
'' Ini tentang tugas mereka, aku kaget mereka bisa menyelesaikannya.'' ucap Intan.
'' Oh tentang tugas mereka, nggak usa heran kali. Lagian aku ngasih tugas itu ke mereka, karena aku tau mereka bisa menghadapinya.'' ucap Cahaya.
'' Loh kamu kok yakin banget sih, atau jangan-jangan ada sesuatu yang kamu ketahui?'' tanya Intan yang penasaran.
'' Kamu belum ada lihat berita yang beredar?'' tanyanya balik.
'' Memang Apa hubungannya, mereka dengan berita yang beredar?'' tanyanya yang penasaran.
'' Mending sekarang kamu buka forum deh, kamu akan tahu jawabannya.'' ucap cahaya kemudian pergi meninggalkan Intan.
'' Eh tunggu, sebenarnya apa hubungannya sih?'' ucapnya kemudian membuka forum.
Alangkah kagetnya ia, ketika ia membuka forum tersebut. Ia langsung melihat wajah salah satu dari anggota tim itu, dan juga presiden mahasiswa mereka Wildan. Kini pikirannya sudah mulai melayang, ia sudah mulai menebak-nebak. Tentang hubungan yang dimiliki oleh Wildan dan juga salah satu anggota tim itu, yang tidak lain adalah Hana.
'' Kalau gini sih mudah, pantas saja mereka dapat dengan cepat menyelesaikannya. tapi kalau seperti itu, harus hati-hati menjaga sikap dengan dia dong. bisa-bisa bahaya nih, aku bisa dikeluarkan HMJ.'' batinnya.
Intan pun kemudian keluar, dan dia meminta Hana dan juga teman-temannya untuk beristirahat. Karena tugas yang mereka tanggung jawabpi, telah selesai mereka laksanakan. Dan kini mereka, hanya dengan menunggu teman-temanmu yang lain.
Mereka pun kembali duduk di DPR, dan mereka menceritakan keanehan tentang Intan. Sungguh mereka sangat bingung dengan sikap Intan, yang menurut mereka sangat aneh. Karena pada awalnya, Intan tanpa kaget dan terkejut. Ketika mereka dapat menyelesaikan tugas yang diberikan, tetapi ketika ketua datang atau kakak tingkat mereka yang bernama cahaya datang. Setelah mereka berbicara, sikap Intan langsung berubah 360°.
'' Kalian merasakan tidak, kalau Kak Intan berubah aneh?'' tanya Gina yang sungguh merasa heran.
'' Aku kira, cuma aku saja yang merasakannya.'' ucap Hana.
'' Sebenarnya ada apa sih dengan Kak Intan, Aku jadi penasaran deh. Dengan apa yang dibicarakan oleh Kak Intan dan Kak cahaya tadi, hingga membuat sikap Kak Intan berubah pada kita.'' ucap Dafa yang juga kebingungan.
'' Gimana kalau kita cari tahu!'' ucap Gina, dengan sangat antusias.
__ADS_1
'' Jangan deh, nanti kita bisa kena bahaya loh.'' ucapnya yang sebenarnya sudah tau apa yang sedang dibicarakan oleh keduanya sebelumnya.
'' Tenang aja Hana, kan kita bertiga. Aku jamin, kita nggak akan apa-apa.'' ucap Gina yang memang pemberani.
'' Sebenarnya yang dibilang oleh Hana ada benarnya juga, oke kita bertiga. Tapi kalau kena masalah, otomatis kita bertiga juga yang kena. Walaupun salah satu dari kita pasti hanya akan ikut saja, dan tidak mengetahui apa yang akan kita lakukan.'' ucap Dafa untuk membuka pencerahan kepada Gina.
'' Iya Gina, lebih baik nggak usah deh. Nanti kita juga bakal tahu, kan nggak mungkin para panitia akan menyembunyikannya selamanya.'' ucapnya yang sebenarnya sudah ketakutan.
'' Ya udah deh, kita batalin aja rencana kita.'' ucapnya yang pasrah, karena kedua temannya tidak menyetujuinya.
'' Alhamdulillah, kalau sampai tadi cari tau. Bisa tau mereka, alasan dari perubahan sikap kak Intan adalah kedekatanku dan kak Wildan.'' batin Hana.
Karena mereka tidak mendapatkan jawaban, dan mereka ketakutan untuk mencari tahunya. Akhirnya mereka pun hanya duduk saja, dan tiba-tiba saja Cahaya menghampiri mereka. Mereka sangat kaget dengan kehadiran Cahaya, tetapi mereka tidak bisa berkata apa-apa.
