidio itu. Ia pun langsung menatap wajah anaknya, dan tampak sangat marah pada sang putra.


'' Giooooo.'' panggil Bu Yuni, dengan menatap putaran.


Gio yang melihat wajah mamanya yang seperti sedang marah, ia pun pergi melarikan diri dari sang mama.


'' Maaf ya, ibu kira kalian yang salah. Ternyata anak ibu yang salah.'' ucap bu Yuni, kemudian pergi meninggalkan mereka semua.


'' Syukur alhamdulillah, untung aja jadi kamu rekam Do. kalau nggak, bisa habis kita semua.'' ucap cahaya dengan membayangkan kejadian berikutnya.


Cahaya tidak menjawab perkataan Faldo, ia hanya tersenyum dan mengalihkan pandangannya dari Faldo. Karena bila ia terus menatap Faldo, ia akan tersipu dan merasakan kalau Faldo sedang suka padanya. Ia tidak ingin ke gr-an, karena ia takut sakit hati.


Intan yang melihat reaksi Cahaya, ia pun menyadari. Kalau ternyata ketua hmj-nya yaitu Cahaya, dan Gubernur FKIP yaitu Faldo. sebenarnya keduanya saling suka, tetapi keduanya takut untuk mengatakannya. Alias malu-malu kucing, itulah kata yang cocok untuk mengutarakan keduanya.


'' Ehem, Ehem. Kenapa aku merasa seperti obat nyamuk ya.'' ucapnya dengan lantang.


Faldo yang tersipu malu, akhirnya ia memutuskan untuk kembali ke sekretariat. Ia langsung melarikan diri tanpa berbasa-basi dengan yang lain, karena ia takut wajah tersipunya ketahuan oleh para mahasiswa yang ada. Terutama Cahaya, gadis yang sangat ia cintai.


'' Apaan sih kamu Intan, Faldo jadi pergi kan. Aku tuh nggak ada hubungan apa-apa sama Faldo, jadi nggak usah ngerasa jadi obat nyamuk deh.'' ucapnya kemudian juga pergi menuju sekretariat HMJ.


'' Tio kamu juga menyadarinya kan?'' tanya Intan.

__ADS_1


'' Menyadari apa, eh iya aku kok tiba-tiba Lola. Iya mereka saling suka, tapi malu-malu kucing. Gimana kalau kita buat rencana, biar mereka bisa jadian.'' ucapnya meminta persetujuan dari Intan.


'' Aku sih setuju, tapi kita selesaikan dulu MPLS ini. Kalau nggak kita nggak akan bisa susun rencana, tugas MPLS ini aja udah buat aku susah tidur. Gimana lagi kita mau buat rencana untuk menyatukan mereka, bisa-bisa MPLS tidak berjalan dengan lancar. Dan kita semua yang kena sanksi, kamu tahu kan sangsinya apa.'' jelasnya dan membuat Tio juga menjadi ketakutan.


'' Iya bener banget, bisa bahaya kalau sampai kita dapat sanksi.'' ucap dia membenarkan perkataan Intan.


Mereka pun akhirnya melanjutkan pekerjaan mereka, dan tidak memikirkan tentang Faldo dan juga Cahaya. Saat ini yang menjadi fokus mereka agar MPLS berjalan dengan lancar, dan mereka tidak akan mendapatkan sanksi dari yayasan.


...----------------...


Kini Faldo seorang diri dalam sekretariat, ia terus mengingat kejadian tadi. Saat ia dan Cahaya diledek oleh Intan, dan jujur saja pada saat itu jantungnya sangat berdebar. Dan sebenarnya ia ingin mengutarakan perasaannya kepada Cahaya, tetapi ia takut kalau Cahaya akan menolaknya. Karena ia sudah mengenal sifat cahaya, yang sangat keras dan tidak mudah peka.


'' Cahaya, andai saja kau tahu. Kalau sebenarnya aku menyukaimu, dan rasa ini sebenarnya sudah lama aku pendam. Tetapi aku tidak tahu harus bagaimana, aku takut kau akan menolakku. Dan aku akan kehilanganmu untuk selamanya.'' ucap Faldo, dan tanpa sengaja Arman. Yang merupakan wakilnya, mendengar perkataannya.


'' Cie, ternyata si kulkas ini bisa jatuh cinta. Aku kira nggak bisa jatuh cinta, rupanya cinta yang terpendam.'' ledeknya yang tiba-tiba saja muncul.


'' Ar-arman, sejak kapan kau di situ?'' tanyanya yang kaget.


'' Sejak awal kau masuk secret lah, awalnya aku ingin masuk. Kemudian bertanya denganmu, kenapa kau masuk dengan terburu-buru. Eh aku malah dapat kabar bahagia, ternyata temanku ini bisa jatuh cinta.'' ucapnya dengan tersenyum.


'' Udah dong, jangan ledekin aku. Kalau bisa bantuin aku dong, tapi aku nggak tahu caranya harus gimana.'' ucapnya meminta bantuan kepada Arman.


'' Kalau soal bantu membantu, aman aku akan bantuin mu. Kalau perlu sampai kau dan Cahaya jadian, aku akan setia membantumu.'' ucapnya dengan tersenyum.


'' Thank you Arman, kau memang the best deh. Tapi jangan sampai Cahaya tahu ya, ataupun anak-anak yang lain. Ini cukup rahasia kita aja, nanti kalau aku dan Cahaya udah jadian. Baru deh kamu boleh sebari ke semuanya, boleh ya.'' ucapnya dengan memohon.


'' Kalau soal itu aman, apa sih yang nggak untuk teman aku yang paling ganteng ini.'' ucapnya dengan menggoda Faldo.

__ADS_1


__ADS_2