Derai Yang Terbendung

Derai Yang Terbendung
Hana 32


__ADS_3

" Wah aku jadi penasaran dengan ayahmu, apakah aku boleh bersapa tegur dengan ayahmu?" tanya Gina.


" Oh tentu boleh, aku akan kenalkan kalian dengan ayahku." ucapnya.


Mereka terus berbincang, dan akhirnya telpon Hana kembali berdering. Ia pun langsung mengangkatnya, dan ternyata ayahnya sudah ada di depan kampus. Hana pun mengajukan Dafa dan Gina untuk bertemu dengan ayahnya, alangkah kagetnya Gina ketika ia mengetahui siapa ayah dari Hana.


" Ayah Yuda, ngapain ke sini. Nggak bilang-bilang lagi." ucapnya ketika berada di hadapan Yuda, Hana pun merasa heran. Kenapa temannya itu memanggil ayahnya dengan sebutan ayah juga. Hana masih terus hanyut dalam pikiran, sambil dengan menatap serius ke arah sang ayah.


Pak Yuda yang merasakan kalau Hana sedang bingung, akhirnya ia memutuskan untuk menemui sang putri yang sedang berdiri mematung karena belum bisa mencerna situasi yang terjadi. Gina pun merasa heran, karena calon ayah sambungnya itu tiba-tiba saja langsung pergi dan menghadap pada Hana.


" Sayang ayah bisa jelasin semuanya." ucap pak Yuda untuk membujuk Hana.


" Sayang." ucap Gina yang merasa heran.


" Coba ulangi, ayah bilang sayang ke dia. Ayah sebentar lagi ayah mau nikah loh sama mama aku, dan hari ini ayah selingkuh dengan teman aku." ucap Gina dengan meneteskan airmata.


" Jangan-jangan ayah mau ketemu sama Hana, cuma mau bilang kalau ayah mau nikah sama mamanya Gina ya." ucapnya dan membuat Gina merasa heran.


" Maafkan ayah Hana, tapi memang itu tujuan ayah. Ayah hanya ingin mendapatkan izin dari mu sayang, karena bila ayah menikah tanpa izin dari mu. Itu rasanya aneh sayang." ucap sang ayah, kini Gina semangkin di buat bingung.


" Tunggu minta izin untuk menikah, hal ini biasanya dilakukan oleh seorang ayah kepada anaknya. Tapi kan anak dari ayah Yuda cuma satu dan kata Mama dia laki-laki." kayak gimana yang merasakan keanehan.

__ADS_1


" Anak ayah Gina, dan yang ada di hadapanku saat ini adalah putri bungsu ayah." jelaskan ayah dan membuat Gina kaget.


" Jadi ayah bohong sama mama." ucap Gina yang langsung menelepon mamanya.


" Halo mah ternyata ya Yuda bohong." ucapnya dengan meneteskan air mata.


" Bohong bagaimana Sayang, jangan buat mama penasaran." tanya sama mama dari seberang telepon.


" Ternyata ya Bu Yuda memiliki anak lain Ma, selain putranya dikenalkan dengan Mama." ucap Gina.


" Oh kalau soal itu mama juga sudah tahu sayang, anaknya itu seorang perempuan kan. Dan pastinya kau hari ini bertemu dengan ayah Yuda dan putrinya di kampus kan, mama sudah tau sayang. Dan mama juga mengetahui alasan kenapa ayah Yuda tidak mengenakkan putrinya itu pada mama sebelumnya." jelas sang Mama.


" Jaga bicaramu ya Gina, anak itu adalah anak kandung ayah Yuda dengan istri pertamanya. Mereka itu berpisah, jadi anak bungsunya ikut tinggal bersama dengan bundanya." ucap sang mama, dan Gina pun merasa tidak enak karena sudah berpikir yang aneh-aneh tentang Hana.


" Eh jadi ceritanya begitu ma, Gina minta maaf ma. Dan Gina juga harus minta maaf sama ayah dan juga Hana." ucapnya yang menyesal, kemudian sambungan telepon pun terputus.