'' Hai, gimana udah selesai?'' tanyanya yang baru saja muncul, dan jujur saja itu mengagetkan mereka semua.
'' Syukurlah kalau uda selesai, respon Wildan sama kalian gimana?'' tanya Cahaya.
'' Wildan baik kok Kak, dan ia menjawab semua pertanyaan dengan santai. Bahkan kami merasakan kalau iya bukan kak Wildan, Iya tampak seperti orang lain.'' ucap Dafa, dan jujur saja Gina dan Hana melihat respon keduanya. mereka berdua menjadi kaget.
'' Kalian kenapa, sepertinya kalian panik.'' tanya Daffa.
'' Kami hanya kaget aja, kamu kok bisa akrab dengan kak Cahaya ya Daffa?'' tanya Hana yang penasaran.
Kini keduanya tertawa, mereka mengira kalau yang dikatakan oleh hanya sangat lucu. Tetapi sebenarnya Hana dan juga Gina masih belum mengetahui, kalau sebenarnya Daffa adalah adik dari cahaya. Dan mereka sebenarnya juga sudah membuat kesepakatan, kalau mereka tidak akan saling mengenal di kampus. Karena bagi Daffa, itu adalah hal yang sangat merepotkan. Apalagi mengingat status sang kakak, yang merupakan salah satu wanita terpopuler di kampus tersebut.
'' Buka aja status kamu dek, lagian hanya mereka saja yang dengar. Kakak juga yakin dan percaya pada mereka, kalau mereka tidak akan menyebarkan berita yang kamu sampaikan.'' ucap Cahaya dengan menepuk pundak Daffa, Daffa pun hanya mengikuti perintah dari Cahaya.
'' Sebenarnya, kak Cahaya ini kakak aku.'' ucapnya dan membuat kedua temannya itu kaget.
__ADS_1
'' Kami nggak salah denger kan, kau adik kak Cahaya?'' tanya Gina untuk memastikan apa yang ia dengarkan.
'' Nggak kok, kak Cahaya memang kakak ku. Kalian nggak percaya, memang wajah kami nggak mirip ya?'' ucap Daffa.
Hana dan juga Gina, mereka tidak menjawab. mereka hanya menggelengkan kepala saja, tetapi keduanya sudah mengetahui apa maksud dari Hana dan Gina.
'' Tuh kan mereka nggak percaya, muka kita sih nggak ada mirip.'' keluh Daffa.
'' Walaupun kita nggak mirip, itu bukan berarti kita nggak saudara Daffa. Kamu sih lebih mirip sama mama.'' ucap Cahaya.
'' Ya kakak juga, lebih mirip ke papa. Jadi teman-teman aku pada nggak percaya.'' ucap Daffa.
Hana dan Gina hanya menggelengkan kepalanya melihat perdebatan antara kakak beradik itu, karena mereka sudah bosan. Akhirnya mereka memutuskan pergi dari situ, tetapi belum sempat mereka pergi. Daffa menarik tangan Hana, Hana pun akhirnya menoleh ke belakang.
'' Kalian mau ke mana?'' tanya Daffa dengan menggenggam tangan Hana.
'' Kami mau pergi aja, kami nggak ngerti dengan perdebatan kalian.'' ucap Hana dan mendapat tangguhkan dari Gina.
'' Ya ampun kalian ini, aku sama Cahaya nggak berdebat.'' ucap Daffa.
'' Terus kalau bukan debat, itu namanya apa dong?'' tanyanya yang penasaran.
'' Ini namanya laga argumen.'' ucapnya dengan tersenyum.
'' Ampun deh, lebih baik kami pergi aja.'' ucapnya yang hendak melepaskan genggaman Daffa.
'' Et Jangan gitu, kalian temennya jadi harus di sini. Biar aku aja yang pergi, lagian aku punya banyak tugas yang belum selesai.'' ucapnya melarang Hana dan menghina untuk pergi.
Cahaya pun dengan segera pergi meninggalkan mereka, dan ia melanjutkan mengerjakan tugas yang belum selesai. Hana dan Gina kembali duduk di tempat yang sebelumnya, dan kini mereka menjadi sangat penasaran dengan siapa sebenarnya Daffa. Mereka pun berkumpul di sebuah ruangan, mereka mulai menanyakan tentang asal usul dari Daffa.
__ADS_1