Dewi Kampus Vs CEO Muda

Dewi Kampus Vs CEO Muda
khawatir,,


__ADS_3

"Leon hentikan,,!aku mohon,"Dewi terisak-isak melihat suaminya menghukum dirinya sendiri seperti ini,


buk,, laki-laki yang kekar itu terkapar saat melihat cucuran darah mengalir di tangannya,


saat dokter Sony sudah selesai memeriksa dan mengobati luka di tangan Leon,


Dewi mendekati Sony untuk bertanya perihal mengenai suaminya,


"bagaimana keadaan suami saya Dok"tanyanya penuh dengan kuatir,


"dia, baik-baik saja,memang begitulah kronologis pak Leon,dia tidak bisa melihat darah, karena bayangan masa lalunya,"ujar Sony,


"sebenarnya apa yang terjadi di masa lalunya hingga saat ini ia masih menyisakan trauma yang sangat menyiksa,,?"tanya dewi penasaran,


"jika suami anda belum menceritakannya sendiri padamu, berarti ia masih belum mempercayai mu nona"tukas Sony


Dewi terdiam, perasaannya terhenyak mendengar penuturan dokter Sony barusan,


apa ini yang di maksud oleh bibi Aisyah,Dewi membatin


"saya permisi,jika terjadi sesuatu nona hubungi saya kembali,yak saya kembali"Sony pamit, saat menatap Arya, yang mendapatkan sebuah anggukan dari Arya,


"pak Arya,anda silakan kembali kekantor,Leon biar saya saja yang urus"tutur Dewi melihat Arya yang sedari tadi terdiam di sudut ruangan,


"baik, nyonya"Arya melangkah keluar,,


saat sudah berdua dengan Leon,Dewi menatap lekat laki-laki tampan yang tenga damai memejamkan matanya,ia memegang tangan Leon yang tengah di balut perban,


"aku takut kalau kamu melakukan hal seperti tadi, meskipun begitu sakit tamparan keras darimu,namun mengapa hatiku lebih sakit melihat dirimu terluka, maafkan aku, maafkan sudah menaruh perasaan padamu,hati ini mulai membenah melukis sebuah ukiran Inda namamu di sana, meskipun aku tau, hatimu bukanlah miliku, meskipun aku tau mencintaimu akan membuat hatiku terluka kembali,aku sudah berusaha sekeras mungkin untuk tidak menaruh hati padamu,tapi entah kenapa perasaan ini tumbuh begitu saja tanpa benih yang kau tanam,,"matanya berkaca-kaca mengungkapkan ungkapan hati yang terdengar seperti sebuah syair yang indah.


jam menunjukkan jam sepuluh malam, Leon yang baru sadar, mencoba mengingat peristiwa yang terjadi,


ketika ia hendak beranjak,ia melihat Dewi memegang tangannya, wanita itu tertidur pulas tersungkur di sampingnya dalam keadaan duduk,


tangan kekar itu membelainya," mengapa kamu lakukan itu,apa tidak bisa kamu berusaha untuk mencintai ku,kamu tidak bisa memperjuangkan pernikahan kita,,"adegan demi adegan berputar jelas di otak Leon,ketika perempuan ini,tidak marah sama sekali saat orang lain mendekatinya.


Leon membelai pipinya dimana tangannya sendiri telah melekat hingga menyisakan lembam dan membiru di sana


"maafkan aku"ucapnya mendesah pilu,


Dewi membuka kelopak matanya perlahan,ia melihat matahari sudah bersinar cerah memenuhi ruangan,


namun yang ia heran kan bukanlah hal tersebut,akan tetapi yang menjadi tanda tanya besar mengapa ia bisa tidur nyenyak di tempat tidur padahal seingatnya ia ketiduran ketika menanti Leon untuk tersadar,

__ADS_1


pikirannya beralih pada Leon yang sudah tidak ada di tempat tidurnya,


"bik,bik arsiy,,"suaranya memenuhi ruangan,


"iya nya,,! ada apa,,?"


