Dewi Kampus Vs CEO Muda

Dewi Kampus Vs CEO Muda
hasrat yang menggelora


__ADS_3

malam dingin yang kian mencekam,jam dinding menunjukkan kalau malam sudah semakin larut,namun tidak kunjung membuat Leon biasa memejamkan matanya, karena memang tempat tidur Dewi yang kurang nyaman,


"kamu kenapa,,"tanya Dewi yang melihat Leon duduk di tepi ranjang.


Leon menggeleng,ia tak enak jika mengatakan yang sejujurnya pada Dewi, pasti istri kecilnya itu akan merasa bersalah telah menyuruh Leon bermalam di tempat tinggal sederhananya.


Dewi pun beranjak dan mendekati sang suami,


dan membuka jendela kayu rumahnya yang sudah sedikit tua,


di luar menampakkan pemandangan malam di tempat tinggalnya,


bintang-bintang bertabur,bulan separuh mulai menerangi malam yang dingin,Hangin berhembus lembut menerpa, suara jangkrik yang berirama memecahkan kesunyian malam,


Dewi menyandarkan kepalanya ke bahu kekar sang suami, menikmati keindahan malam yang sunyi,


karena anginnya yang berhembus sedikit kuat,Leon memeluk sang istri takut ia masuk angin membiarkannya dengan pakaian yang sedikit lebih terbuka.


namun dengan tubuh mereka yang bergesekan membuat hasrat pria matang itu menggelora,


menuntunnya melakukan yang lebih,


Leon menutup kembali jendela yang tadinya Dewi bukan.


ia mencium puncak kepala Dewi, yang membuat Dewi menatap Leon dengan lekat,Dewi yang melihat tatapan mata suaminya yang mulai berkabut gairah di penuhi dengan hasrat menggebu,ia hanya bisa tersenyum lembut melihat sang suami, Leon mencium bibir mungil berwarna pink milik istrinya, setelah tautannya mendapat balasan dari sang istri Leon pun menjelajahi mengembara di dalam sana,


Dewi yang mulai terbuai dengan sentuhan sang suami, menikmati sensasi yang di berikan suaminya hingga menuntut berharap suaminya melakukan sentuhan yang lebih .


leon melucuti semua pakaian Dewi hingga terkikis habis, tatapan berbinar saat melihat pemandangan yang membuatnya mabuk kepayang,ini kali keduanya ia melihat lekuk tubuh istrinya.


Leon kembali menggerayangi tubuh sang istri mengecupnya dengan tangannya yang sudah dengan lincah bermain di puncak gunduk kenyal milik Dewi yang membuat tubuh Dewi menegang akan sentuh Leon yang semakin liar,


ciumannya menurun ke leher jenjang sang istri yang membuat Dewi menggeliat dengan nafsu dan nafas yang memburu, seakan tidak tahan ingin di sentuh lebih dalam,


melihat istrinya yang sudah menegang Leon menghisap puncak dua gunduk kenyal itu seperti bayi yang haus, hingga kemerahan,dengan


tangan yang menuju area sensitif sang istri yang sudah mulai basah, sehingga mempermudah ia bermain di sana,


tangan Leon naik turun berirama di sana ,

__ADS_1


yang membuat ******* Dewi lolos begitu saja menahan gejolak yang menjalar di setiap nadinya,


ingin rasanya ia melakukan penyatuan dengan senjata sang suami yang masih setia dalam sarangnya meskipun sudah terasah sesak.


namun suara benda jatuh menghentikan aktivitas panas mereka, yang membuat Leon mendengus kecewa lantaran pusakanya yang sudah menegang ingin pelepasan segera.begitupun dengan Dewi yang sedang menikmati sentuhan Leon.


"sayang,,ada apa,,"tanya Leon


"entahlah,"ucap Dewi mengintip dari kamarnya.


Leon dan Dewi mengendap-endap ingin memastikan siapa tau suara benda jatuh akibat ada yang mengintip,


Dewi keluar saat sudah memaki utuh pakainya.


