Dewi Kampus Vs CEO Muda

Dewi Kampus Vs CEO Muda
pura-pura.


__ADS_3

menangis,hal tersebut memang menjadi tempat wanita mengadukan semua perasaannya, mencurahkan isi hatinya ketika sedih ataupun senang,


kala itu Dewi terpaku menatap jauh ke depan dengan harapan semua yang dia dengar adalah sebuah mimpi yang tak nyata,


tanpa ia sadari tangan kekar sang suami sudah melingkar sempurna memeluk pinggang rampingnya,


Leon mendekatkan wajahnya ke leher Dewi dengan sedikit berjongkok karena perbedaan tinggi mereka yang kontras jauh.leon menikmati wangi tubuh istrinya itu yang selalu membuat dirinya nyaman ketika memeluknya,


"apa kamu percaya begitu saja hem,,?"ucap Leon sembari mengigit kecil telinga Dewi,yang membuat Dewi sedikit menggeliat.


"aku berani sumpah,tidak pernah melakukan hubungan badan dengan wanita manapun ketika kita sudah menikah,,,!"ucap Leon dengan nada lirih.


Dewi menatap lekat manik mata Leon ia mencari sebua kebohongan di sana, namun nihil tak ia temukan sama sekali adanya kebohongan.


"benarkah,, meskipun saat aku pergi,,?"tanya Dewi memastikan.


" iya,, hanya sekedar menghibur diri saja"kekeh Leon yang di iringi sebuah pukulan kecil dari Dewi.


"maaf,,!tapi benar,, sumpah demi apapun, walaupun defy benar-benar hamil aku bisa jamin,itu bukanlah benihku,,aku tidak mungkin menabur benih ku ke setiap wanita ataupun ke sembarang wanita,kalau dari dulu itu ku lakukan, pasti anakku sekarang tidak bisa lagi ku hitung dengan jari,"ucap Leon serius.


Dewi menganga mendengar penuturan suaminya itu, bagaimana mungkin ia bisa seenteng itu melakukan hubungan badan dengan beberapa wanita,


"aiss,"ucap Dewi dengan wajah yang melemas.


"sekarang kamu bisa akui kan,suamimu ini memang hebat dalam hal apapun,,"puji Leon pada dirinya sendiri.


"hah, hebat dalam urusan ranjang,,!"timpal Dewi.

__ADS_1


"iya itu salah satunya,, sekarang istriku makin pintar memuji,, terimakasih ya sayang atas pujiannya,"ucap Leon yang di iringi kekehan kecil.


Dewi makin heran,semakin hari suaminya semakin memperlihatkan sikap yang aneh, yang sejak dulu tidak ia perlihatkan, tersimpan rapi di tempat persembunyiannya,


yang membuat ia bertanya-tanya,? sebenarnya ada berapa sipat didalam diri Leon.


"tapi aku harus tau apa tujuan defy melakukan itu semua,,"ucap Leon kembali ke mode seriusnya.


"itu mudah,, sekarang cobalah untuk pura-pura menerima defy,, biarkan ia tinggal di sini untuk mempermudah kita mencari tahu tentang rencananya,"usul Dewi.


"itu benar,,tapi aku takut menyakitimu dengan membawa ia kerumah ini,,"timpal Leon.


Dewi terkekeh mendengarnya, bagaimana mungkin ia akan terluka sedangkan ia sendirilah yang memberikan usulan.


sebuah meja makan yang sudah di penuhi dengan hidangan lezat,


defy yang tiba duluan di meja makan ia sudah lama menunggu Leon turun dari persemayamannya,


ia duduk tepat mengantikan tempat duduk Dewi ia sengaja ingin berdekatan dengan Leon,


detak langkah kaki memenuhi ruangan dimana Leon turun dengan menggandeng wanita cantik di sampingnya,


"selamat malam tuan, nyonya,,"sapa pelayanan dengan sedikit menundukkan tubuhnya.


"malam,,"timpal Dewi dengan senyum yang sumringah.


defy tersenyum melihat laki-laki tampan yang tengah tersenyum padanya,

__ADS_1


namun seketika bibirnya kembali ke tempat semula ketika melihat Dewi yang duduk berada di dekatnya bukanya Leon,


mereka makan dengan anggun,Dewi mengulum senyumnya saat melihat defy mengadukan-ngaduk makanannya tanpa di sentuh,


"mbak defy,, makanlah yang banyak ya,, kasihan anaknya Leon kalau mbak cuma mengaduk-aduk makannya seperti ini,,"ucap Dewi.


defy tidak menanggapi ucapan Dewi ia hanya mengupat Dewi dalam hatinya.


"beb, sepertinya anak kita ingin dekat dengan Dedy'nya,,"defy mengelus perutnya.


Leon pun mendekati defy seperti yang ia inginkan,


"benarkah anak Dedy nakal,,kamu jangan nakal ya sayang,,kasihan Luh mommy mu,,"ucap Leon.


"Oya,sini kamu harus banyak makan makanan bergizi, seperti sayuran,,"tambah Leon yang mengisi piring Dedy dengan beberapa sayuran,


"tapi,,"


"tidak tapi-tapian,demi anak kita,,"paksa Leon.


mau tak mau defy harus memakannya,demi semua rencananya agar berjalan mulus seperti yang ia inginkan, padahal defy sangat membenci sayuran.


sedangkan Dewi memperlihatkan wajah datarnya,


meskipun rasanya sesak melihat suaminya memperhatikan defy walaupun hanya pura-pura semata,namun tetap saja hatinya sesak sakit rasanya berbagi perhatian suami seperti yang terjadi sekarang.


bersambung....

__ADS_1


__ADS_2