Dewi Kampus Vs CEO Muda

Dewi Kampus Vs CEO Muda
kenyataan.


__ADS_3

cairan bening jatuh begitu saja di wajah pucat Dewi,Isak tangisnya tak mampu ia bendung di depan laki-laki tampan itu,


buminya seakan runtuh seketika mendengar kenyataan pahit dalam hidupnya,


semua datang begitu tiba-tiba tanpa izin dan permisi menghancurkan semua impian yang perlahan ia bangun,


warna pelangi seakan menghitam, menyembunyikan keindahan yang selam ini mewarnai hidupnya.


"mengapa wik, mengapa kita harus sembunyikan semua ini dari Leon,,"suara bariton laki-laki itu mengenai di dalam ruangan,ia mengusap wajahnya dengan kasar frustasi,tak bisa membujuk wanita di depannya ini berkata yang sejujurnya.


Dewi menggeleng, dengan cairan bening yang terus mengalir,


"aku tak ingin merepotkan dan membebani suamiku dengan penyakit mematikan ku ini Sony, karena itu percuma pada akhirnya aku tetap akan pergi meninggalkannya,,"Isak Dewi.


"jangan mendahului yang kuasa Dewi,Leon pasti berusaha mencari dokter terbaik di dunia untuk kesembuhan mu,,"bentak Sony dengan suara yang sedikit meninggi.


"semua itu akan percuma son, sekeras apapun Leon berusaha semua akan sia-sia, umurku tinggal hitungan hari son,aku mohon bantu aku agar Leon bisa melupakan ku sebelum aku pergi meninggalkannya,agar kelak Leon tidak begitu tersiksa dengan semua ini,,"Dewi meringkuk bersujud di lantai memohon agar Sony membantunya.


dokter sudah memvonis umur Dewi sebab penyakit kangker yang ia derita sudah stadium akhir,


"tidak wik,dia sahabat ku,aku tidak bisa berbohong padanya,,"Sony menarik nafas dalam-dalam sebelum mengucapkan itu semua.


"aku mohon son,semua demi kebaikan Leon,aku gak ingin dia merasakan trauma yang berkepanjangan seperti yang lalu,apa kalian sanggup melihat Leon setelah kehilanganku, keadaannya pasti sangat menyedihkan,aku mohon,,"Dewi kembali terisak.


terlihat Leon berpikir sejenak,


Dewi memang benar,saat kehilangan orang terkasihnya pasti Leon akan terlihat kacau,ia tak ingin itu terjadi pada sahabatnya,


"dengan cara apa aku bisa membantumu,!"ucap Sony setelah menimbang keputusannya,


Dewi menghapus jejak air matanya,menarik nafas dalam-dalam sebelum memberitahu rencananya,

__ADS_1


"aku ingin Leon membenciku"timpal Dewi to the point.


Sony mengerutkan keningnya,


"Dengan cara apa,,?"Sony memastikan keinginan majikanya ini.


"dengan berkhianat,Leon pasti dengan mudah membenciku dan melupakan ku dalam hidupnya,"timpal Dewi.


"tapi sangat sulit untuk melakukan sandiwaranya wik,jika kita mencari laki-laki yang asal pasti Leon bisa menangkapnya,ia akan tau yang sebenarnya,"balas Sony.


"tidak usah melibatkan orang lain Sony,cukup kita berdua,,"tukas Dewi.


Sony melotot mendengar penuturan Dewi,dan menggeleng kepalanya cepat,


"kamu jangan konyol wik,dia sahabat ku,aku gak mungkin melakukan itu semua,,"tukas Sony.


"anggap ini permintaan terakhir ku padamu son,,"kata-kata itu mampu membuat Sony tersentak tidak bisa menerima, tapi sangat sulit menolak,


Dewi menggeleng menurutnya ini adalah jalan terakhir,


"baiklah,"ucap Sony pasrah.


Dewi baru pulang dari rumah sakit kini ia menginjakkan kakinya ke rumah besar Leon yang beberapa tahun ini ia tempati,


"sayang kamu darimana,,?"tanya Leon yang melihat Dewi baru pulang selarut ini,


"dari luar"jawabnya acuh,ia kembali meneruskan langkahnya.


"selarut ini,,"Leon menatap Dewi curiga.


Dewi mengolesi wajahnya dengan makeup untuk menutupi bibirnya yang pucat pasihnya,agar Leon tidak curiga sedikitpun.

__ADS_1


Dewi tidak peduli dengan celotehan Leon, yang terus menceramahi dirinya layaknya ustad yang berpengalaman.


"sayang sebenarnya apa yang kamu sembunyikan dari Deddy,,"Leon melihat perubahan sikap istrinya.


"sudah Leon aku capek,,aku ingin istirahat,"keluh Dewi,


hatinya sakit ketika mengucapkan kata-kata yang tak pantas ia ucapkan untuk suaminya,


sayang maaf,aku tidak bermaksud menyakiti hati kamu,aku hanya takut kamu lebih menderita ketika menerima kenyataan kita harus berpisah jauh,bahkan sangat jauh,Dewi membatin


yang pertama kalinya Dewi tidur memunggungi suaminya,sebisa mungkin ia terlihat baik-baik saja,


dan bersikap acuh tak acuh pada Leon,


Leon tidak bisa tidur dengan tenang tanpa memeluk istrinya,


ia menggerak-gerakkan tubuhnya gelisah,


sayang sebenarnya apa yang kamu sembunyikan,,batin Leon bertanya.


makan semakin larut, suara bising dari kendaraan sudah mulai menyusut,Leon yang tidak mampu memejamkan matanya,hanya menatap wajah istrinya dengan lekat,wajah cantik itu kini semakin menirus,dulu tubuh mungilnya yang berisi kini sudah terlihat semakin mengurus,


ingin rasanya Leon bertanya,apa mungkin istrinya selam ini tidak bahagia hidup dengannya?,


laki-laki tampan itu beranjak ke balkon kamar, memandang jauh ke depan melihat lampu-lampu yang menyala di gedung-gedung tinggi mencakar langit,


menghirup angin malam yang dingin,membuang semua perasaan yang berkecamuk di dada,


ada banyak pertanyaan di benak yang belum terjawab,


atas perubahan sikap Dewi beberapa hari ini.

__ADS_1


bersambung..


__ADS_2