
pagi hari,
matahari mulai muncul menyinari bumi,
Dewi memang sengaja datang lebih awal dari biasanya karena hari ini akan menyambut kedatangan donatur universitas,
sebagai siswa yang mempunyai prestasi Dewi di percayai dalam mengurus berbagai acara,
"wik, kira-kira donatur kampus kita bagaiman ya,apa masih muda dan tampan atau sudah tua kumisan"celoteh geby,
"yah mana aku tau, orang belum pernah ketemu,berangkali sudah tua, gendut,kumisan, nanti aku titip salam untuk kamu?"Dewi senang mengerjai geby,
"ya,kan kamu jomblo akut geb, entar kamu kepincut sama bapak donatur,Uda wik mak comblangin tuh geby,"timpal Rizka
"no,no,no,gak apa buat kamu aja wik,"ucap geby,
"kok gue sih,aku kan sudah punya pacar"tutur Dewi
"yah,berangkali buat cadangan,"celetuk geby,
"benaran gak nyesel tuh bapak donatur buat gue"goda Dewi
"benar wik,buat loh aja heli gue dengernya"geby merasa merinding,
setelah di pengunjung acara,
Dewi sebagai murid berprestasi,menjadi pemandu acara tersebut,
tiba-tiba orang yang sudah di tunggu-tunggu pun datang,
suara riuh siswa pun terdengar,
__ADS_1
melihat sang Waja malaikat datang di acara tersebut,
Dewi yang tidak bisa melihat apa-apa hanya menggeleng,
ia menyampaikan kata sambutan untuk donatur kampus,
"selamat datang kepada bapak donatur, sebuah kehormatan bisa berjumpa dengan orang besar seperti anda,mohon kiranya bapak dapat naik ke podium untuk menyampaikan beberapa kata"ucap Dewi di podium,
Leon naik berjalan melewati beberapa murid dengan gaya cool,
Dewi merasa pernah bertemu dengan seorang tersebut,dia lagi, pikirnya
Leon pun merasa demikian setelah lebih dekat dengan Dewi,
Dewi tersenyum rama mempersilahkan Leon,
pria itu hanya diam tetap dengan muka seriusnya,
setelah acaranya selesai,dekan membawa Leon dan Arya ke ruangannya,
Leon hanya diam mendengarkan penuturan dekan tersebut, sebenarnya ia sangat malas meladeni acara seperti ini,namu entah angin apa yang mendorong untuk datang tanpa perwakilan,
"yak,apa semua selesai, kita kembali waktuku habis"tuturnya sembari beranjak
Arya yang sudah selesai dengan berkas-berkasnya pun beranjak,ia bersalaman dengan dekan,
yang memberi beribu ucapan terimakasih,
saat sedang dalam perjalanan kembali,
Arya mendapatkan kabar kalau defy kekasihnya Leon entah yang keberapa datang ke kantor,
__ADS_1
Arya mengeluh,
"aeess,dia lagi dasar wanita murahan"cicitnya sembari mengendarai mobilnya,
di ruangannya,Leon melangkah masuk,
"bebby,how are you, darling"
langsung memeluk Leon,
"kamu kapan kembali dear,"Leon yang sudah meluncurkan aksinya,
"baru saja sampai,aku merindukan mu Bebe"defy kualahan mengimbangi aksi liar Leon,
permainan apa pun itu,sudah bisa untuk pasangan kekasih ini,
setelah aktivitas mereka selesai,defy sudah terkulai lemas di ranjang, Leon yang terkenal buas itu, yang bisa membuat para wanita berada di puncak kepuasan,
"beb,aku mau nginep di hotel ternama milikmu,apa kamu bisa menghubungi mereka"pinta defy
kebiasaan defy memang meminta segala sesuatu setelah memuaskan pria kekar dan tampan itu,
"baiklah, sesuai keinginan mu dear"Leon pun tak heran dengan hal tersebut, karena menurutnya dengan memiliki segalanya juga bisa memiliki semua wanita,
ia menganggap itu adalah sebuah bayaran untuk mereka,
defy tersenyum anggun,ia merasa menang bisa memiliki Leon seutuhnya,
dengan itupun ia bisa memiliki apa yang ingin ia miliki,
"aku akan menghubungi mu setelah sampai"defy yang sudah siap-siap untuk pergi,
__ADS_1
Leon hanya mengangguk,menangapi defy,
bersambung...