Dewi Kampus Vs CEO Muda

Dewi Kampus Vs CEO Muda
kekhwatiran Leon.


__ADS_3

di kediaman pak Angga.


"bagaimana sayang!apa kamu sudah mendapatkan berkas penting perusahaan Leon?"tanya Angga pada putrinya yang baru saja pulang.


"selangkah lagi,,Leon akan jatuh ke pelukan ku,, setelah itu aku akan sepenuhnya berleluasa keluar masuk ruangan Leon."timpal Kalis menyombongkan diri.


"good sayang,kamu memang putri ku yang cerdas,


tapi kamu harus tetap berhati-hati, jangan sampai ketahuan, Ingat itu,,!"Angga memberi peringatan pada Kalis untuk selalu berhati-hati dengan setiap langkah yang ia ambil.


"tenaga saja,tak akan ada yang curiga sedikitpun pada kalis Pi,dalam waktu dekat,Kalis akan mengambil data penting perusahaan yang papi inginkan."


"okeh,papi percaya sama kamu,,papi serahkan urusan itu sama kamu, selanjutnya biar papi dan Vito yang bergerak,papi yakin, setelah kita menguasai sepenuhnya perusahaan Leon,Leon sendiri yang akan datang pada mu, bertekuk lutut mengemis cinta mu"ujar Angga.


"itu yang Kalis nantikan Pi,semua wanita mengimpikan menikah dengan Leon,, laki-laki yang berkarisma,idaman setiap wanita,"timpal Kalis membayangkan memadu kasih dengan Leon yang gagah perkasa.


setelah berkutat dengan pekerjaan, sekarang Leon kembali ke kediamannya membawa sisa pekerjaannya dan rasa lelah letihnya,


langkahnya sedikit gontai menuju ruangan utama rumahnya.


terlihat beberapa pelayan yang masih setia menyambut taunya kembali.


"malam tuan,,"ucap arsiy yang langsung membopong tas kerja Leon.


"malam bik,apa Dewi sudah tidur,,"tanyanya melihat istrinya tidak menampakan batang hidungnya untuk menyambut kepulangannya.


"nyonya baru saja naik ke atas tuan, kemungkinan baru istirahat"timpal arsiy


Leon hanya mengangguk paham.


"tuan mau bibi siapkan makan malam?"tanya arsiy.


"tidak bik, saya sudah makan di kantor,"Leon segera meninggalkan arsiy.


"sayang,,"Leon memanggil Dewi, matanya bergulir ke sana kemari mencari sosok istrinya.


namun ia tidak menemukan sosok yang ia cari,

__ADS_1


"sayang kamu dimana,,"teriak Leon yang sudah sedikit khawatir.


Leon melihat gorden jendela yang melambai tertipu angin,


ia dengan cepat menuju balkon kamarnya,dan benar saja ia mendapati istrinya tengah melamun memandang jauh ke depan,


"sayang kamu sedang apa?ini sudah malam tak baik untuk kesehatan kamu,"ucap Leon sembari memeluk pinggang istrinya dari belakang.


"ada apa?apa yang kamu pikirkan?"tanya Leon lagi.


"tidak apa-apa Dy, terimakasih,,"ucap Dewi di penghujung ucapannya.


"untuk apa,? akhir-akhir ini kamu terlalu sering berterimakasih pada Deddy,"ucap Leon sembari mengecup puncak kepala istrinya.


"untuk semuanya,, sudah hadir di kehidupan Dewi,"


"iya sayang, berjanjilah pada Deddy kita akan merangkai cerita kita sampai menua bersama,jangan menyerah seandainya kedepannya, akan begitu banyak badai menerpa rumah tangga kita,"


Dewi menganggu patuh dengan ucapan suaminya,


setelah mereka masuk,Leon melangkah ke kamar mandi untuk membersihkan diri.


karena rasa lelahnya ia ingin segera menikmati peraduan malam dengan memeluk hangat sang istri.


"Dy bangun,,"Dewi menggoyangkan tubuh suaminya yang masih berkecimpung di alam mimpinya.


"emmm,,,"Leon perlahan membuka matanya,


pemandangan pertama yang ia lihat yaitu wajah cantik sang istri,


"buruan mandi nanti kamu kesiangan,,"ucap Dewi.


"cium dulu,,"Leon memasang mode manjanya.


Dewi segera memenuhi keinginan suaminya,tak ingin menambah perdebatan panjang dengan suaminya.


"di sini,"ucap Leon yang merasa belum puas.

__ADS_1


"istt,,"Dewi langsung menghujani Leon dengan ciuman dimana-mana.


"gitu dong sayang,kan stamina Deddy jadi bertambah" oceh Leon sembari berlalu pergi ke kamar mandi.


Dewi yang melihat kelakuan suaminya hanya mengelng-geleng tak habis pikir,


tanpa berpikir panjang lagi ia segera menyiapkan berbagai kebutuhan suaminya untuk berangkat.


"pagi tuan,pagi nyonya,"sapa bi arsiy.


"pagi juga bik,,"balas Dewi dengan sebuah senyuman yang mengembang.


arsiy tersenyum kagum melihat majikannya yang begitu cantik dan lembut,


dimana-mana wanita yang sangat cantik seperti Dewi,akan memanfaatkan kecantikannya untuk meraih segala keinginannya,


namun majikannya ini begitu berbeda,selain cantik dia begitu pintar dan cerdas,


wajar saja,dengan mudah ia mencarikan es balok seperti tuan mereka.


"sayang, usahakan untuk tidak berurusan dengan Kalis,


aku lihat dia semakin hari semakin menjadi,,!"ucap Leon.


"aku sudah berusaha menghindar Dy,tapi kalau tidak aku balas dia akan semakin melunjak semena-mena,"timpal Dewi.


"perempuan itu melakukan segala cara untuk menyingkirkan ku"sambungnya.


"Dy khawatir, bagaimana Deddy bisa bekerja tentang kalau keselamatan kamu selalu terancam begini!"keluh Leon.


"dah Deddy gak usah khawatir yang berlebihan,Dewi bisa handle semuanya,"timpalnya sembari mengoles selai untuk sarapan mereka.


sedangkan Leon hanya menatap istri mungilnya dengan tatapan penuh kekhawatiran.


Leon bernafas kasar, bagaimanapun caranya Dewi akan tetap bersikeras untuk tetap magang,mau tidak mau,ia hanya bisa membiarkan istrinya menggapai impiannya yang belum terwujud.


bersambung...

__ADS_1


__ADS_2