
"wik,kamu dari mana,kok lama banget angkatnya"ucap geby marah-marah tanpa melihat orangnya dulu,
Leon yang bingung, mengangkat sebelah alisnya ke atas,
geby yang baru menyadari, melotot kaget,ia menelan ludahnya melihat pria tampan dengan rambut yang masih basah dan acak-acakan,
"Luh,Luh siapa,kok ponsel Dewi bisa sama luh"celetuk geby gelagapan,
Leon masih dengan muka datarnya,
karena bingung harus jawab apa, akhirnya ia memutuskan panggilan tersebut,
"cewek aneh,"celoteh Leon meletakkan ponsel Dewi ke sembarang tempat,
di sisi lain,
geby penasaran, akhirnya menelpon telpon rumah Dewi,
"Tante apa Dewi ada"tanyanya setelah telponnya di angkat Desi,
"Dewi ada sayang, bentar tante panggil dulu,"Desi memangil Dewi yang sedang melamun di taman bunga di taman mininya,
"wik,ada geby tuh telpon, katanya mau ngomong sama kamu"tutur Desi,
"emang geby ngomong apa bun?"Dewi penasaran,
"bunda juga gak tau,Uda buruan gih,sudah di tungguin,entar tuh anak ngamuk lagi"
Dewi beranjak dengan malas,
"hemm,ada apa?"ucap Dewi
"wik ponsel luh di mana"tanya geby,
"ponsel,iya juga aku lupa sama ponsel gue ada di mana, emangnya kenapa hah,"tutur Dewi lemes,
"tadi gue telpon Luh tapi yang angkat malah cowok tampan,wajah malaikat, yang hampir membuat jantung ku hampiri melompat ke luar,nadiku tak berdenyut lagi,aku hampir mati tau wik"celotehnya panjang kali lebar,
__ADS_1
Dewi makin bingung dengan penuturan geby barusan,
ia mencoba mengingat kembali,
namun yang ia ingat terakhir kali ia memegang ponselnya,tadi sewaktu di hotel,
"bentar geb,aku cek dulu ok, nanti aku hubungi kamu lagi,"Dewi langsung menutup telponnya,
dia mengecek tas branded miliknya, namun tak ada tanda-tanda ada ponsel di dalamnya,
"aisss,tuh ponsel ngilang kemana sih"celotehnya,
Dewi mencari bundanya,
"bunda,Dewi pinjam ponsel bunda bentar ya"ia langsung meraih ponsel Desi,tanpa menunggu jawaban dari bundanya dahulu,
Dewi menghubungi nomor ponselnya,namun tak kunjung di angkat,
meskipun sudah beberapa kali, namun tak ada jawaban sama sekali,
Dewi makin pusing memikirkan hal tersebut ia kembali mengingat kapan terakhir mengunakan ponselnya,
"tadi saat kejadian di hotel,aisse kenapa aku sampai lupa"keluhnya
ia mondar-mandir tak karuan lantaran bingung dan penasaran, sebenarnya siap gerangan yang di maksud geby,
otaknya berpikir keras,tapi tak kunjung mendapatkan jawaban,
"besok saja aku datang kesana, iya besok"celoteh Dewi,
pagi hari,
Dewi sudah berpakaian rapi dan cantik ia turun kebawah ingin sarapan bersama kedua orang tuanya,
"wik, emang kamu ada kelas, sudah siap-siap sepagi ini"tanya ibundanya
"tidak bunda,Dewi ada acara sama geby dan Rizka,"sembari memotong roti dan memasukkannya ke mulut,
__ADS_1
"oh,apa kamu perginya sama Vito"Desi heran akhir-akhir ini Vito tak terlihat batang hidungnya,
Dewi tersedak mendengar penuturan Desi,
yang membuat Desi geleng-geleng kepala dengan sikap anak muda jaman sekarang,
"bunda Dewi berangkat dulu ya"ia beranjak dan pergi tak ingin mengungkit lebih jauh lagi masalahnya dengan Vito,
matahari bersinar menerangi bumi,Dewi tersenyum cantik mengendarai mobilnya sembari menikmati angin pagi yang sejuk,
setibanya di hotel Dewi bertanya kepada resepsionis mengenai masalahnya,
"pagi mbak,ada yang bisa saya bantu"sambut resepsionis ramah,
"pagi,gini mbak saya mau menanyakan mengenai ponsel saya yang jatuh kemarin"belum sempat Dewi melanjutkan pertanyannya resepsionis itu sudah memotongnya terlebih dahulu,
"oh,jadi kemarin itu ponselnya mbak,"potong resepsionis,
spontan Dewi mengangguk,
"iya mbak, saya kemari ingin mengambil ponsel saya mbak"ucap Dewi lengah,
"emm,maaf mbak tapi kemarin sekertaris pak Leon yang memegang ponsel mbak"jelas resepsionis,
"dimana ruangan sekretarisnya mbak"tanya Dewi,
"mohon maaf mbak, beliau ada di kantornya, hotel ini hanya cabang dari perusahaan beliau,jadi mereka berkunjung hanya untuk mengecek dan jika sedang ada masalah"tutur resepsionis,
"ini mbak,alamat kantornya"Dewi meraihnya dengan lesu,
"terimakasih ya mbak"Dewi memaksakan untuk tersenyum,
"sama-sama mbak"balas resepsionis itu,
Dewi melangkah ke luar di lobby hotel tersebut,
ia melihat alamat yang di berikan oleh resepsionis tadi,Dewi memandang tak percaya,
__ADS_1
bahwa alamat tersebut adalah alamat perusahaan yang menyandang gelar nomor satu di beberapa negara tersebut.
bersambung,,,