"kamu lihat tuan Leon,,?"tanyanya


"tuan sudah berangkat pagi-pagi sekali tadi,,"jawab arsiy


"aiss, mengapa ia bekerja dalam keadaan seperti itu,,,"cicit Dewi kesal


"itulah tuan Leon nya,kalau ada masalah maka ia akan menghindari seperti itu,apa lagi kalau ia kecewa oleh seseorang,,"timpal arsiy,


"berusahalah nya,bibik yakin tuan menyayangi nyonya, singkirkan semua yang menghalangi kalian"tutur arsiy,


"terimakasih ya bik,,"Dewi kembali ke kamarnya,


rasa kuatir yang membawa Dewi datang kekantor suaminya,


ia sengaja berdandan layaknya seorang istri pemilik perusahaan,dengan dress berwarna maroon melekat sempurna di tubuhnya yang putih bersih, rambut bergelombang ia biarkan tergerai panjang,wajahnya yang memang sudah cantik bertambah lagi ketika makeup tipis itu meronai pipinya,hal tersebut membuat parah karyawan termanga saat melihatnya sangatlah anggun,


"selamat datang Nono,ada yang bisa saya bantu"sambut resepsionis ramah,


"beliau ada, sedang ada tamu di ruangannya"tutur resepsionis,


"baik, terimakasih ya Mbak"Dewi melangkah bak model di depan semua karyawan, yang membuat semuanya meleleh memandang pemandangan indah terpapar jelas di depan mata,


ting,,, pintunya terbuka,


Dewi melihat defy tengah menempelkan dirinya dengan suaminya yang membuat hatinya terhenyak,


namun Dewi melupakan hal tersebut sementara,


"pagi sayang,,"Dewi mendekati tempat merek duduk,Leon yang melihat itu,ia merasa ada yang beda dari Dewi,namun ia seakan-akan tak peduli hanya berdiam diri membisu seribu bahasa,


"aku kemarin ingin mengganti perban luka mu,tak baik jika tidak di ganti"tutur Dewi meletakan tas branded miliknya di atas meja kerja Leon,


defy yang melihat itu merasa kesal dan marah lantas ia sendiri belum memiliki tak branded model terbaru itu,


"beb,nanti malam kamu ke apartemen kan,aku kangen kamu loh sayang,"defy sengaja membual kemesraan merek di depan Dewi


Leon diam berpaku tangan memperhatikan hal-hal yang Dewi lakukan,

__ADS_1


Dewi membuka kotak obat dan mendekati Leon dengan sebuah senyuman,


ia sengaja membuat pria ini panas dingin melihatnya,jari jemarinya yang lentik membuka perbannya dengan lembut,


saat pandangan mata mereka beradu Dewi tersenyum manis padanya,


"selesai,,,!jangan lupa minum obatnya"ucap Dewi yang pura-pura membenahi dasi Leon,


"aku pulang,aku tak ingin menganggu pekerjaan mu di sini,"


Leon berdiri memangilnya ketika melihat tas milik Dewi ketinggalan,


yang membuat wanita itu berbalik lagi,


"terimakasih,,"Dewi berjinjit memberanikan diri mencium bibir suaminya bibirnya yang mungil berwarna mera muda mendarat sempurna di sana,


menyisakan rasa manis, semanis madu.


"bekerjalah dengan baik,aku menunggumu pulang,,"ucap Dewi sebelum melangkah keluar yang menyisakan Leon disan yang tak percaya dengan kejadian barusan,


ada kehangatan di hatinya, yang membuat perasaannya yang dikelilingi oleh bunga yang mekar dan mewangi,


namun ucapan defy membuatnya tersadar,


"beb,aku ingin kamu belikan aku tas branded,seperti istri setengah mu itu, boleh ya"rayunya


"defy,,jaga ucapan mu"bentak Leon.


"kenapa kamu marah,, semuanya memang benar kan,,!kalian menikah bukan karena cinta, ingat Leon kamu hanya milikku, milikku seorang"ucap defy lantang.


"kamu membentak ku,, siapa kamu berani membentak ku hah"Leon melangkah maju yang membuat defy mundur tersudut,


"sekarang juga kamu keluar sebelum aku benar-benar marah"tatapannya penuh dengan intimidasi,


defy buru-buru keluar dengan perasaan kesal bercampur aduk dengan takut,,,


"awas kamu Dewi,aku tidak akan segan-segan menghancurkan mu, yang menjadi penghalang antara aku dan Leon,,!"ucap defy sembari melangkah keluar ruangan Leon,


saat ia keluar semua tatapan mata karyawan menuju padannya, yang menambah hawa panas di dadanya,


***bersambung,,,,


terimakasih sudah mampir di karya ku,,

__ADS_1


mohon dukungannya***,


__ADS_2