Gina langsung berlari menuju tempat tadi dan dia masih melihat perdebatan disana, tiba-tiba saja Wildan pun datang. Dan ia pun membela sang adik, karena ia tidak tega melihat adiknya menangis. Dan itu semua adalah ulah sang ayah.


" Sudah cukup ayah, baru saja Hana merasakan kebahagiaan. Dan sekarang Hana sudah kembali bersedih karena ayah, senyuman yang sudah sangat sulit terukir. Kini justru harus menghilang." jelas Wildan.


" Wildan ayah hanya ingin Hana mengenal calon ibu sambungnya, dan kau sebagai kakaknya seharusnya membantu ayah. Karena ini juga demi kebaikan kalian berdua." ucap pak Yuda.

__ADS_1


" Ini bukan demi kebaikan kami, tapi demi ayah. Hana saja masih belum bisa menerima kalau aku ternyata adalah kakak kandungnya, dan sekarang ayah datang menemuinya dan ingin memperkenalkan dengan Tante itu. Logikanya saja ayah, lukanya belum sembuh. Tetapi dengan santainya, ayah menaburi garam di luka itu." ucap Wildan yang kini sedang membela Hana, dan ia pun tidak tega melihat adiknya yang kini sedang menangis di dalam dekapan Dafa.


Dafa dan Gina yang mendengar kalau Wildan ternyata kakak kandung dari Hana, keduanya menjadi kaget. Dan Gina pun akhirnya tau, siapa putra ayah Yuda yang menentang pernikahan namanya dan calon ayah sambungnya.


" Jadi kak Wildan yang menentang hubungan mama dan ayah Yuda." bagi Gina.


" Sungguh hal yang mengejutkan, ternyata kak Wildan dan Hana adalah kakak dan adik kandung. Dan ayah mereka ingin menikah dengan mama dari Gina, aku harus berada di pihak yang mana ya. Hana dan Gina adalah teman ku, aku tidak bisa memilih salah satu diantara mereka." batin Dafa.


" Dafa tolong bawa pergi Hana, biar aku yang mengurus semua ini." perintah Wildan.


Dafa pun langsung membawa Hana pergi dari sana, karena melihat kondisi Hana yang cukup lemas. Akhirnya Dafa menurut untuk membawa Hana ke UKS, untungnya saat mereka tiba. Di dalam ruangan UKS masih ada dokter, dokter itu pun langsung memeriksa keadaan Hana. Kemudian ia meminta Hana agar beristirahat, karena saat ini Hana sedang lemas. Melihat kondisi Hana, akhirnya dokter pun langsung menyuntikkan obat tidur. Agar Hana merasa nyaman.


" Tadi saya menyuntikkan obat tidur, karena saya lihat sepertinya ia sedang mengalami masalah yang serius. Saya tidak akan bertanya masalah yang ia alami, hanya saja tolong di jaga sampai dia terbangun. Ingin sampai terbangun, jangan dibangunkan." jelas sang dokter.


" Baik dok, saya akan menunggunya sampai ia bangun." jawabnya kemudian dokter itu pun pergi meninggalkan mereka.


Dafa pun menunggu Hana di ruang UKS, Dafa sangat kasihan dengan Hana. Sahabatnya itu saat tengah menghadapi masalah yang sangat sulit untuk di hadapi, sosok yang dicintai ternyata adalah kakak kandungnya. Kemudian sekarang ayahnya akan menikah dengan ibu dari temannya, kemungkinan besar hubungan dengan Gina pasti akan berakhir.


Itu semua terlihat dari sorot matanya yang masih belum menerima kalau ayahnya akan menikah lagi, dan mimpi-mimpinya untuk menghabiskan waktu bersama dengan ayahnya kini hanya angan-angan. Dan angan-angan itu akan sangat sulit untuk terjadi, apalagi di situasi saat ini.


Dafa adalah teman yang baik dan setia kawan, ia sangat tidak tega melihat temannya seperti itu. Rasanya ia ingin membuat, tetapi ia bingung karena Gina juga terlibat di dalamnya. Ia kebingungan harus menolong siapa, karena bila ia menolong salah satu di antara mereka. Pastinya salah satunya akan tersakiti, dan itulah yang membuat ia bimbang hingga kini.

__ADS_1


__ADS_2