"bunda,,"ucap Dewi yang melihat bundanya membersihkan serpihan gelas yang tak sengaja jatuh,


"ee, Dewi,,kok belum tidur sayang,,,?"ucapan desi.


"belum Bun suami Dewi gak bisah tidur,mungkin sedikit gerah,,"jawab Dewi.


"oh,iya juga sih,mungkin nak Leon sedikit tak nyaman,,"balas Desi.


"bunda mau ambil air putih,,"jawab Desi,


"oh,,"ucap Dewi yang berpikiran suudzon.


Dewi kembali ke kamarnya,ia melihat suaminya tidak ada di kamar,


"Leon kemana,,?"cicitnya namun Dewi mendengar gemericik air di kamar mandi,itu artinya suaminya sedang berada di sana.


Leon keluar dari balik pintu kamar mandi hanya mengunakan handuk kecil Dewi yang berwarna pink untuk menutupi area pentingnya,


Dewi terkekeh geli, melihat tubuh atletis suaminya di tutupi dengan handuk kecil berwarna pink.


"ada apa,,?"tanya Leon yang menaik turunkan alisnya.


"enggak,,,"kekeh Dewi.


Leon mendekati Dewi, mandilah dulu,,kamu sudah cukup basah sayang,,!"bisik Leon ke telinga Dewi, membuat wajah Dewi merah padam akibat malu, dengan ucapan Leon.

__ADS_1


Dewi memukul kecil lengan kekar Leon,yang membuat Leon tambahan gemes melihat wajah Dewi ketika sedang malu seperti ini.


"aku tidak akan membiarkan mu tidur semalaman ,kalau kita sudah pulang,,"imbuh Leon dengan suara parau yang menggoda.


bola mata Dewi membulat saat mendengar ucapan ambigu suaminya,


selain hebat di ranjang,pria ini juga jago dalam menebar pesona hingga kaum hawa meremang di buatanya.


Leon mencoba berbaring di ranjang meskipun dengan perasaan tak nyamannya,ia harus menghargai istrinya dan menjaga perasaannya,jadi sebisa mungkin Leon memejamkan matanya.


saat Dewi keluar dari kamar mandi ia melihat suaminya sudah tertidur pulas,


"dia cepat sekali tidurnya,,"keluh Dewi memandangi wajah tampan Leon yang sedang terlelap.


Dewi pun berbaring di samping Leon, melihat wajah Leon sedekat sekarang, membuatnya terpesona oleh ketampanan mahkluk ciptaan Tuhan yang satu ini,


Dewi menggerayangi wajah Leon dari alisnya, hidungnya,sampai turun ke bibir pink milik suaminya,


"kalau begini terus, bisa-bisa aku ketagihan oleh sentuhan kamu Leon,,,!"desah Dewi ketika ia mengingatkan ketika tubuhnya menegang menikmati sentuhan suaminya.


"tak apa sayang,aku dengan senang memenuhinya,,"ucap Leon.


bluss,,pipi Dewi merah merona,ia tercekat ketika mengetahui suaminya pura-pura tidur.


"hah,kamu belum tidur,,"ucap Dewi dengan suara gelagapan.


"sudah tidur, tapi masih dengar suara kamu,,"jawab Leon.


"mana ada orang tidur bicara,,aiss"Dewi memunggungi Leon karena malu ketahuan ia sangat menginginkan sentuhan suaminya.


Leon terkekeh geli, melihat Dewi yang ngambek dan ngomel-ngomel karena sudah tertangkap basah menikmati sentuhan dirinya,


tangan leon melingkar memeluk di tubuh kecil Dewi, memberikan kehangatan di peraduan malam yang sepi, perlahan kelopak mata mereka berangsur mulai tertutup, menuju alam mimpi.


*bersambung..


semakin jauh semakin kehilangan kata-kata 😂😂


mohon bimbingannya ya readers...

__ADS_1


dan seperti biasa,kasih semangat author untuk tetap up, dengan meninggalkan like, vote,dan komentar kalian di sini, terimakasih 🙏🙏*


__ADS_2